PT Elnusa Tbk (ELSA) mendorong pengembangan teknologi pengawasan infrastruktur minyak dan gas bumi (migas) buatan lokal, dengan berkolaborasi bersama PT Pertamina (Persero) dan PT Pindad dalam menghadirkan teknologi inspeksi pipa berbasis ultrasonik.
Direktur Pengembangan Usaha Elnusa Arief Prasetyo Handoyo, mengatakan bahwa partisipasi perusahaan dalam IPA Convex 2026, bukan sekadar mengikuti pameran industri, melainkan menunjukkan kesiapan teknologi dan solusi nasional yang dapat mendukung daya saing sektor energi.
Melalui semangat Rediscover Technology and Innovation Edge, Elnusa terus mengembangkan teknologi dan solusi yang tidak hanya meningkatkan efisiensi dan reliability operasi, tetapi juga menciptakan nilai tambah bagi pelanggan dan mendukung keberlanjutan industri energi nasional,”
kata Arief dalam keterangannya, Kamis, 21 Mei 2026.
Alat Inspeksi Pipa Ultrasonik
Salah satu teknologi yang menjadi sorotan adalah PertaStream Inline Inspection Ultrasonic Tool (ILI UT), yakni alat inspeksi pipa berbasis ultrasonik hasil kolaborasi Pertamina, Pindad, dan Elnusa. Teknologi tersebut digunakan untuk memantau integritas jaringan pipa migas dari sektor hulu hingga hilir.
Perusahaan menyebut teknologi itu memiliki tingkat akurasi deteksi hingga 90 persen. Sistem itu juga dilengkapi integrasi big data analytics untuk memonitor kesehatan pipa secara menyeluruh sehingga dapat meningkatkan keandalan operasi sekaligus memperkuat mitigasi risiko kebocoran.

Selain alat inspeksi ultrasonik, Elnusa juga memperkenalkan Foam Pig Development sebagai bagian dari ekosistem Pipeline Integrity Management. Teknologi pembersih pipa itu diproduksi secara mandiri di dalam negeri dan dapat mendukung efisiensi operasional sekaligus meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
Kami ingin menghadirkan layanan end-to-end dari hulu hingga hilir yang semakin adaptif terhadap kebutuhan industri ke depan,”
ujar Arief.
Pengembangan Teknologi Nasional
Ia juga mengklaim bahwa transformasi bisnis Elnusa tidak hanya bertumpu pada ekspansi layanan, tetapi juga penguatan innovation edge melalui pengembangan teknologi nasional.
Elnusa juga unjuk gigi terhadap sejumlah kapabilitas teknis dalam pengembangan operasi migas, mulai dari teknologi stimulasi sumur tanpa proppant, optimalisasi akuisisi seismik 3D OBN di Papua, hingga implementasi Hydraulic Workover Unit (HDU) untuk operasi di area rawa dengan persyaratan teknis dan HSSE tertentu.


