Anggota DPRD Mojokerto, Rufis Bahrudin (RB) diperiksa penyidik KPK perihal korupsi kuota haji Kementerian Agama (Kemenag) tahun 2024.
Pemeriksaan Rufis berlangsung selama 5 jam sejak pukul 09.34 di gedung merah putih KPK, Senin (13/10/2025).
Usai diperiksa, Rufis mengaku disodori sebanyak 19 pertanyaan oleh penyidik.
Ya sebagai saksi saja, 19 pertanyaan,” kata Rufis di KPK, Senin (13/10/2025).
Ketika disinggung soal aliran uang, anggota DPRD Mojokerto itu mengaku tidak ditanya soal itu oleh penyidik KPK.
Rufis menjelaskan pemeriksaan dirinya sebagai Direktur Utama PT Sahara Dzumirra Internasional.
Ia mengaku usaha agen travelnya itu dibawah Asosiasi Penyelenggara Haji dan Umrah Seluruh Indonesia (ASPHIRASI).
Ia bawah ASPHIRASI,” jawabnya singkat.
Diberitakan sebelumnya KPK mendapat fakta adanya jual beli kuota haji dalam kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan 2023-2024. Kuota tersebut semestinya diperuntukkan untuk petugas haji.
Penyidik juga menemukan adanya dugaan kuota-kuota haji yang seharusnya diperuntukkan untuk petugas ya seperti petugas pendamping, kemudian petugas kesehatan, ataupun pengawas, dan juga administrasi itu ternyata juga diperjual-belikan kepada calon jamaah,” ujar Jubir KPK, Budi Prasetyo di kantornya, Selasa (7/10/2025).
Budi menerangkan dengan adanya dugaan jual beli kuota haji tersebut turut berimbas dengan pelayanan dengan pelayanannya. Seperti halnya kuota haji untuk petugas kesehatan yang semestinya memfasilitasi kesehatan bagi para jamaah selama beribadah.
Artinya ada petugas kesehatan yang berkurang jumlahnya ataupun petugas-petugas lain. Nah itu didalami juga oleh penyidik, tentu juga kondisinya berbeda-beda dari setiap biro travel,” terang Budi.
Meski demikian, dugaan adanya jual beli kuota haji khusus tersebut, KPK masih perlu melakukan pendalaman dengan memeriksa sejumlah saksi. Sehingga untuk nominalnya jual beli kuota tersebut masih belum diketahui.
Petugas apa yang diperjual-belikan, berapa nilainya, ada yang memperjual-belikan, ada yang tidak, ada yang sesuai ketentuan, beragam kondisinya. Maka penyidik penting untuk mendalami dari setiap PIHK tersebut,” jelas Budi.



