Hong Myung-bo resmi mengakhiri masa jabatannya sebagai pelatih Timnas Korea Selatan setelah gagal membawa Taeguk Warriors melaju ke babak 32 besar Piala Dunia 2026.
Keputusan tersebut diumumkan tak lama setelah Korea Selatan dipastikan tersingkir dari turnamen.
Pengunduran diri Hong menjadikannya sebagai pelatih ketiga yang meninggalkan kursi kepelatihan selama Piala Dunia 2026 masih berlangsung.
Mengutip laporan Korea Daily, Hong Myung-bo menyampaikan keputusan tersebut dalam konferensi pers yang berlangsung di markas Timnas Korea Selatan di Tijuana, Meksiko, Minggu 28 Juni 2026 waktu setempat.
Pelatih berusia 57 tahun itu mengaku keputusan tersebut bukanlah hal yang mudah. Namun, ia merasa bertanggung jawab atas hasil yang diraih tim selama turnamen berlangsung.
Pertama-tama, saya ingin menyampaikan permintaan maaf yang tulus kepada para pendukung sepak bola Korsel. Hari ini saya mengundurkan diri dari tim nasional sepak bola,”
ujar Hong Myung-bo.
Ia menegaskan sejak menerima amanah sebagai pelatih kepala, fokus utamanya hanya menjalankan tanggung jawab sebaik mungkin.
Ini bukan keputusan yang mudah bagi saya. Namun sejak menerima tugas ini, saya tidak pernah memikirkan alasan lain selain menjalankan tanggung jawab yang dipercayakan kepada saya hingga akhir,”
tambahnya.
Langkah Korea Selatan di Piala Dunia 2026 harus terhenti lebih cepat setelah gagal bersaing di fase grup.
Hasil tersebut membuat Taeguk Warriors tidak mampu mengamankan tiket ke babak 32 besar sekaligus mengakhiri perjalanan Hong Myung-bo sebagai pelatih tim nasional.
Kegagalan itu juga memicu evaluasi besar di tubuh sepak bola Korea Selatan, termasuk keputusan sang pelatih untuk mengundurkan diri sebagai bentuk tanggung jawab.
Hong Myung-bo Jadi Pelatih Ketiga yang Mundur
Hong Myung-bo bukan satu-satunya pelatih yang meninggalkan jabatannya selama berlangsungnya Piala Dunia 2026.
Sebelumnya, pelatih Timnas Skotlandia, Steve Clarke, lebih dulu mengakhiri masa baktinya setelah gagal membawa negaranya lolos ke fase gugur.
Asosiasi Sepak Bola Skotlandia kemudian mengonfirmasi pengunduran dirinya usai tujuh tahun menangani tim nasional.
Sementara itu, Tunisia juga lebih dulu melakukan pergantian pelatih. Sabri Lamouchi dipecat setelah timnya menelan kekalahan telak 1-5 dari Swedia pada pertandingan pembuka Grup F.
Dengan mundurnya Hong Myung-bo, Piala Dunia 2026 kini telah mencatat tiga pergantian pelatih sebelum turnamen memasuki fase gugur.
Situasi tersebut menunjukkan tingginya tekanan yang harus dihadapi para pelatih di ajang sepak bola paling bergengsi di dunia.
















