Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan, Indonesia mengimpor 20,9 ribu ton sapi jantan hidup pada April 2026, atau menjelang periode Idul Adha 2026. Sapi itu seluruhnya diimpor dari Australia.
Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik Pudji Ismartini mengatakan nilai impor sapi hidup dari Australia tersebut mencapai US$76,5 juta,
Impor sapi jantan hidup di April 2026 ada sebanyak 20,9 ribu ton atau sebesar US$76,5 juta. Dan negara asal impornya seluruhnya dari Australia,”
ujar Pudji dalam konferensi pers Selasa, 2 Juni 2026.
Tak Ada Impor Kambing
Sedangkan untuk kambing, Pudji mengatakan bahwa Indonesia tidak melakukan impor menjelang momen Lebaran Idul Adha 1447 Hijriah.
Kemudian di data yang kami olah saat ini tidak tercatat adanya impor kambing hidup di April 2026,”
jelasnya.
Diketahui, Australia selama ini menjadi pemasok utama sapi hidup ke Indonesia. Impor sapi hidup umumnya digunakan untuk kebutuhan penggemukan di dalam negeri sebelum dipasarkan.

Kementan Klaim Stok Hewan Kurban Surplus
Sementara itu, Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat jumlah hewan kurban secara nasional mencapai sekitar 3,2 juta ekor, sementara kebutuhan diperkirakan berada pada kisaran 2,4 juta ekor. Sehingga terdapat surplus sekitar 800 ribu ekor.
Berdasarkan proyeksi Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH), total ketersediaan hewan kurban mencapai sekitar 3,2 juta ekor, terdiri dari 860 ribu ekor sapi, 34 ribu ekor kerbau, 1,4 juta ekor kambing, dan 935 ribu ekor domba.
Kami melaporkan bahwa ketersediaan hewan kurban secara nasional cukup aman dan terkendali. Total proyeksi ketersediaan sebanyak 3,2 juta ekor, sementara proyeksi kebutuhan nasional kita untuk pengadaan hewan kurban ini sebanyak 2,4 juta ekor sehingga masih ada surplus sekitar 800 ribu ekor,”
ujar Direktur Jenderal PKH Kementerian Pertanian Agung Suganda.


