Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 20 Mei 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • Sepak Bola
  • prabowo
  • iran
  • Spill
  • BMKG
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / ​(Part II) ‘Indonesia Incorporated’ Prabowo: Saham Semu Rakyat di Tengah Kekusutan Ekonomi dan HAM
Nasional

​(Part II) ‘Indonesia Incorporated’ Prabowo: Saham Semu Rakyat di Tengah Kekusutan Ekonomi dan HAM

owrite-adi-briantikaAmin Suciady
Last updated: Mei 20, 2026 3:41 pm
Adi Briantika
Amin Suciady
Share
Presiden Prabowo Subianto tiba di Mactan Expo untuk menghadiri sesi pleno KTT ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina, Jumat (8/5/2026). KTT ASEAN tersebut membahas tiga prioritas utama di tengah situasi geopolitik akibat konflik di Timur Tengah, yakni keamanan energi kawasan, stabilisasi ketahanan pangan, dan perlindungan warga negara ASEAN.
Presiden Prabowo Subianto tiba di Mactan Expo untuk menghadiri sesi pleno KTT ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina, Jumat (8/5/2026). KTT ASEAN tersebut membahas tiga prioritas utama di tengah situasi geopolitik akibat konflik di Timur Tengah, yakni keamanan energi kawasan, stabilisasi ketahanan pangan, dan perlindungan warga negara ASEAN. (ANTARA FOTO/HO-BPMI/mrh/tom.)
SHARE

Retorika

Adinda menilai belum ada dampak positif dari konsep Indonesia incorporated, sama seperti berbagai konsep lain yang sebelumnya disampaikan Prabowo.

Daftar isi Konten
  • Retorika
  • Ada Harapan? 
  • Sandungan Masa Depan 

Sebab, hal tersebut masih sebatas retorika dan belum menunjukkan komitmen serius, termasuk dalam kemudahan berusaha dan penegakan hukum terhadap koruptor.

Publik menyaksikan betapa zalimnya penegakan hukum di negeri ini, yang tidak membuat masyarakat belajar tentang hukum, kebebasan, penegakan hukum, pembuktian hukum, logika hukum, kebijakan, dan lain sebagainya. Sehingga tidak ada dampak positif,”

ujar dia.

Menurut saya itu hanya sekadar pernyataan yang menggunakan bahasa asing dan dijelaskan secara simplistik, tapi tidak mengakui permasalahan di negeri ini, termasuk penanganan kasus Marsinah,”

lanjut Adinda.
The Indonesian Institute Sebut Konsep ‘Indonesia Incorporated’ Prabowo Hanya Harapan Semu

Ia juga menilai Presiden Prabowo terlalu banyak menggunakan simbolisme dalam pidatonya, namun tidak dibuktikan melalui kebijakan publik yang berdampak nyata.

Sementara itu, dampak negatif dinilai dapat memberikan harapan semu kepada masyarakat dan tidak memberikan pembelajaran politik yang sehat. Publik terus dicekoki istilah-istilah asing yang pada akhirnya tidak memberi makna substantif.

Negara hadir justru membuat Karut-marut demokrasi semakin berantakan. Penegakan hukum dan HAM bagaimana? Ekonomi jelas karut-marut. Publik tidak bisa bilang ‘kita baik-baik saja’. Jadi menurut saya Presiden Prabowo dengan segenap jajaran dan para pakar di sekitarnya harus berhati-hati dalam komunikasi publik dan komunikasi politiknya,”

kata Adinda.
​(Part I) ‘Indonesia Incorporated’ Prabowo: Saham Semu Rakyat di Tengah Kekusutan Ekonomi dan HAM

Ada Harapan? 

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal mengatakan Indonesia incorporated merupakan salah satu cara untuk memastikan pembagian manfaat atau benefit sharing yang lebih inklusif kepada masyarakat.

Jadi bukan hanya sekedar masalah dari sisi cash transfer saja untuk masyarakat bawah atau program CSR dari perusahaan besar kepada masyarakat sekitarnya, tapi sampai kepada kepemilikan. Ini tahap yang lebih berkelanjutan untuk memastikan masyarakat mendapatkan manfaat yang lebih besar dari investasi,”

kata Faisal kepada Owrite.id. 

