Sebuah video yang dibagikan oleh pengguna TikTok Sulistiya Permatasari (@lililisti10) menarik perhatian warganet. Dalam video tersebut, perempuan yang berprofesi sebagai pramugari itu memperlihatkan momen saat dirinya membantu merias sejumlah jemaah haji asal Makassar.
Melalui unggahannya, Sulistiya menuliskan caption, “POV bawa jamaah asal Makassar pulang berhaji.” Ia juga menyampaikan bahwa suasana di dalam kabin pesawat bak “Met Gala di ketinggian 30.000 kaki” karena banyak jemaah, terutama para nenek, yang antusias berdandan sebelum tiba di kampung halaman.
Momen tersebut kemudian memicu rasa penasaran warganet. Mengapa para jemaah haji ingin tampil rapi dan cantik sebelum pesawat mendarat?
Ternyata, di balik kebiasaan itu terdapat tradisi penyambutan jemaah haji yang masih kuat dijaga oleh masyarakat, termasuk di Makassar dan berbagai daerah lain di Indonesia.
Simbol Syukur dalam Penyambutan Jemaah Haji
Dalam kutipan Kajian Prof. Dr. H Barsihannor, M. Ag di laman UIN Alaudin Makassar, dijelaskan bahwa tampilan mencolok para jemaah haji saat pulang ke kampung halaman bukanlah semata-mata kemewahan. Bagi masyarakat Bugis-Makassar, hal tersebut merupakan bentuk syukur atas nikmat.
Dalam tradisi Bugis-Makassar, pakaian terbaik, perhiasan, dan atribut khas memiliki makna lebih dari sekadar pelengkap penampilan. Berbagai simbol tersebut kerap hadir dalam peristiwa penting, mulai dari pernikahan, pesta adat, hingga penyambutan jemaah haji.
Kepulangan dari ibadah haji dipandang sebagai pencapaian spiritual yang membanggakan, sehingga momen itu dirayakan dengan penampilan terbaik sebagai wujud rasa syukur dan penghormatan kepada keluarga.
Mengenal Tradisi Mabello dan Taliti
Antusiasme para jemaah untuk berdandan sebelum mendarat ternyata berkaitan dengan tradisi mabello (atau mappatoppo) dan taliti yang dikenal dalam budaya Bugis-Makassar di Sulawesi Selatan.
Tradisi ini dilakukan oleh jemaah yang baru pulang dari ibadah haji dengan cara tampil rapi, mengenakan busana terbaik, serta memakai perhiasan. Persiapan untuk mengikuti tradisi tersebut bahkan kerap dilakukan sejak masih berada di dalam pesawat.
Menjelang mendarat, para jemaah, terutama perempuan, mulai merias diri, mengenakan pakaian yang telah disiapkan, dan melengkapi penampilan mereka sebelum bertemu keluarga serta kerabat yang menunggu di bandara. Tak heran jika pramugari dan pramugara turut membantu mendandani.
Komentar Lucu Warganet
Unggahan Sulistiya pun viral di media sosial. Banyak netizen yang memberi komentar lucu pada unggahannya.
Akhirnya bisa tidur nyenyak,selama ini jadi pertanyaanku mereka makeup dimana, turun turun di pesawat sudah cetar,”
ungkap akun TikTok @dg.83114kt.
Berasa pulang dari pesta Mahabharata,”
tulis @blankspacehero.
Seru banget maen princess princessan,”
ungkap @inidzikraafauzie.
Tak sedikit juga di antaranya warganet yang turut berbahagia dan mendoakan agar hajinya diterima oleh Allah SWT.
Jangan julit ya gess biarkan mereka merayakan bahagianya, mari kita berdoa aja semoga kita bisa pergi haji seperti mereka,”
tulis @adriani_adrii.
Tradisi Mabello dan Taliti bukan sekadar tentang berdandan atau mengenakan perhiasan, melainkan wujud rasa syukur masyarakat Bugis-Makassar dalam menyambut kepulangan dari perjalanan spiritual yang penuh makna.
Tak heran, jika momen para nenek yang antusias merias diri di dalam pesawat berhasil mencuri perhatian warganet. Bagi mereka, bertemu kembali dengan keluarga dan masyarakat setelah menunaikan ibadah haji adalah peristiwa istimewa yang layak disambut dengan penampilan terbaik sebagai simbol kebahagiaan, rasa syukur, dan kebanggaan.

