Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim Hashim Djojohadikusumo mengatakan Presiden RI Prabowo Subianto merupakan satu-satunya presiden Indonesia yang memiliki pengalaman di bisnis minyak dan gas (migas).
Saya mau sampaikan juga kepada para hadirin, bahwa satu-satunya Presiden Republik Indonesia yang memiliki pengalaman sebagai pengusaha minyak adalah presiden sekarang ini, namanya Prabowo Subianto,”
kata Hashim dalam acara Indonesia Petroleum Association Convex 2026 di ICE BSD, dikutip Kamis, 21 Mei 2026.
Menurut Hashim, pernyataan tersebut didukung pengalaman Prabowo yang pernah menjabat sebagai komisaris utama di perusahaan miliknya yang bergerak di sektor minyak di Kazakhstan dan Azerbaijan.
Pak Prabowo selama tujuh tahun menjadi komisaris utama perusahaan saya yang bergerak di bidang minyak di Kazakhstan dan Azerbaijan,”
ujar Hashim.
Investor Migas Butuh Kepastian Hukum
Hashim menilai pengalaman tersebut membuat Prabowo memahami secara langsung tantangan yang dihadapi investor minyak dan gas bumi (migas) saat berinvestasi di luar negeri.
Ia menjelaskan kepastian kontrak, stabilitas politik, serta keamanan investasi menjadi faktor utama yang menentukan masuk atau tidaknya investor ke sektor migas Indonesia.

Menurutnya, Indonesia sebenarnya memiliki masa depan sektor migas yang sangat menjanjikan, tetapi ada sejumlah syarat penting yang harus dipenuhi pemerintah.
Kita punya masa depan yang sangat cerah dan menjanjikan, tetapi bersyarat. Syaratnya adalah kepastian hukum, fiscal terms, stabilitas politik, keamanan, dan ketertiban,”
kata Hashim.
Tanpa Kepastian Hukum Sulit Investor Masuk
Ia menegaskan tanpa kepastian hukum dan keamanan, investor tidak akan tertarik menanamkan modalnya di Indonesia.
Kalau tidak ada keamanan dan ketertiban, investor tidak mau beroperasi. Kalau tidak ada fiscal terms, investor tidak akan investasi. Kalau tidak ada kepatuhan terhadap kontrak-kontrak, investor akan hengkang dan meninggalkan kita,”
imbuhnya.