Fasial menilai implementasi perlu dilakukan secara hati-hati. Sebab, sering kali gagasan dan hasil yang ada di lapangan berbeda jauh. 

Baca juga:
​(Part I) 'Indonesia Incorporated' Prabowo: Saham Semu Rakyat di Tengah… Dalam peresmian Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Kabupaten Nganjuk, Jawa…
Prabowo Ogah Pilih Sosialis atau Kapitalis, Lebih Suka 'Ekonomi Jalan… Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa model ekonomi yang paling sesuai diterapkan…
Rupiah Melemah Berpotensi Ada Kenaikan BBM Bersubsidi? Ini Jawaban Bahlil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, memastikan bahwa pelemahan…
  • ​(Part I) 'Indonesia Incorporated' Prabowo: Saham Semu Rakyat di Tengah Kekusutan Ekonomi…
  • Prabowo Ogah Pilih Sosialis atau Kapitalis, Lebih Suka 'Ekonomi Jalan Tengah' Indonesia
  • Rupiah Melemah Berpotensi Ada Kenaikan BBM Bersubsidi? Ini Jawaban Bahlil

Dalam praktik memang perlu sangat berhati-hati. Seringkali ide seperti ini lemah dalam tataran desain teknis dan implementasi. Jangan sampai dari sisi desain itu malah menghambat pelaku usaha, (maupun) sektor swasta untuk berinvestasi karena kewajiban yang terlalu besar,”

terang dia. 

Faisal meminta agar pemerintah turun langsung untuk memastikan keseimbangan antara partisipasi sektor swasta tetap kondusif dengan masyarakat, serta demi memastikan turunan dampak yang lebih besar kepada masyarakat, termasuk melalui mekanisme kepemilikan ini. 

Sandungan Masa Depan 

Pengamat politik dari Citra Institute, Efriza, menilai gagasan yang disampaikan Presiden Prabowo cukup realistis. Namun, implementasi di lapangan menjadi tantangan terbesar yang harus dihadapi pemerintah.

Persoalannya adalah bagaimana sinergi itu diwujudkan dalam implementasi. Pemerintah harus mampu membangun kolaborasi antara pemerintah pusat, swasta, BUMN, hingga UMKM sampai ke tingkat desa,”

kata Efriza kepada Owrite.id. 

Problem utama ialah pada kondisi di lapangan, pemerintah belum mampu menunjukkan konsistensi arah kebijakan.

Baca juga:
Indonesia Incorporated Sulit Terwujud Jika Oligarki Masih Kuat Presiden RI Prabowo Subianto mengajak para pelaku usaha untuk menjadi bagian dari…
Konsep 'Indonesia Incorporated' Prabowo: Nihil Cetak Biru Kebijakan Presiden RI Prabowo Subianto mengajak para pelaku usaha untuk menjadi bagian dari…
Prabowo Gagas Indonesia Incorporated, Ekonom Soroti Risiko Implementasi Presiden Prabowo Subianto menggaungkan gagasan konsep Indonesia Incorporated. Ia menyebut, seluruh rakyat…
  • Indonesia Incorporated Sulit Terwujud Jika Oligarki Masih Kuat
  • Konsep 'Indonesia Incorporated' Prabowo: Nihil Cetak Biru Kebijakan
  • Prabowo Gagas Indonesia Incorporated, Ekonom Soroti Risiko Implementasi

Efriza mencontohkan sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai belum sejalan dengan tujuan yang disampaikan ke publik, umpama perihal efisiensi anggaran yang terus digaungkan pemerintah, tapi masih ditemukan indikasi pemborosan pada internal pemerintahan.

Selain itu, target swasembada pangan juga dianggap belum sepenuhnya selaras dengan realitas karena impor pangan masih terus dilakukan. Pemerintah juga perlu memastikan ada kepastian hukum agar program yang dijalankan tidak menimbulkan kebocoran anggaran maupun korupsi.

Efriza menilai pemerintahan Prabowo masih memiliki banyak pekerjaan rumah yang harus dibenahi, terutama terkait arah kebijakan nasional.

Menurut saya, pemerintah belum memiliki cetak biru yang jelas mengenai langkah dan kebijakan yang akan dijalankan. Misalnya, dalam program MBG,”

kata Efriza.

