Profil gelandang Timnas Spanyol, Rodri, menarik untuk dikulik. Pasalnya, ia resmi dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Piala Dunia 2026 atau peraih Golden Ball.
Penghargaan itu juga sebagai sebuah keberhasilan Spanyol yang mengalahkan Argentina 1-0 melalui gol Ferran Torres pada babak perpanjangan waktu di partai final.
Gelandang bertahan berusia 30 tahun ini tampil sebagai sosok master di lini tengah La Roja sepanjang delapan pertandingan. Ia pun berhasil membawa Spanyol meraih gelar juara dunia untuk kedua kalinya.
Perjalanan Karier Rodri
Rodri, yang memiliki nama lengkap Rodrigo Hernández Cascante, lahir di Madrid, Spanyol, pada 22 Juni 1996. Karier sepak bolanya dimulai di akademi Atlético Madrid sebelum melanjutkan pembinaan di Villarreal. Bersama klub tersebut, ia menembus tim utama dan berkembang menjadi salah satu gelandang bertahan terbaik di La Liga.
Penampilan impresifnya membuat Atlético Madrid membawanya kembali pada 2018. Namun, hanya semusim berseragam Los Rojiblancos, Rodri hijrah ke Manchester City pada 2019 dengan nilai transfer yang saat itu menjadi rekor klub.
Meraih Empat Gelar Liga Inggris
Di bawah arahan Pep Guardiola, Rodri menjelma sebagai pilar penting lini tengah City. Ia berperan besar membawa klub itu meraih empat gelar Liga Inggris secara beruntun pada musim 2020–2021 hingga 2023–2024.
Momen paling bersejarah terjadi pada musim 2022–2023 saat gol tunggalnya ke gawang Inter Milan memastikan Manchester City menjuarai Liga Champions untuk pertama kalinya sekaligus melengkapi raihan treble winners.
Berkat performa konsistennya, ia juga dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Liga Champions musim tersebut.
Di level internasional, Rodri menjalani debut bersama tim nasional senior Spanyol pada 2018. Sejak itu, ia tampil di berbagai turnamen besar, termasuk Euro 2020, Piala Dunia 2022, dan Euro 2024.
Bersama La Furia Roja, ia sukses menjuarai UEFA Nations League 2023 dan Euro 2024, serta menyabet penghargaan sebagai pemain terbaik di kedua turnamen tersebut.
Pada 2024, Rodri sempat mengalami cedera ACL yang membuatnya menepi cukup lama. Meski demikian, ia tetap mencatat pencapaian prestisius dengan meraih Ballon d’Or 2024 sebelum akhirnya kembali merumput bersama Manchester City pada Mei 2025.






















