Argentina kembali dipertemukan dengan Swiss di babak perempat final Piala Dunia 2026 yang berlangsung Kansas City Stadium, Kansas, pada Minggu 12 Juli 2026 dini hari WIB.
Pertandingan ini bukan sekadar perebutan tiket menuju semifinal, tetapi juga mengulang rivalitas yang pernah tersaji pada Piala Dunia 2014 di Brasil.
Saat itu, Albiceleste harus berjuang hingga babak tambahan untuk menyingkirkan Swiss. Kini, kedua tim kembali bertemu dengan ambisi yang jauh lebih besar.
Pertemuan terakhir Argentina dan Swiss di Piala Dunia terjadi pada babak 16 besar edisi 2014. Selama 117 menit pertandingan berlangsung tanpa gol sebelum Angel Di Maria memecah kebuntuan lewat penyelesaian yang memanfaatkan umpan Lionel Messi.
Gol tersebut memastikan kemenangan tipis 1-0 sekaligus membawa Argentina melangkah ke babak perempat final.
Kini, 12 tahun berselang, kedua tim kembali saling berhadapan dalam pertandingan yang diprediksi berlangsung sengit.
Situasi kali ini berbeda dibandingkan pertemuan sebelumnya. Argentina kini berstatus sebagai juara bertahan usai menjuarai Piala Dunia 2022 di Qatar. Selain itu, Albiceleste juga pernah menjadi finalis pada edisi 2014.
Sementara itu, Swiss berhasil mencatat pencapaian bersejarah dengan menembus babak perempat final Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1954.
Messi: Setiap Laga di Piala Dunia Selalu Sulit
Lionel Messi mengaku masih mengingat duel melawan Swiss pada 2014. Kapten Argentina itu juga menyadari bahwa setiap pertandingan di fase gugur selalu menghadirkan tantangan besar.
Sebelumnya, Messi kembali menunjukkan kelasnya saat membantu Argentina bangkit secara dramatis mengalahkan Mesir 3-2 pada babak 16 besar. Albiceleste sempat tertinggal dua gol sebelum mencetak tiga gol dalam 11 menit terakhir pertandingan.
Kami kembali harus menderita, tetapi beginilah Piala Dunia. Setiap pertandingan berjalan seperti ini. Tim-tim ini tidak pernah menyerah dan terus berusaha sampai akhir,”
kata Messi.
Swiss Percaya Diri Hadapi Sang Juara Bertahan
Swiss melangkah ke delapan besar dengan modal kepercayaan diri tinggi setelah menyingkirkan Kolombia melalui drama adu penalti usai bermain imbang tanpa gol selama 120 menit.
Pertandingan nanti juga menjadi ajang reuni bagi tiga pemain yang tampil pada pertemuan 2014, yakni Lionel Messi, Granit Xhaka, dan Ricardo Rodriguez. Xhaka mengaku antusias kembali menghadapi sang megabintang Argentina.
Merupakan sebuah kehormatan bisa berada di era yang sama dengannya. Kami pernah melawannya saat kalah pada 2014 di Brasil. Kami tahu kualitas yang dia miliki, tetapi bukan hanya dia, seluruh tim Argentina juga sangat kuat,”
ujar Xhaka.
Senada dengan rekannya, Ricardo Rodriguez menilai Argentina tetap menjadi salah satu kandidat kuat juara.
Argentina adalah tim yang hebat. Mereka memiliki pemain-pemain yang sangat kuat dan pelatih yang bagus. Kami tahu bagaimana cara mereka bermain. Dan mereka juga memiliki yang terbaik, yaitu Messi,”
kata Rodriguez.
Swiss Siap Bermain Menyerang
Pelatih Murat Yakin menegaskan timnya tidak akan hanya mengandalkan permainan bertahan saat menghadapi Argentina.
Ia berharap gelandang kreatif Johan Manzambi bisa pulih dari cedera lutut agar dapat kembali memperkuat tim setelah absen pada laga melawan Kolombia.
Menurut Yakin, performa Argentina dalam dua pertandingan terakhir menunjukkan bahwa sang juara bertahan masih memiliki kelemahan yang bisa dimanfaatkan.
Kami akan menghadapi juara bertahan dan itu merupakan kesempatan yang sangat istimewa. Pada saat yang sama, kami menyadari bahwa Argentina bukan tim yang tidak bisa dikalahkan. Saya rasa pertandingan ini akan sangat menarik dari sisi taktik,”
ujar Yakin.
Di kubu Argentina, pelatih Lionel Scaloni diperkirakan tidak akan melakukan banyak perubahan pada susunan pemain yang sukses mengalahkan Mesir.
Meski demikian, Scaloni mengingatkan anak asuhnya agar tidak memandang sebelah mata kekuatan Swiss.
Menurutnya, Swiss merupakan tim yang memiliki tradisi kuat di Piala Dunia serta dihuni banyak pemain berkualitas. Oleh sebab itu Argentina harus kembali menampilkan performa terbaik jika ingin menjaga asa mempertahankan gelar juara dan melaju ke babak semifinal.



















