Mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), Mahfud MD menilai Presiden Prabowo Subianto mulai menunjukkan respons positif terhadap berbagai masukan dan kritik yang berkembang di tengah masyarakat.
Menurut Mahfud, dalam dua hari terakhir terdapat dua langkah penting yang dapat dibaca sebagai sinyal, bahwa Istana mulai lebih peka terhadap suara publik.
Salah satunya bahkan menyangkut gaya komunikasi Presiden yang selama ini kerap menjadi sorotan.
Dalam 2 hari terakhir ini terlihat Presiden Prabowo mulai merespons positif suara masyarakat,”
tulis Mahfud MD di akun X pribadinya yang dikutip, Rabu, 3 Juni 2026.
Mahfud menyoroti penampilan Prabowo saat menyampaikan pidato pada peringatan Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2026.
Berbeda dari sejumlah kesempatan sebelumnya yang sering diwarnai penyampaian spontan, dan improvisasi panjang. Kali ini, Prabowo memilih membaca naskah pidato secara utuh.
Bagi Mahfud, langkah tersebut bukan sekadar soal teknis berpidato, melainkan bentuk kesediaan Presiden untuk lebih fokus pada substansi pesan yang ingin disampaikan kepada publik.
Pertama, pada Peringatan Hari Lahirnya Pancasila 1 Juni 2026 beliau menyampaikan pidato dengan membaca teks sehingga lebih fokus,”
ucapnya.
Pernyataan itu menjadi menarik, karena dalam beberapa bulan terakhir muncul kritik dan harapan dari sebagian masyarakat agar Presiden lebih fokus pada agenda pemerintahan, dan komunikasi kebijakan, ketimbang membuka ruang polemik yang tidak perlu melalui pernyataan spontan.
Selain soal pidato, Mahfud juga menilai keputusan Prabowo mengganti Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menjadi sinyal kedua, bahwa pemerintah mulai merespons berbagai catatan publik terhadap program-program strategis.
Menurutnya, pergantian pimpinan BGN menunjukkan adanya evaluasi terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang selama ini mendapat sorotan luas dari berbagai kalangan.
Kedua, pada 2 Juni 2026 beliau mencopot Kepala BGN yang memang banyak disorot,”
jelas Mahfud.
Dua langkah tersebut dinilai Mahfud sebagai indikasi bahwa kritik yang berkembang di ruang publik tidak sepenuhnya diabaikan oleh pemerintah.
Di tengah derasnya tuntutan agar Presiden lebih fokus pada persoalan ekonomi, tata kelola program prioritas, dan stabilitas pemerintahan, perubahan gaya komunikasi serta evaluasi pejabat dianggap sebagai sinyal politik yang patut dicermati.



