Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh menyampaikan dukungannya terhadap arah kebijakan ekonomi Presiden Prabowo Subianto di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah dan situasi ekonomi global yang belum stabil.
Pernyataan tersebut disampaikan Surya Paloh setelah dirinya menghadiri Rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta. Dia berpendapat optimisme masyarakat menjadi modal utama untuk menjaga stabilitas nasional serta mempertahankan kepercayaan terhadap pemerintah.
“Selain optimisme, apa lagi (yang publik) punya? Itu barangkali yang perlu dipahami. Modal (rakyat) yang terakhir adalah optimisme itu sendiri. Hanya tinggal optimisme. Kalaupun itu selesai, (rakyat) tidak punya apa-apa lagi. Tapi mudah-mudahan (rakyat) masih bisa menjaga optimisme itu,”
tutur Paloh, dikutip pada Kamis, 21 Mei 2026.
Kemarin, Presiden Prabowo Subianto memaparkan target asumsi makro dalam RAPBN 2027 saat pidato di Sidang Paripurna DPR RI. Tahun depan, pemerintah menargetkan nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar Amerika Serikat.
Target tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global yang masih berlangsung. Prabowo menegaskan bahwa stabilitas nilai tukar rupiah menjadi fokus penting dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) 2027.
Selain menjaga kestabilan mata uang nasional, pemerintah juga menargetkan pengendalian inflasi serta penguatan sektor riil melalui percepatan industrialisasi nasional.
Jaga Kepercayaan
Merespons kondisi ekonomi saat ini, Paloh menilai perdebatan yang tidak produktif justru dapat memperburuk situasi ekonomi nasional. Ia meminta seluruh elemen bangsa menjaga rasa percaya diri agar pelaku usaha dan pasar tetap optimistis.
Menurutnya, kepercayaan publik menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi di tengah tekanan global. Paloh juga menanggapi pelemahan pasar saham setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di level 6.200. Ia berharap penurunan tersebut hanya bersifat sementara dan tidak berlanjut dalam jangka panjang.
“Ya, mungkin (publik) harapkan itu hanya indikasi sementara aja. Tapi kalau itu semakin turun terus-menerus, ini perlu kembali dievaluasi,”
kata Paloh.
Pernyataan Paloh dinilai menjadi sinyal kuat dukungan politik Partai Nasdem terhadap agenda stabilitas ekonomi pemerintahan Prabowo Subianto. Dukungan tersebut muncul di tengah tekanan eksternal terhadap perekonomian nasional, mulai dari pelemahan rupiah hingga fluktuasi pasar saham yang dipengaruhi kondisi ekonomi global.

