Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 23 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Purbaya
  • MBG
  • prabowo
  • iran
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Hype / Grebeg Suro 2026: Ini Bedanya Tradisi Suro di Surakarta dan Yogyakarta
Hype

Grebeg Suro 2026: Ini Bedanya Tradisi Suro di Surakarta dan Yogyakarta

Ani RatnasariSyifa Fauziah
Last updated: Juni 22, 2026 11:26 pm
Ani Ratnasari
Syifa Fauziah
Share
Grebeg Suro
Grebeg Suro (Foto: Laman Kraton Yogyakarta)
SHARE

Setiap kali bulan Suro atau jika di kalender hijriah disebut dengan bulan Muharram, suasana di sebagian wilayah Jawa akan terasa sedikit berbeda. Tidak ada pesta besar atau hingar-bingar seperti pergantian tahun pada umumnya. Justru yang muncul adalah ketenangan, bahkan cenderung hening.

Daftar isi Konten
  • Akar Sejarah Grebeg Suro
  • Kirab Kebo Bule di Surakarta
  • Mubeng Beteng di Yogyakarta

Di Surakarta dan Yogyakarta, tradisi itu kembali hidup lewat rangkaian Grebeg Suro dan berbagai ritual malam 1 Suro yang digelar keraton. 

Baca juga:
5 Kota Bersejarah di Indonesia dengan Jejak Peradaban Islam yang… Perjalanan Islam di Indonesia tidak dapat dilepaskan dari peran sejumlah kota yang…
Viral Jemaah Haji Dandan di Pesawat Sebelum Mendarat, Warganet: Met… Sebuah video yang dibagikan oleh pengguna TikTok Sulistiya Permatasari (@lililisti10) menarik perhatian warganet. Dalam…
3 Alasan Umat Islam Gelar Pawai Obor Saat 1 Muharram,… Saat malam Tahun Baru Islam tiba, ada satu tradisi yang hampir selalu…
  • 5 Kota Bersejarah di Indonesia dengan Jejak Peradaban Islam yang Masih Terjaga
  • Viral Jemaah Haji Dandan di Pesawat Sebelum Mendarat, Warganet: Met Gala Versi…
  • 3 Alasan Umat Islam Gelar Pawai Obor Saat 1 Muharram, Ternyata Bukan…

Tahun ini, Keraton Surakarta Hadiningrat bersama Pura Mangkunegaran kembali menggelar rangkaian peringatan malam 1 Suro yang jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026, bersamaan dengan Keraton Yogyakarta yang melaksanakan Lampah Budaya Mubeng Beteng.

Tradisi ini bukan sekadar agenda budaya tahunan. Karena di balik tradisi ini, ada cara pandang masyarakat Jawa tentang waktu, kehidupan, dan hubungan manusia dengan dirinya sendiri.

Kalau kebanyakan orang merayakan tahun baru dengan suasana yang meriah, malam 1 Suro justru sebaliknya. Di banyak tempat, suasana dibuat lebih tenang bahkan sunyi.

Sebagian masyarakat memilih tirakat, berdoa, berziarah ke makam leluhur, atau sekadar melakukan selamatan di rumah. Ada juga yang memilih tidak banyak beraktivitas dan menjadikan malam itu sebagai waktu untuk menahan diri dan merenung.

Dalam tradisi Jawa, 1 Suro dipandang sebagai momen untuk “ngresiki batin” atau membersihkan diri secara spiritual, bukan sekadar pergantian angka tahun.

Akar Sejarah Grebeg Suro

Melansir dari berbagai sumber, tradisi ini berakar dari kebijakan Sultan Agung Hanyokrokusumo, Raja Mataram Islam, yang pada tahun 1633 Masehi memperkenalkan Kalender Jawa-Islam. 

Sistem ini menggabungkan Kalender Saka dan Kalender Hijriah untuk menyatukan masyarakat Jawa yang saat itu sangat beragam.

Dari situlah bulan Suro ditetapkan sebagai awal tahun dalam kalender Jawa. Nama “Suro” sendiri diyakini berasal dari kata “Asyura” dalam tradisi Islam yang merujuk pada hari ke-10 bulan Muharram. 

Kalender ini kemudian lahir dan jadi simbol penyatuan budaya serta cara hidup masyarakat Jawa pada masa itu.

Baca juga:
Doa Puasa Mutih Lengkap dengan Niat dan Tata Caranya, Simak… Doa puasa mutih dibaca untuk melatih pengendalian diri, fokus batin, dan kedisiplinan.…
Bukan Sekadar Hiasan, Ini Makna Lampion di Hari Waisak Hari Waisak 2026 jatuh pada 31 Mei 2026. Perayaan ini identik dengan…
7 Tradisi Unik di Indonesia yang Masih Dilestarikan Masyarakat Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan budaya dan tradisi. Berbagai tradisi…
  • Doa Puasa Mutih Lengkap dengan Niat dan Tata Caranya, Simak Penjelasannya
  • Bukan Sekadar Hiasan, Ini Makna Lampion di Hari Waisak
  • 7 Tradisi Unik di Indonesia yang Masih Dilestarikan Masyarakat

Di berbagai daerah, Grebeg Suro dan malam 1 Suro diisi dengan beragam laku budaya dan spiritual. Ada yang melakukan tirakat, ada yang mengikuti doa bersama, ada pula yang berziarah. Semua itu bermuara pada satu hal yaitu refleksi diri.

