Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Senin, 27 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • Piala Dunia 2026
  • prabowo
  • MBG
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Hype / 7 Tradisi Unik di Indonesia yang Masih Dilestarikan Masyarakat
Hype

7 Tradisi Unik di Indonesia yang Masih Dilestarikan Masyarakat

Ossid Duha Jussas Salmadusep-malik
Last updated: Mei 23, 2026 10:30 am
By
Ossid Duha Jussas Salma
ByOssid Duha Jussas Salma
Follow:
Dusep Malik
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Follow:
2 bulan lalu
Share
Karapan Sapi di Madura, Jawa Timur. (Sumber: Unsplash/ Yusuf Hasan)
Karapan Sapi di Madura, Jawa Timur. (Sumber: Unsplash/ Yusuf Hasan)
SHARE

Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan budaya dan tradisi. Berbagai tradisi tersebut lahir dari nilai kehidupan masyarakat setempat. Mulai dari ungkapan syukur, penghormatan terhadap leluhur, hingga bentuk kebersamaan antarwarga.

Daftar isi Konten
  • Target Pariwisata
  • 1. Upacara Ngaben (Bali)
  • 2. Ritual Rambu Solo (Toraja)
  • 3. Sekaten (Daerah Istimewa Yogyakarta)
  • 4. Bakar Batu (Papua)
  • 5. Tabuik (Sumatera Barat)
  • 6. Karapan Sapi (Madura)
  • 7. Pasola (Sumba, NTT)
  • Identitas Budaya

Dari Sabang sampai Merauke, setiap daerah memiliki kebiasaan unik yang diwariskan turun-temurun dan masih dijaga hingga kini. 

Berbagai kekayaan budaya ini juga menjadi daya tarik pariwisata nasional dan mancanegara, sehingga diyakini ikut menjadi salah satu motor penggerak devisa, serta pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian global. 

Baca juga:
Larung Kepala Kerbau di Pesisir: Menyelami Tradisi Sedekah Laut, Ritual… Indonesia dikenal sebagai negara maritim yang memiliki kekayaan budaya pesisir yang beragam.…
Bukan Cuma Hunian Megah, Ini Rahasia Filosofi Rumah Joglo dan… Rumah Joglo merupakan salah satu rumah adat khas Jawa. Lebih dari sekadar…
Empat Negara Dapat Pengecualian Kewajiban Simpan DHE SDA di RI,… Pemerintah Indonesia memberikan pengecualian terhadap empat negara dari kewajiban penempatan devisa hasil…
  • Larung Kepala Kerbau di Pesisir: Menyelami Tradisi Sedekah Laut, Ritual Para Nelayan…
  • Bukan Cuma Hunian Megah, Ini Rahasia Filosofi Rumah Joglo dan Konsep Manunggaling…
  • Empat Negara Dapat Pengecualian Kewajiban Simpan DHE SDA di RI, Ini Alasannya

Target Pariwisata

Pada tahun ini, target pariwisata Indonesia dipatok mencapai 16 juta hingga 17,6 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman). Pemerintah juga menargetkan devisa pariwisata sebesar US$22 miliar hingga US$24,7 miliar, dengan kontribusi sektor pariwisata terhadap PDB mencapai 4,5–4,7 persen.

Selain itu, pemerintah menargetkan sekitar 1,18 miliar perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) pada 2026 sebagai bagian dari penguatan sektor pariwisata nasional.

Berikut ini adalah 10 tradisi unik di Indonesia yang sampai hari ini masih dijaga kelestariannya oleh masyarakat dan menjadi daya tarik pariwisata.

Sejumlah pemuda mengarak ogoh-ogoh saat parade bertajuk Sanur Metangi 2026 di kawasan wisata Pantai Mertasari, Kota Denpasar, Bali
Sejumlah pemuda mengarak ogoh-ogoh saat parade bertajuk Sanur Metangi 2026 di kawasan wisata Pantai Mertasari, Kota Denpasar, Bali (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/wsj)

1. Upacara Ngaben (Bali)

Melansir dari laman Ceraken Kebudayaan Bali (15/04/2025), upacara Ngaben merupakan salah satu tradisi penting dalam agama Hindu Bali. Rangkaian utama kegiatan ini adalah upacara pembakaran mayat.

Dalam prakteknya, Ngaben ini termasuk dalam rangkaian upacara pitra yajna, yaitu upacara untuk menghormati dan menyucikan roh leluhur. Tujuan utama dari Ngaben ini adalah melepaskan atma (roh) dari unsur jasmani agar dapat kembali menuju alam ketuhanan atau Brahman.

Upacara Ngaben adalah salah satu tradisi budaya unik yang hingga hari ini masih dilestarikan oleh masyarakat Hindu Bali sebagai upacara sakral.

2. Ritual Rambu Solo (Toraja)

Suku Toraja di Sulawesi Selatan memiliki berbagai ritual adat. Terutama ritual adat yang berhubungan dengan siklus kehidupan manusia, mulai dari kelahiran hingga kematian. Dalam kepercayaan masyarakat adat, setiap tahap kehidupan dianggap sakral dan perlu penyempurnaan lewat upacara adat.