Ia pun membandingkan dengan era pemerintahan Presiden Jokowi yang dinilai memiliki arah kebijakan lebih terukur. Pada era Jokowi, arah kebijakan terkait pemberian protein terlihat jelas yakni tujuan, mekanisme, evaluasi dan pengawasan jelas. 

Sementara di era Prabowo, banyak hal terkesan diserahkan begitu saja kepada kementerian, padahal kementerian pun masih menghadapi ego sektoral dan belum optimal dalam melayani publik. 

Tag:EkonomiIndonesia IncorporatedPrabowo SubiantoPresiden
Share This Article
Email Salin Tautan Print
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Amin Suciady
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Redaktur Pelaksana di OWRITE Media, memiliki keahlian dalam komunikasi strategis, media relations, serta penyampaian informasi yang efektif.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Prabowo Sebut Belanda Kaya Raya Gegara Kuasai Indonesia Ratusan Tahun, Benarkah?
By Hadi Febriansyah
Presiden Prabowo Subianto di Sidang Paripurna DPR, Rabu 20 Mei 2026. (Sumber: YT BPMI)
1
Prabowo Wajibkan Ekspor Sawit hingga Batu Bara Lewat BUMN, Biar Apa?
By Anisa Aulia
Pekerja memuat tandan buah segar (TBS) kelapa sawit ke atas truk di perkebunan kelapa sawit Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Kamis (26/3/2026). Badan Pusat Statistik mencatat ekspor crude palm oil (CPO) pada Januari 2026 mengalami peningkatan 59,63 persen menjadi 2.514 ribu ton atau senilai 2,29 miliar dollar AS dibandingkan pada januari 2025 sebesar 1,485 ribu ton senilai 1,75 miliar dollar AS.
2
Kenapa Sih Prabowo Minta Purbaya Copot Dirjen Bea Cukai?
By Anisa Aulia
Presiden Prabowo Subianto (tengah) bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kiri) tiba di lokasi Rapat Paripurna ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026). DPR menggelar rapat paripurna dengan agenda antara lain penyampaian Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal oleh Presiden Prabowo.
3
Arsenal Akhirnya Juara Liga Inggris, Penantian 22 Tahun Resmi Berakhir
By Hadi Febriansyah
Skuad Arsenal merayakan gelar juara Liga Inggris 2025/2026
4
Prabowo Patok Pertumbuhan Ekonomi 2027 Tembus 6,5 Persen dan Rupiah Rp16.800
By Hadi Febriansyah
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026). DPR menggelar rapat paripurna dengan agenda antara lain penyampaian Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal oleh Presiden Prabowo.
5

BERITA LAINNYA

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, dalam dalam Acara The 50th IPA Convention & Exibithion (Convex) di ICE BSD, Tangerang. (Foto: owrite/Iren Natania)
Nasional

Bahlil Pastikan Migas Tak Tersentuh Kebijakan Ekspor Satu Pintu Prabowo

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa sektor…

iren natania longdongAmin Suciady
By
Iren Natania
Amin Suciady
38 menit lalu
Anies Baswedan
Nasional

Anies Sentil Pemerintah soal Ekonomi: Rakyat Butuh Kepastian, Bukan Ketenangan Semu

Anies Baswedan menanggapi kondisi ekonomi di Indonesia melalui pernyataan resminya di akun…

Hilwa UrwatulSyifa Fauziah
By
Hilwa Urwatul Wutsqa
Syifa Fauziah
2 jam lalu
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyampaikan sambutan dalam acara Satelit Nusantara Lima Resmi Beroperasi di Jakarta
Nasional

Menkomdigi Bongkar Platform Digital Tak Patuh, Baru 20 Persen Ikuti Permintaan Pemerintah

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengungkapkan saat ini tingkat kepatuhan platform…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan
3 jam lalu
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026). DPR menggelar rapat paripurna dengan agenda antara lain penyampaian Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal oleh Presiden Prabowo.
Nasional

Prabowo Ambisius Indonesia Bikin Mobil Sendiri, Tapi Kok Masih Impor dari India-China?

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen untuk mempercepat pembangunan industri nasional dengan fokus…

hadi-febriansyah-owriteowrite-adi-briantika
By
Hadi Febriansyah
Adi Briantika
3 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up