Hari Tasyrik adalah tiga hari yang datang setelah Hari Raya Idul Adha, yaitu pada tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah.
Pada hari ini, umat Islam dilarang berpuasa pada hari-hari ini karena merupakan hari yang dikhususkan untuk menikmati rezeki dari Allah SWT.
Selain sebagai hari bebas berpuasa, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak dzikir, takbir, serta mengingat Allah SWT sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan.
Dengan demikian, Hari Tasyrik memiliki makna yang penuh hikmah, yaitu keseimbangan antara ibadah, syukur, dan kebahagiaan.
Asal Usul Hari Tasyrik
Melansir dari laman Majelis Ulama Indonesia 29 Juni 2023, tasyrik berasal dari kata dalam Bahasa Arab yaitu syarraqa yang berarti matahari terbit atau menjemur sesuatu.
Untuk itu, tasyrik juga bisa diartikan sebagai menghadap ke arah timur, yaitu arah datangnya sinar matahari.
Menurut Syekh Ibnu Manzur dalam kitab Lisan Al Arab, ada dua pendapat tentang asal-usul penamaan hari tasyrik.
- Alasan pertama, karena pada zaman dahulu umat Islam menjemur daging kurban untuk dijadikan dendeng (atau dikeringkan) agar bisa lebih awet dan bisa disimpan lebih lama. Karena pada zaman dulu, belum ada kulkas seperti sekarang.
- Alasan kedua, karena pada hari ini umat Islam diperbolehkan melakukan banyak ibadah, tetapi dilarang berpuasa. Larangan ini karena hari tersebut dianjurkan untuk makan dan menikmati hidangan dari daging kurban.
Tiga Amalan Hari Tasyrik
Dilansir dari laman NU Online 05 Juni 2025, meski di hari tasyrik tidak boleh berpuasa, tapi bukan berarti melewatkan amalan lainnya.
Justru di hari tasyrik ini umat muslim dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan rasa syukur setelah Idul Adha.
Berikut amalan yang dianjurkan untuk dikerjakan di hari tasyrik:
1. Memperbanyak Takbir
Hal ini berdasarkan penafsiran Ibnu Abbas RA terhadap dalam surat Al-Baqarah ayat 203, yang menjelaskan bahwa “hari-hari tertentu” merujuk pada hari Tasyrik.
Riwayat dalam hadis Bukhari juga menyebutkan bahwa para sahabat seperti Ibnu Umar dan Abu Hurairah RA keluar ke pasar sambil bertakbir, sehingga orang-orang pun ikut bertakbir bersama mereka. Sehingga sangat dianjurkan untuk memperbanyak takbir di hari tasyrik.
2. Memperbanyak Tahlil, Tahmid, dan Takbir
Selain takbir, umat Islam juga dianjurkan untuk memperbanyak tahlil, tahmid, dan takbir pada hari Tasyrik. Hal ini disampaikan oleh Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam kitabnya yaitu terdapat riwayat dari Ibnu Umar RA yang menyebutkan anjuran untuk memperbanyak bacaan tersebut di hari-hari Tasyrik.
3. Semua Amalan Baik
Ibnu Hajar Al-Asqalani juga mengutip pendapat Imam Ibn Jamrah yang menjelaskan bahwa tidak ada amalan atau zikir khusus yang ditetapkan secara khusus pada hari Tasyrik.
Namun, setiap amal kebaikan yang dilakukan pada hari tersebut memiliki keutamaan yang lebih besar dibandingkan dengan amalan yang dilakukan di luar hari Tasyrik.
Ini sebagai bukti bahwa hari Tasyrik merupakan waktu yang istimewa untuk beribadah, di mana setiap bentuk amal kebaikan seperti dzikir, takbir, tahmid, dan tahlil sangat dianjurkan.
Demikian keutamaan dan amalan yang bisa dikerjakan di hari tasyrik. Dengan memahami makna, asal-usul, serta amalan yang dianjurkan di dalamnya, umat Islam diharapkan dapat lebih menghayati nilai-nilai ketaatan dan pengorbanan.
Oleh karena itu, Hari Tasyrik sebaiknya tidak dilewatkan begitu saja, melainkan diisi dengan dzikir, doa, dan berbagai amal kebaikan lainnya.

