Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) diperkirakan, akan mengalami defisit pada tahun ini. Hal ini terjadi karena belanja beasiswa dan program pendidikan lebih tinggi, bila dibandingkan pendapatan yang diperoleh dari dana abadi.
Adapun hingga akhir September 2025, realisasi belanja LPDP sebesar Rp7,46 triliun, atau lebih tinggi dari pendapatan yang hanya sebesar Rp6,82 triliun.
“Tahun 2024, 2023 kan pendapatan dan belanja lebih tinggi, tahun 2024 belanja lebih tinggi. Sehingga saya mungkin bisa sampaikan tahun ini, khusus Dana Abadi Pendidikan, DAP kemungkinan kita akan mengalami defisit,” ujar Plt Direktur Utama LPDP Sudarto di Bogor dikutip, Sabtu (11/10/2025).
Sudarto menjelaskan, penyebab defisit 2025 ini karena jumlah penerima beasiswa LPDP (awardee) naik dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini karena pemerintah mengejar ketertinggalan angka partisipasi pendidikan tinggi, pada 2023 pemerintah menerima 9.964 orang dari total pendaftar sebesar 33.396 orang.
“Tahun 2024 sekitar 8.000 orang karena banyak yang masih menjalani studi. Tahun ini kami hanya menerima sekitar 4.000 penerima baru. Mudah-mudahan tahun 2027 situasinya bisa kembali normal,” terangnya.
Meski demikian, Sudarto mengatakan defisit tahun ini bisa tertutupi oleh surplus sepanjang tahun 2020-2022. Di samping itu, LPDP juga mempunyai Dana Abadi tercatat hingga akhir tahun berada di angka Rp154,11 triliun.
“Kita sangat beruntung dengan kita membangun Dana Abadi 2013. Sehingga sampai dengan sekarang totalnya sudah mencapai Rp154,11 triliun,” ujarnya.
