Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 19 Mei 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • Sepak Bola
  • iran
  • Spill
  • BMKG
  • prabowo
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / DPR Tak Lagi Wakili Rakyat dan UU Dibuat Kilat, Demokrasi RI Cuma ‘Omon-omon’
Nasional

DPR Tak Lagi Wakili Rakyat dan UU Dibuat Kilat, Demokrasi RI Cuma ‘Omon-omon’

Ani RatnasariAmin Suciady
Last updated: Mei 19, 2026 6:11 pm
Ani Ratnasari
Amin Suciady
Share
Gambar ilustrasi DPR Tak lagi wakili rakyat, UU dibuat ekstra cepat, demokrasi hanya omong kosong
Gambar ilustrasi DPR Tak lagi wakili rakyat, UU dibuat ekstra cepat, demokrasi hanya omong kosong. (Gambar dibuat oleh AI)
SHARE

Melemahnya fungsi DPR sebagai lembaga pengawas pemerintah, menjadi salah satu tanda demokrasi di Indonesia sedang mengalami kemunduran.

Hal itu diungkapkan Dosen Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera, Bivitri Susanti. Menurutnya, DPR saat ini tidak lagi berjalan maksimal karena mayoritas fraksi berada di koalisi pemerintah. Dari delapan fraksi yang ada di DPR, tujuh di antaranya merupakan pendukung pemerintah.

Hal ini membuat fungsi pengawasan terhadap kebijakan pemerintah menjadi lemah. Padahal, DPR seharusnya menjadi saluran masyarakat untuk mengkritik dan mengevaluasi kebijakan negara.

DPR seharusnya jadi cara rakyat untuk bilang pemerintah salah atau kebijakannya perlu dievaluasi. Tapi sekarang tidak nyambung antara rakyat dengan DPR,”

ujarnya.
Baca juga:
Kritik Dibungkam, Demokrasi Diawasi, Indonesia Mengarah ke Otoritarianisme Pengajar Sekolah Tinggi Hukum Jentera, Bivitri Susanti menilai, Indonesia saat ini menunjukkan…
Indonesia Incorporated Sulit Terwujud Jika Oligarki Masih Kuat Presiden RI Prabowo Subianto mengajak para pelaku usaha untuk menjadi bagian dari…
Dua Jurnalis Indonesia Ikut Ditangkap Israel, DPR Minta Diplomasi Darurat… Upaya diplomatik dinilai harus segera dilakukan pemerintah Indonesia setelah sembilan warga negara…
  • Kritik Dibungkam, Demokrasi Diawasi, Indonesia Mengarah ke Otoritarianisme
  • Indonesia Incorporated Sulit Terwujud Jika Oligarki Masih Kuat
  • Dua Jurnalis Indonesia Ikut Ditangkap Israel, DPR Minta Diplomasi Darurat Segera Dilakukan

Bivitri juga menyoroti proses pembentukan undang-undang yang dinilai terlalu cepat dan minim partisipasi publik. Ia mencontohkan Undang-Undang Cipta Kerja dan revisi Undang-Undang TNI yang menurutnya dibahas dalam waktu singkat.

UU Cipta Kerja sembilan hari jadi, UU TNI juga cepat. Akhirnya semua jadi terlihat legal, padahal dipakai untuk melemahkan demokrasi,”

katanya.

Autocratic Legalism

Ia menyebut kondisi itu sebagai autocratic legalism, yakni ketika pelemahan demokrasi dilakukan lewat aturan hukum yang secara formal terlihat sah.

Selain soal DPR dan legislasi, Bivitri juga menyinggung pola kontrol informasi yang dinilai masih terjadi sampai sekarang, meski caranya berbeda dibanding era Orde Baru.

Menurutnya, jika dulu kontrol dilakukan lewat pembredelan media, kini bentuknya berubah menjadi penguasaan media oleh kelompok oligarki, pembatasan informasi, hingga serangan terhadap kelompok yang kritis terhadap pemerintah.