Salah satu yang paling dikenal yaitu Rambu Solo. Yaitu upacara kematian yang tujuannya untuk menghormati serta mengantarkan arwah orang yang sudah meninggal ke alam roh yang disebut puya.

Pelaksanaan Rambu Solo dapat berbeda-beda tiap komunitas adat. Namun, meski caranya berbeda-beda, semuanya memiliki tujuan yang sama. Salah satu wilayah yang masih melestarikan tradisi ini yaitu komunitas Kete Kesu di Toraja. Utara.

3. Sekaten (Daerah Istimewa Yogyakarta)

Upacara Sekaten di Keraton Yogyakarta. (Sumber: Dok. Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat)
Upacara Sekaten di Yogyakarta. (Sumber: Dok. Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat)

Mengutip dari situs Dinas Kebudayaan (Khunda Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta, Sekaten adalah tradisi untuk menghormati arwah leluhur. Awalnya, upacara ini adalah bentuk penghormatannya dengan melakukan selamatan atau sesaji yang diselenggarakan oleh para raja.

Namun pada masa Wali Sanga, upacara ini disesuaikan untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Adapun kata Sekaten sendiri berasal dari kata ‘sekati’ yang artinya adalah dua perangkat gamelan pusaka Kraton yang dibunyikan dalam pelaksanaan acara.

Berbeda dengan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW pada umumnya, Sekaten punya rangkaian acara sendiri. Yaitu pertama damelan dikeluarkan, lalu sore harinya kedua gamelan dibunyikan, kemudian pukul 23.00 – 00.00 dipindahkan ke halaman Masjid Agung dengan iring-iringan abdi dalem Kraton.

Kegiatan ini berlangsung setiap tanggal 6 sampai 12 bulan Maulid di Komplek Kraton dan Masjid Agung dengan serangkaian pasar malam di sekitar Alun-alun Utara.

4. Bakar Batu (Papua)

Tradisi Batu Bakar adalah kegiatan di mana masyarakat menggunakan batu sebagai tatakan untuk memasak makanan. Tradisi ini paling banyak masih dilakukan oleh suku Dani dari Lembah Baliem, Papua.

Adapun tujuan dari tradisi ini adalah untuk meningkatkan nilai bersyukur serta bersilaturahmi mempererat hubungan persaudaraan Masyarakat Papua Pegunungan.

Tentunya karena tradisi ini bisa mengumpulkan banyak orang sekali pelaksanaan, Batu Bakar juga menjadi simbol atas rasa syukur, kebahagiaan, dan kebersamaan yang dirasakan oleh masyarakat.

5. Tabuik (Sumatera Barat)

Tabuik atau yang lebih sering disebut Pesta Tabuik selalu jadi acara yang meriah di Sumatera Barat. Perayaan ini rutin dilaksanakan setiap tahun sejak 1831 sebagai peringatan Asyura atau hari kematian Imam Husein, cucu Nabi Muhammad SAW.

Tabuik adalah representasi dari makluk mitologis bernama burak yang digambarkan membawa jasad Husein bi Ali terbang ke angkasa dan menghilang. Bentuknya yaitu bagian atas seperti keranda menyerupai menara yang dihiasi bunga dan kain beludru warna-warni. Sedangkan bagian bawahnya berbentuk kuda bersayap, berekor dan berkepala manusia berambut panjang. 

Sampai hari ini, tradisi Tabuik masih dijaga kelestariannya oleh masyarakat Sumatera Barat.

6. Karapan Sapi (Madura)

Karapan Sapi di Madura, Jawa Timur. (Sumber: Unsplash/ Yusuf Hasan)
Karapan Sapi di Madura, Jawa Timur. (Sumber: Unsplash/ Yusuf Hasan)

Karapan Sapi atau Karaben Sapi adalah tradisi atraksi khas Madura berupa perlombaan atau adu cepat pasangan sapi yang ditunggangi tukang jongkok (joki atau sais). Sebelum pertandingan, terdengar iringan saronen, orkes gamelan khas Madura, sapi-sapi diarah mengelilingi arena pacuan.

Setelah sapi melemaskan otot sambal memamerkan keindahan pakaian (ambhin) dan aksesori yang beraneka ragam, semuanya dilucuti kecuali hiasan kepala. Hiasan kepala itu sebagai simbol percaya diri dan keperkasaan sapi selama adu cepat berlangsung.

Karapan Sapi adalah tradisi yang unik yang saat ini masih terjaga kelestariannya. Pagelaran ini menjadi ikon Madura dan atraksi wisata yang menarik perhatian turis lokal maupun mancanegara.

7. Pasola (Sumba, NTT)

Pasola adalah rangkaian dari upacara Nale, upacara traidsional yang digelar di Suma Barat dan Sumba Barat Daya. Upacara ini berupa serangkaian permainan berkuda dan saling lembar lembing dari atas kuda yang berlari cepat.

