Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 20 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / Masinis Argo Anggrek Ngerem 1,3 Km Sebelum Tabrakan, KNKT: Pusat Pengendali Cuma ‘Modal Suara’
Nasional

Masinis Argo Anggrek Ngerem 1,3 Km Sebelum Tabrakan, KNKT: Pusat Pengendali Cuma ‘Modal Suara’

hadi-febriansyah-owriteowrite-adi-briantika
Last updated: Mei 22, 2026 9:58 am
By
Hadi Febriansyah
hadi-febriansyah-owrite
ByHadi Febriansyah
Reporter
Jurnalis OWRITE yang meliput pemberitaan seputar dunia Olahraga mulai dari Sepak Bola, hingga Bulu Tangkis.
Follow:
Adi Briantika
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Follow:
3 bulan lalu
Share
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi (tengah) bersama Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono (kiri) dan Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti (kanan) menyampaikan paparan saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi V DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (21/5/2026)
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi (tengah) bersama Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono (kiri) dan Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti (kanan) menyampaikan paparan saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi V DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (21/5/2026) (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/wsj.)
SHARE

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkapkan bahwa masinis Kereta Api Argo Bromo Anggrek telah melakukan pengereman secara perlahan sekitar 1,3 kilometer sebelum terjadinya tabrakan dengan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat.

Daftar isi Konten
  • Informasi Diterima
  • Masinis Jalankan Instruksi

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono menjelaskan tindakan tersebut dilakukan setelah masinis menerima informasi adanya temperan atau tabrakan di jalur depan.

“Tadi saya sampaikan bahwa dari jarak 1.300 meter setelah menerima berita bahwa di depan ada temperan. Masinis sudah melakukan pengereman,”

kata Soerjanto usai rapat kerja bersama Komisi V DPR RI di Jakarta, Kamis, 21 Mei 2026.
Baca juga:
Guru Belum Merata, Kebijakan Bahasa Asing Sejak Kelas 1 SD… Rencana pemerintah menerapkan pembelajaran bahasa asing sejak kelas 1 sekolah dasar (SD)…
Pagi Berujung Gulita: Siswa SMA Tewas Tertemper KRL di Kalideres DK, seorang siswa SMA berusia 18 tahun, tewas di tempat setelah tertabrak…
Prabowo Belum Bisa Lepas dari Bayang-bayang Jokowi, Ini Penyebabnya Momen Presiden Prabowo Subianto duduk diapit Presiden ke-7 RI Joko Widodo dan…
  • Guru Belum Merata, Kebijakan Bahasa Asing Sejak Kelas 1 SD Jangan Sembarangan
  • Pagi Berujung Gulita: Siswa SMA Tewas Tertemper KRL di Kalideres
  • Prabowo Belum Bisa Lepas dari Bayang-bayang Jokowi, Ini Penyebabnya

Informasi Diterima

Soerjanto mengatakan informasi mengenai ada insiden di jalur depan disampaikan oleh Pusat Pengendali operasi melalui komunikasi suara. Maka, kondisi sebenarnya di lokasi belum bisa diketahui secara detail oleh petugas pengendali operasi.

Pusat pengendali operasi kemudian meminta masinis mengurangi kecepatan sebagai langkah antisipasi keselamatan. Selain itu, masinis juga diarahkan untuk memperbanyak penggunaan “Semboyan 35” atau membunyikan klakson sebagai tanda peringatan di jalur kereta.

“Karena situasi di Pusat Pengendali itu tidak tahu (kenyataan) sebenarnya, komunikasi lewat suara saja. Jadi kondisi lapangannya seperti apa, dia tidak tahu. Cuma memberitahu bahwa ada temperan di depan, rem-rem sedikit. Terus kemudian banyak-banyak melakukan ‘Semboyan 35’,”

jelas Soerjanto.

Masinis Jalankan Instruksi

Dalam penyelidikan, salah satu temuannya yakni masinis telah merespons instruksi dari Pusat Pengendali operasi di Manggarai sesuai prosedur yang disampaikan sebelum kecelakaan terjadi.

“Itu saja yang disampaikan, sehingga masinis sudah melakukan, (sudah) merespons yang disampaikan oleh Pusat Pengendali di Manggarai,”

kata dia.

Meski demikian, KNKT menegaskan investigasi penyebab utama kecelakaan masih berlangsung dan belum dapat disimpulkan dalam waktu dekat. Tim investigasi KNKT saat ini masih mengumpulkan dan memverifikasi berbagai data teknis maupun data operasional untuk mengetahui rangkaian lengkap peristiwa sebelum insiden.

Soerjanto menyatakan seluruh data dan temuan lapangan akan dianalisis secara menyeluruh agar penyebab kecelakaan bisa ditetapkan secara objektif dan akurat. Penyelesaian investigasi tersebut, membutuhkan waktu sekitar 2 hingga 3 bulan jika seluruh proses berjalan lancar.

