Direktorat Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri memfasilitasi kepulangan enam relawan Indonesia peserta Global Sumud Land Convoy (GSLC) ke Tanah Air.
Enam dari total tujuh relawan tersebut tiba di Jakarta pada Jumat sore, 29 Mei 2026, sementara satu relawan lainnya dilaporkan masih tertahan di Istanbul, Turki, dan bakal tiba di Nusantara dalam beberapa hari ke depan.
Dikutip dari laman portal Kementerian Luar Negeri, Minggu, 31 Mei, misi yang membawa bantuan kemanusiaan dunia untuk Palestina ini dilakukan Global Sumud Flotilla (GSF) melalui jalur laut dan jalur darat.
“Para relawan yang tergabung dalam GSLC menempuh rute Libya–Mesir–Gaza dan dikuti oleh para relawan dunia, termasuk 7 orang relawan Indonesia. Sejak awal keberangkatan, Kemlu RI dan juga Perwakilan RI terkait termasuk KBRI Tripoli telah melakukan koordinasi erat dengan berbagai pihak guna memantau dan memastikan keselamatan mereka,”
tulis Kemlu.
Dalam perjalanannya, GSLC tidak berhasil memperoleh izin melintas di wilayah Sirte, perbatasan Libya barat-Libya timur. Pada 25 dan 26 Mei 2026, KBRI Tripoli berhasil menjemput ketujuh relawan Indonesia dan selama di Tripoli, mereka terus didampingi dan ditampung di Wisma KBRI Tripoli, sambil menunggu proses kepulangan ke Indonesia. Para relawan pun mengapresiasi upaya pemerintah.
Pemerintah Indonesia kembali menegaskan bahwa pelindungan WNI merupakan prioritas utama dan menghargai semangat kemanusiaan rakyat Indonesia yang ingin menyalurkan bantuan ke wilayah konflik.
“Namun, mengingat tingginya risiko keamanan, masyarakat Indonesia yang ingin menjadi relawan diimbau untuk mempertimbangkan aspek keselamatan dan keamanan secara matang atau menyalurkan bantuannya melalui lembaga kemanusiaan yang memiliki akreditasi serta jaringan di wilayah tujuan,”
kata Kemlu.



