Chiki Fawzi, seorang aktivis Indonesia mengklaim bahwa rekan-rekannya mengalami perlakuan kasar oleh pasukan Israel saat melakukan aksi terkait Palestina.
Dalam unggahan Instagram pada Jumat 22 Mei 2026, Chiki Fawzi melalui Instagram pribadinya @chikifawzi menyampaikan bahwa teman-temannya dipukul di dalam container, ditembak dengan senapan angin, dilecehkan, dan disetrum listrik. Beberapa korban disebutkan mengalami cedera hingga memerlukan pemeriksaan rontgen karena diduga mengalami patah tulang.
Parah2 bgt perlakuan IOF ke teman2ku. Digebukin dalam container, ditembakin senapan angin sekitarnya, dilecetin, disetrum muluuu. Sampai bbrp harus dironsen krn ada bbrp yg kemungkinan patah :(,”
tulis Chiki Fawzi dalam caption unggahannya.
Ia juga menambahkan, bahwa insiden tersebut justru mendorong sembilan orang menjadi pendukung Palestina, menjadi lebih vokal. Serta empat orang jurnalis yang juga menjadi korban penculikan akan menceritakan pengalaman mereka.
Unggahan tersebut telah mendapat lebih dari 51 ribu likes, 1,4 ribu komentar, dan 3,4 ribu kali dibagikan di Instagram dalam waktu singkat.
Kolom komentar unggahan itu dipenuhi respons warganet yang mengaku lega setelah para peserta aksi disebut telah dibebaskan.
Alhamdulillah semua teman-teman WNI selamat. Mari kita berikan waktu untuk beliau semua beristirahat dan menenangkan diri. Setelah ini, semuanya akan bersaksi pada kita bagaimana parahnya penyiksaan yang diterima, saat penahanannya yang ‘hanya’ 3 hari,”
tulis akun @sm.shinta.
Sementara akun @chikifawzi juga menyebut beberapa barang milik peserta aksi disebut hilang selama penahanan.
Mereka cuma bawa badan dan pakai baju tahanan israel. Abeng bahkan kacamatanya diambil israel :(”
tulisnya di kolom komentar.
Komentar lain datang dari akun @rizmaditaap yang menilai pengalaman tersebut tidak akan menghentikan dukungan terhadap Palestina.
Alhamdulillah ya Rabb geretakan mereka pun nggak akan menggoyahkan iman2 saudara ku untuk berjuang menyuarakan membantu palestina, Allah bersama kalian semua para relawan,”
tulisnya.
Alhamdulillah udah selamat.. beberapa hari di penjara isrl aja udah kaya gitu penyiksaannya.. apalagi warga Plst yang bertahun2 menghadapinya,”
komentar akun @savitri.ummurayyankhalifah.
Masyaallah terharu.”
komentar akun @lifaolip.
Hingga berita ini ditulis, belum ada konfirmasi resmi dari pihak Israel mengenai tuduhan tersebut. Israel Defense Forces kerap membantah tuduhan penyiksaan dan menyatakan bahwa tindakan mereka merupakan respons terhadap ancaman keamanan selama operasi di wilayah konflik.