Dalam pandangan masyarakat Jawa, malam ini dianggap sebagai waktu yang tepat untuk menata kembali sikap dan perjalanan hidup selama setahun terakhir.

Kirab Kebo Bule di Surakarta

Di Keraton Surakarta, malam 1 Suro identik dengan Kirab Satu Suro yang sudah berlangsung turun-temurun.

Tradisi ini mulai berkembang sejak masa Pakubuwono X (1893-1939) dan kemudian dilestarikan hingga sekarang. 

Ciri paling khas dari kirab ini adalah kehadiran kerbau bule keturunan Kiai Slamet yang berjalan di barisan depan. Biasanya agenda ini disaksikan oleh ribuan warga yang memadati jalan di sekitar keraton.

Menariknya, seluruh peserta berjalan dalam suasana hening. Tidak ada percakapan, tidak ada sorak-sorai. Semuanya berjalan dalam diam sebagai bentuk laku prihatin.

Mubeng Beteng di Yogyakarta

Di Yogyakarta, tradisi yang hampir serupa dikenal dengan Lampah Budaya Mubeng Beteng atau Topo Bisu.

Ribuan peserta berjalan mengelilingi benteng keraton tanpa berbicara. Tradisi ini sudah dilakukan sejak masa Sri Sultan Hamengku Buwono II. 

Ritual ini diawali dengan tembang macapat, lalu dilanjutkan perjalanan kaki mengitari benteng sejauh beberapa kilometer dalam keheningan.

Bagi peserta, diam bukan berarti kosong. Justru di dalam diam itulah ruang untuk merenung dan mengingat kembali perjalanan hidup setahun terakhir.

Dan seiring waktu, Grebeg Suro tidak hanya menjadi tradisi keraton, tetapi juga bagian dari kehidupan masyarakat Jawa secara lebih luas.

Di beberapa tempat, bulan Suro bahkan masih dianggap sebagai waktu yang “dijaga”, sehingga sebagian orang memilih menunda hajatan besar atau acara penting.

Meski begitu, di balik berbagai kepercayaan yang menyertainya, inti dari tradisi ini tetap sama yaitu mengajak manusia untuk berhenti sejenak, melihat ke dalam diri, dan kembali mengingat bahwa hidup tidak hanya soal bergerak maju, tetapi juga soal memahami apa yang sudah dilalui.

Tag:greveg surokraton surakartakraton yogyakartaTradisi
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Follow:
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Jokowi ‘Curi Start’ Pilpres 2029, Ada Misi Mengunci Kursi Cawapres untuk Gibran
By Hardani Triyoga
Presiden Prabowo Subianto (kiri) didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kedua kiri) bersiap memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12/2025).
1
PLN Jadwalkan Pemadaman Listrik di Bojonggede dan Citayam Hari Ini, Cek Wilayah Terdampak
By Ani Ratnasari
Pemadaman listrik
2
Teriak Takbir Pakai Baju Tahanan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Resmi Dilimpahkan ke Kejari Jaksel
By Rahmat Baihaqi
Roy Suryo dan dr. Tifa dilimpahkan kepada Kejari Jaksel dari Rutan Polda Metro Jaya, Senin, 22 Juni 2026.
3
Usai Bikin Geger Pemadaman Bergilir, PLN Klaim Gangguan Listrik Jawa Berangsur Pulih
By Natania Longdong
Direktur Utama PLN (Persero) Darmawan Prasodjo dalam konferensi pers di PLN Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali (UIP2B Jamali), Depok, Jawa Barat. (Sumber: Dok. PLN)
4
Janji Kompensasi Mandalika Diduga Zonk, ITDC dan Dinas Perkim Loteng Dilaporkan ke KPK
By Rahmat Baihaqi
LSBH NTB melaporkan dugaan korupsi relokasi pemukiman Mandalika kepada KPK, 22 Juni 2026.
5

BERITA LAINNYA

Raffi Ahmad
Hype

Tak Cuma Jago Akting, Deretan Artis Ini Ternyata Jadi Petinggi di Klub Olahraga Indonesia!

Dunia olahraga Indonesia kini semakin menarik dengan hadirnya sejumlah selebritas yang tidak…

Hilwa UrwatulIvan OWRITE
By
Hilwa Urwatul Wutsqa
Ivan Syahruna Lubis
12 jam lalu
Luke Vickery
Hype

5 Potret Luke Vickery, Calon Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia yang Jadi Sorotan

Nama Luke Anthony Vickery tengah menjadi perhatian pecinta sepak bola Tanah Air.…

Hilwa UrwatulSyifa Fauziah
By
Hilwa Urwatul Wutsqa
Syifa Fauziah
13 jam lalu
Side hustle
Hype

Punya Banyak Waktu Luang Saat Liburan? Ini 10 Ide Side Hustle yang Bisa Hasilkan Cuan

Liburan sering kali identik dengan waktu untuk beristirahat, bersantai, atau menikmati hobi…

Ossid Duha Jussas SalmaSyifa Fauziah
By
Ossid Duha Jussas Salma
Syifa Fauziah
13 jam lalu
Pusat Primata Schmutzer di Taman Margasatwa Ragunan
Hype

5 Wisata Jakarta yang Bisa Dikunjungi Naik Transportasi Umum, Cocok Saat Tarif Gratis

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta, Pemerintah Provinsi…

Ossid Duha Jussas SalmaSyifa Fauziah
By
Ossid Duha Jussas Salma
Syifa Fauziah
16 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up