Beredar sebuah video seorang pria yang diduga tim Agrinas tengah memberikan pendampingan kepada pengurus Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Video yang diunggah akun Instagram @filosofis.id itu menampilkan diskusi yang berlangsung di depan kantor Kopdes. Dalam kesempatan itu, tim Agrinas membagikan strategi agar koperasi desa mampu mencatat omzet hingga ratusan juta rupiah setiap bulannya.
Dalam pemaparannya, tim Agrinas menjelaskan bahwa target tersebut bukan sesuatu yang mustahil jika seluruh warga desa memiliki komitmen untuk berbelanja di koperasi.
Ia bahkan memberikan simulasi sederhana. Jika satu desa memiliki sekitar 400 kepala keluarga (KK) dan masing-masing keluarga mengalihkan belanja kebutuhan pokok sebesar Rp1 juta per bulan ke Kopdes, maka koperasi akan memperoleh omzet sekitar Rp400 juta setiap bulan.
Menurut tim Agrinas, kekuatan utama koperasi terletak pada basis anggota yang solid. Semakin besar partisipasi masyarakat dalam bertransaksi di koperasi, semakin besar pula perputaran ekonomi yang terjadi di desa.
Video tersebut kemudian viral di media sosial. Dalam sehari sejak diunggah, postingan itu telah mengumpulkan sekitar 15 ribu like, 4,3 ribu komentar, 1,2 ribu kali dibagikan ulang, serta 5,2 ribu share.
Namun alih-alih menuai dukungan, banyak warganet justru membanjiri kolom komentar dengan sindiran hingga kritik terhadap gagasan tersebut.
Aakun @123qweabcd menilai, persoalan utama masyarakat bukan sekadar tempat berbelanja.
Tidak buka lapangan kerjaan, tapi dipaksa belanja 1 jt perbulan… ND**MU…”
tulisnya.
Komentar bernada satire juga bermunculan. Salah satunya Akun @farkhan_setia menyebut diskusi tersebut layaknya obrolan bapak-bapak di tongkrongan.
Obrolan bapak-bapak jam 2 malam,”
ungkapnya.
Ada juga netizen yang berkomentar senada, bahkan mengaitkannya dengan kebiasaan orang asbun.
Kita klo lagi pas m*b*k malam minggu.. Ngobrol nya juga kek gitu. Trus esok paginya… Kita lupa pernah ngomong apa ajah,”
komentar akun @tattri_laksana
Ada pula komentar yang menyinggung kemungkinan adanya pemaksaan terhadap masyarakat, meski disampaikan dalam bentuk gurauan.
Siap-siap didatengin TENTARA ditodong PESTOL wajib belanja di KOPDES hahaha nikmati lah pilihan kalian warga 58,”
tulis akun @udb8rq.





