Tradisi ini berasal dari kepercayaan Marapi yang mana tujuannya untuk merayakan waktu panen tiba. Jadi maksudnya adalah setiap keberhasilan dipersembahkan kepada Dewa dalam ajaran Marapu.

Saat ini upacara sakral ini sudah menjadi warisan budaya yang menarik perhatian. Pasola sudah menjadi sebuah tradisi atraksi adu ketangkasan yang kelestariannya masih dijaga oleh masyarakat Sumba.

Baca juga:
No Signal, No Problem! Ini Tempat Wisata yang Justru Seru… Lelah dengan notifikasi pekerjaan dan scrolling tanpa henti? Saatnya mencoba tren wisata…
Prabowo Klaim PT DSI Sudah Kelola Devisa US$10,5 M, Selisih… Presiden Prabowo Subianto mengklaim PT Danantara Sumberdaya Indonesia (PT DSI) sudah mengelola…
Bentrokan Berdarah Adonara, Pigai Kerahkan Tim HAM dan Soroti Penyelesaian… Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengerahkan jajaran Kantor Wilayah Kementerian…
  • No Signal, No Problem! Ini Tempat Wisata yang Justru Seru Karena Nggak…
  • Prabowo Klaim PT DSI Sudah Kelola Devisa US$10,5 M, Selisih Harga Komoditas…
  • Bentrokan Berdarah Adonara, Pigai Kerahkan Tim HAM dan Soroti Penyelesaian Jalur Adat

Identitas Budaya

Keberagaman tradisi di Indonesia menjadi bukti kekayaan budaya yang dimiliki setiap daerah. Meski zaman terus berkembang, tradisi tetap dijaga dan diwariskan dari generasi ke generasi sebagai identitas budaya.

Melalui pelestarian tradisi, masyarakat bukan hanya menjaga warisan budaya, tapi juga memperkenalkan lebih luas tentang kekayaan budaya Indonesia kepada dunia. 

Tag:budayaDevisaPariwisataTradisiWisatawan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Rumor Badai Demo Agustus 2026: Perut Rakyat Masih Kenyang, Kepuasan Publik Jadi ‘Benteng’ Stabilitas Prabowo
By Rahmat Tunny
Demo di depan gedung DPR
1
Kisruh ‘Londo Ireng’, YLBHI Sentil Balik: Listrik Istana Dibayar Rakyat
By Adi Briantika
Presiden Prabowo Subianto menghadiri peringatan Harlah ke-28 PKB di Jakarta, Kamis (23/7/2026).
2
PPI Ingatkan Gibran Soal Pilpres 2029: Relawan Percuma Tanpa Perahu Partai
By Rahmat Tunny
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kiri) menyapa pasien saat mengunjungi RSUD Raden Mattaher, Jambi, Kamis (16/7/2026).
3
Akbar Faizal Kritik Pedas: Kejagung Bikin Cemas, Perlakukan Febrie bak “Anak Emas”?
By Rahmat Tunny
Mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Febrie Adriansyah (tengah) menjawab pertanyaan wartawan seusai menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (24/7/2026).
4
Cap ‘Londo Ireng’ Prabowo, YLBHI: Ciri Otoriter dan Fasis!
By Adi Briantika
Presiden Prabowo Subianto menyapa kader PKB saat menghadiri peringatan Harlah ke-28 PKB di Jakarta, Kamis (23/7/2026).
5

BERITA LAINNYA

Chicken & shrimp roll di sebuah piring.
Hype

Trik Bekal Sekolah Kilat: Resep Chicken Shrimp Roll Gurih Renyah, Tinggal Cemplung dari Freezer!

Akhir pekan menjadi waktu yang tepat bagi para orang tua untuk menyiapkan…

Syifa Fauziahowrite-adi-briantika
By
Syifa Fauziah
Adi Briantika
5 jam lalu
Ilustrasi gedung Kopdes Merah Putih dijadikan lokasi pernikahan.
Hype

Gedung Kopdes Merah Putih di Solo Disulap Buat Nikahan: Kondangan Penduduk Desa!

Gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Banjarsari, Kota Solo, Jawa…

Syifa Fauziahowrite-adi-briantika
By
Syifa Fauziah
Adi Briantika
8 jam lalu
Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda ketika bertemu warga Bacan, Halmahera Selatan, Februari 2026.
Hype

Maksud Hati Puji Sherly Tjoanda, Ahmad Sahroni Disentil Warganet: Uang Tak Bisa Beli Etika

Ungkapan bernada seksisme yang disampaikan anggota DPR RI Ahmad Sahroni kepada Gubernur…

Syifa Fauziahowrite-adi-briantika
By
Syifa Fauziah
Adi Briantika
10 jam lalu
Ilustrasi SDN 112329 Padang Nabidang dan Dapur MBG.
Hype

Sepekan Bangun Dapur, Bertahun Tatap Reruntuhan: Kontras SDN Padang Nabidang di Depan Dapur MBG

Seorang konten kreator menyoroti kondisi SDN 112329 Padang Nabidang yang berlokasi di…

Syifa Fauziahowrite-adi-briantika
By
Syifa Fauziah
Adi Briantika
12 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up