“Kami berharap kalau semuanya lancar antara dua sampai tiga bulan mudah-mudahan bisa kami ambil kesimpulan (penyebab kecelakaan),”

kata dia.

Di lokasi yang sama, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan bahwa pemerintah masih menunggu hasil investigasi resmi KNKT terkait kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur.

Insiden tersebut diketahui mengakibatkan 124 orang menjadi korban. Dengan rincian 16 orang meninggal, 5 korban masih menjalani perawatan, dan 103 korban lainnya telah kembali ke rumah masing-masing.

Pemerintah berharap hasil investigasi KNKT dapat menjadi dasar evaluasi keselamatan transportasi perkeretaapian agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.

Tag:Headlineka argo bromo anggrekkecelakaanKNKTKRL Commuter Linept kaiStasiun Bekasi Timur
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
hadi-febriansyah-owrite
ByHadi Febriansyah
Reporter
Follow:
Jurnalis OWRITE yang meliput pemberitaan seputar dunia Olahraga mulai dari Sepak Bola, hingga Bulu Tangkis.
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Trending di OWRITE
Prabowo Belum Bisa Lepas dari Bayang-bayang Jokowi, Ini Penyebabnya
By Hardani Triyoga
Presiden RI Prabowo Subianto diapit Presiden ke-7 RI Jokowi dan Wapres Gibran Rakabuming Raka.
1
Baru Tumbuh 1,26 Persen, BI Sentil Bank yang Pelit Salurkan Kredit UMKM
By Anisa Aulia
Calon Tunggal Gubernur BI, Destry Damayanti. (Sumber: IG @destrydamayanti)
2
Aston Villa Buka Era Baru dengan Zion Suzuki, Emiliano Martinez Terancam Kehilangan Posisi
By Hadi Febriansyah
Kiper Timnas Jepang Zion Suzuki saat berkostum Parma.
3
Polda Metro “Lompat” ke Bogor, Ahli Soroti Yurisdiksi Penggeledahan Rumah Febrie
By Rahmat Baihaqi
Ahli hukum tata negara Universitas Tarumanagara, Rasji, dihadirkan sebagai saksi ahli kubu eks Jampidsus Febrie Adriansyah dalam gugatan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, 20 Agustus 2026.
4
601 Kecelakaan Kapal, 239 Korban Meninggal: DPR Sorot “Mesin Pembunuh di Laut”
By Rika Pangesti
Suasana rapat kerja Komisi V DPR bersama pemerintah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (19/8/2026).
5

BERITA LAINNYA

Penerjun Kopassus mengibarkan potret kepresidenan Presiden Prabowo Subianto di langit Jakarta saat HUT ke-81 RI, Senin, 17 Agustus 2026. (Sumber: BPMI Sekretariat Presiden)
Nasional

Efisiensi Tak Berlaku Buat Pemerintah, Kemensesneg Gelontorkan Rp305 Juta Buat Beli Merpati Di HUT RI

Staf Investigasi Indonesia Corruption Watch (ICW) Z. Azhim Syah menyoroti pengadaan burung…

iren natania longdongRahmat Tunny OWRITE
By
Natania Longdong
Rahmat Tunny
3 jam lalu
Perawat melakukan penanganan ke salah satu pasien yang dirawat di tenda darurat di RSUD TC Hillers, Maumere, Kabupaten Sikka, NTT.
Nasional

Ada PPPK Paruh Waktu Cuma Digaji Rp260 Ribu per Bulan, APKSI Bongkar Buramnya Kesejahteraan Nakes

Asosiasi Pekerja Kesehatan Seluruh Indonesia (APKSI) mengungkap ada PPPK paruh waktu yang…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
5 jam lalu
Pelajar menyantap paket menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 1 Babadan, Tulungagung, Jawa Timur, Selasa (26/5/2026).
Nasional

Guru Belum Merata, Kebijakan Bahasa Asing Sejak Kelas 1 SD Jangan Sembarangan

Rencana pemerintah menerapkan pembelajaran bahasa asing sejak kelas 1 sekolah dasar (SD)…

iren natania longdongAmin-Suciady-Owrite
By
Natania Longdong
Amin Suciady
5 jam lalu
Prajurit TNI sita barang bukti di tempat persembunyian TPNPB-OPM, Sabtu, 21 Maret 2026, di Kampung Topo, Nabire.
Nasional

9 Anak Disandera OPM, Eks Prajurit TNI: Salah Langkah Sandera Bisa Jadi Korban

Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) yang berafiliasi dengan Organisasi Papua Merdeka…

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
By
Rahmat Tunny
Amin Suciady
5 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up