Metodenya sama, cuma zamannya berbeda. Tujuannya tetap membuat masyarakat takut dan membatasi kritik,”

ujarnya.
Baca juga:
IHSG Ditutup Merosot 3,46 Persen, Asing Jual Saham-saham Ini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot pada penutupan perdagangan Selasa, 19 Mei…
Dua Jurnalis Indonesia Ditahan Israel Saat Misi Kemanusiaan ke Gaza,… Israel kembali menjadi sorotan internasional setelah dilaporkan menangkap sekitar 100 aktivis dalam…
Pelemahan Rupiah Belum Berhenti dan Cetak Sejarah Lagi, Pagi Ini… Nilai tukar rupiah mencetak rekor terlemah sepanjang sejarah Indonesia. Pada perdagangan Selasa,…
  • IHSG Ditutup Merosot 3,46 Persen, Asing Jual Saham-saham Ini
  • Dua Jurnalis Indonesia Ditahan Israel Saat Misi Kemanusiaan ke Gaza, DPR Minta…
  • Pelemahan Rupiah Belum Berhenti dan Cetak Sejarah Lagi, Pagi Ini Rp17.706 per…

Ia juga menyinggung pemutusan akses internet di Papua yang pernah terjadi sebagai contoh pembatasan arus informasi publik.

Bivitri menilai, penguasa yang cenderung otoriter biasanya tidak hanya melemahkan lembaga formal negara, tetapi juga menyerang pihak-pihak yang berbeda pendapat serta mengacaukan informasi di ruang publik.

Tag:bivitri susantidemokrasiDPRHeadlinekoalisirevisi uu tniUU Cipta Kerja
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Follow:
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Amin Suciady
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Redaktur Pelaksana di OWRITE Media, memiliki keahlian dalam komunikasi strategis, media relations, serta penyampaian informasi yang efektif.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Pelemahan Rupiah Belum Berhenti dan Cetak Sejarah Lagi, Pagi Ini Rp17.706 per Dolar AS
By Anisa Aulia
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa (12/5) melemah 115 poin atau 0,66 persen menjadi Rp17.529 per dolar AS. (Sumber: Antara Foto/Indrianto Eko Suwarso/kye)
1
Gegara Perang di Timur Tengah, Harga Minyak RI April 2026 Tembus US$117 per Barel
By Iren Natania
Pengeboran Lepas Pantai di Kalimantan Timur, (Sumber: Dok. Pertamina)
2
Defisit APBN Terancam Lewati 3 Persen, Krisis Fiskal dan Lanjutannya Mengintai RI
By Anisa Aulia
Ilustrasi Uang Rupiah.
3
Mimpi Gigi Copot, Benarkah Pertanda Buruk?
By Ossid Duha Jussas Salma
Mimpi gigi copot
4
IHSG Ditutup Merosot 3,46 Persen, Asing Jual Saham-saham Ini
By Anisa Aulia
Pengunjung melintas di depan layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (24/4/2026). IHSG pada Jumat (24/4) ditutup melemah 249,12 poin atau 3,38 persen ke posisi 7.129,49, sementara indeks LQ45 turun 25,12 poin atau 3,51 persen ke posisi 690,76.
5

BERITA LAINNYA

Pengamat Politik Citra Institute, Efriza. (Foto: owrite)
Nasional

Indonesia Incorporated Sulit Terwujud Jika Oligarki Masih Kuat

Presiden RI Prabowo Subianto mengajak para pelaku usaha untuk menjadi bagian dari…

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
By
Hadi Febriansyah
Ivan
2 jam lalu
Pengajar Sekolah Tinggi Hukum Jentera, Bivitri Susanti
Nasional

Kritik Dibungkam, Demokrasi Diawasi, Indonesia Mengarah ke Otoritarianisme

Pengajar Sekolah Tinggi Hukum Jentera, Bivitri Susanti menilai, Indonesia saat ini menunjukkan…

Ani RatnasariAmin Suciady
By
Ani Ratnasari
Amin Suciady
3 jam lalu
Kapal-kapal yang mengikuti "Global Sumud Flotilla 2026 Spring Mission" berangkat dari marina di Augusta, Pulau Sisilia, Italia, 26 April 2026.
Nasional

Menkomdigi Kecam Israel atas Penahanan Armada Gaza yang Bawa Jurnalis RI

Menteri Komunikasi dan Digital RI (Menkomdigi) Meutya Hafid, mengecam keras tindakan militer…

iren natania longdongAmin Suciady
By
Iren Natania
Amin Suciady
4 jam lalu
Potongan Kayu di Wilayah Sumatera.
Nasional

Kemenhut Bongkar Sindikat Kayu Ilegal Antarprovinsi, 199 Batang Kayu Disita

Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan melimpahkan tiga tersangka perkara peredaran kayu ilegal…

iren natania longdongdusep-malik
By
Iren Natania
Dusep
4 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up