Keberhasilan Luis De la Fuente mengantarkan Timnas Spanyol menjadi juara Piala Dunia 2026 membuat dari Real Federación Española de Fútbol (RFEF) bergerak cepat mengamankan masa depan sang peramu taktik.
Merujuk sejumlah laporan media Spanyol, RFEF berencana memperpanjang kontrak sang pelatih hingga empat tahun mendatang atau sampai Piala Dunia 2030 berakhir.
Presiden RFEF Rafael Louzan dijadwalkan bertemu dengan Luis de la Fuente setelah libur musim panas, sebelum kompetisi domestik kembali dimulai.
Setelah menjalani perjalanan panjang di Piala Dunia 2026, De la Fuente kini memilih menikmati masa istirahat bersama keluarganya.
Pria berusia 65 tahun itu mengambil waktu untuk berlibur usai membawa Spanyol mengalahkan Argentina 1-0 pada final Piala Dunia 2026 yang berlangsung pada Senin, 20 Juli 2026.
Kesuksesan La Roja menjuarai Piala Dunia 2026 juga memperlihatkan keberhasilan regenerasi skuad.
Nama-nama muda seperti Lamine Yamal, Pau Cubarsi, dan Nico Williams tampil menonjol sepanjang turnamen dan diproyeksikan menjadi tulang punggung Spanyol dalam menghadapi berbagai ajang besar berikutnya, termasuk Piala Eropa 2028 dan Piala Dunia 2030.
Target Besar Spanyol
Setelah meraih gelar dunia, tantangan berikutnya menanti Timnas Spanyol.
Selain memburu gelar Euro 2028, La Roja juga akan menghadapi Piala Dunia 2030 yang memiliki arti khusus karena Spanyol dipercaya menjadi salah satu tuan rumah bersama Portugal dan Maroko.
Dengan agenda besar tersebut, RFEF menilai De la Fuente merupakan sosok paling tepat untuk memimpin perjalanan tim nasional dalam beberapa tahun ke depan.
Keberhasilan menjuarai Piala Dunia 2026 membuat De la Fuente bergabung dengan daftar pelatih legendaris Spanyol.
Sebelumnya, Jose Villalonga membawa Spanyol menjadi juara Piala Eropa 1964. Kemudian Luis Aragones mempersembahkan gelar Euro 2008.
Setelah itu, Vicente del Bosque mengantarkan La Roja menjuarai Piala Dunia 2010 dan Euro 2012. Kini, De la Fuente melengkapi daftar tersebut setelah membawa Spanyol menjuarai Euro 2024 dan Piala Dunia 2026.
Trofi Piala Dunia 2026 juga mengakhiri penantian panjang Spanyol yang sebelumnya terakhir kali menjadi juara dunia pada edisi 2010 di Afrika Selatan.
Prestasi tersebut menjadi alasan kuat bagi RFEF untuk segera menyodorkan kontrak baru agar De la Fuente tetap menangani Timnas Spanyol hingga 2030. Saat ini, kontraknya masih berlaku hingga berakhirnya Piala Eropa 2028.
Segera Rampungkan Negosiasi
Louzan menegaskan keinginannya untuk segera membahas kontrak baru bersama De la Fuente dan perwakilannya.
“Kami dapat berasumsi bahwa Luis de la Fuente akan bersama kami untuk sementara waktu. Saya sudah menangani perpanjangan kontrak dia sebelumnya. Saya harus melaksanakan perpanjangan kontraknya yang penting, perlu, dan adil,”
kata Louzan dikutip pada Rabu, 22 Juli 2026.
“Sekarang mungkin terserah kami, sejauh yang kami bisa, untuk meningkatkan dan memperpanjang hubungan itu. Saya bangga dengan dia membantu kami mencapai kesepakatan saat itu. Pada tahun 2030, kami memiliki janji dengan sejarah, dan kami ingin Luis De la Fuente menjadi bagian darinya,”
tambah Louzan.
Louzan menjelaskan bahwa pembicaraan resmi akan dilakukan setelah musim panas berakhir untuk menentukan waktu terbaik menyelesaikan proses perpanjangan kontrak beserta penyesuaian lainnya.
Prestasi Jadi Modal Utama
Sejak dipercaya menjadi pelatih Timnas Spanyol senior pada Desember 2022, De la Fuente terus mencatatkan prestasi gemilang.
Ia berhasil membawa La Roja menjuarai UEFA Nations League 2022-2023, kemudian mengangkat trofi Piala Eropa 2024, dan kini melengkapi pencapaiannya dengan gelar Piala Dunia 2026.
Dengan sederet prestasi tersebut, posisi De la Fuente dalam negosiasi kontrak terbaru dinilai jauh lebih kuat dibandingkan sebelumnya.
RFEF juga menyadari bahwa persaingan mendapatkan pelatih berkualitas di level tim nasional semakin tinggi.
Beberapa negara telah menunjuk nama-nama besar seperti Carlo Ancelotti yang menangani Brasil, Jurgen Klopp bersama Jerman, serta Zinedine Zidane yang dikaitkan dengan Prancis.
Sementara itu, Italia dikabarkan masih berupaya meyakinkan Pep Guardiola untuk memimpin Gli Azzurri.
Di tengah persaingan tersebut, mempertahankan De la Fuente menjadi langkah strategis bagi Spanyol untuk menjaga kesinambungan prestasi sekaligus mempersiapkan tim menghadapi Piala Dunia 2030 di kandang sendiri.
























