Presiden FIFA, Gianni Infantino, kembali memberikan apresiasi terhadap sikap dan sportivitas para pemain Timnas Spanyol setelah sukses menjuarai Piala Dunia 2026.
Pernyataan tersebut muncul di tengah proses penyelidikan FIFA terhadap insiden kericuhan yang terjadi seusai laga final antara Spanyol dan Argentina.
Spanyol memastikan gelar juara dunia setelah mengalahkan Argentina dengan skor 1-0 pada laga final yang berlangsung di Stadion MetLife, New Jersey, Senin 20 Juli 2026 dini hari WIB.
Gol semata wayang Ferran Torres pada babak perpanjangan waktu menjadi penentu kemenangan La Roja. Sementara itu, Argentina harus menyelesaikan pertandingan dengan 10 pemain setelah Enzo Fernandez menerima kartu merah menjelang berakhirnya waktu normal.
Situasi memanas setelah pertandingan usai. Leandro Paredes disebut berada di pusat keributan karena diduga melepaskan pukulan dan tendangan ke arah pemain Spanyol yang tengah merayakan keberhasilan mereka.
Insiden tersebut kemudian melibatkan sejumlah pemain dari kedua tim sebelum akhirnya berhasil diredam menjelang prosesi penyerahan medali dan trofi. Akibat kejadian tersebut, FIFA membuka penyelidikan untuk mengusut insiden yang terjadi setelah laga final.
Infantino Kembali Kenang Pertemuan dengan Luis de la Fuente
Pelatih Timnas Spanyol, Luis de la Fuente, mengungkapkan bahwa dirinya pernah berbincang dengan Gianni Infantino saat Olimpiade, ketika Spanyol berhasil meraih medali perak.
Dalam wawancara bersama Marca yang dikutip Mirror, De la Fuente menceritakan bahwa Presiden FIFA kembali mengingat percakapan tersebut setelah Piala Dunia 2026 berakhir.
Saya selalu mengatakan bahwa percakapan pribadi seharusnya tetap menjadi percakapan pribadi. Namun, kali ini saya rasa layak untuk diceritakan karena ini menunjukkan kualitas para pemain kami,”
ujar De la Fuente.
Infantino dan saya bertemu di Olimpiade, ketika kami meraih medali perak. Perilaku para pemain saat itu luar biasa. Mereka mengenakan medali mereka, tidak melepasnya, dan menikmati upacara penutupan. Setelah acara selesai, Infantino menghampiri saya dan berkata, ‘Mister, para pemain Anda adalah contoh,”
ungkap De la Fuente.
Menurut De la Fuente, pujian yang disampaikan Infantino saat Olimpiade kembali diulang setelah keberhasilan Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026. Ia menyebut banyak pemain yang tampil di Olimpiade juga menjadi bagian dari skuad juara dunia.
Beberapa hari lalu dia mengingatkan saya lagi. Dia mengatakan, ‘Apa yang saya katakan saat Olimpiade masih berlaku hingga sekarang. Mereka menjadi contoh dalam semangat tim, persahabatan, kemurahan hati, pengorbanan, dan kualitas sepak bola.’ Hal seperti itulah yang membuat kami bangga. Kebanggaan terbesar kami melampaui apa pun yang hanya berkaitan dengan sepak bola,”
kata De la Fuente.
Sikap Pemain Argentina Jadi Sorotan
Pernyataan Infantino muncul ketika perilaku sejumlah pemain Argentina masih menjadi perhatian publik. Selain diduga terlibat dalam keributan seusai pertandingan, beberapa pemain Argentina juga disebut membelakangi prosesi saat para pemain Spanyol menerima medali dan trofi juara.
Insiden tersebut kini tengah berada dalam penyelidikan FIFA untuk menentukan apakah terdapat pelanggaran disiplin yang berujung pada sanksi.
Rivalitas antara Spanyol dan Argentina diperkirakan belum akan berakhir setelah final Piala Dunia 2026.
Kedua tim berpeluang kembali bertemu dalam ajang Finalissima yang mempertemukan juara Piala Eropa dengan kampiun Copa America. Namun hingga saat ini, UEFA dan CONMEBOL masih belum mengumumkan jadwal resmi pertandingan tersebut.
Di tengah proses investigasi terhadap kericuhan final, Timnas Spanyol justru mendapat apresiasi atas sikap sportivitas yang ditunjukkan para pemainnya.
Sementara itu, Argentina masih menunggu hasil penyelidikan FIFA yang akan menentukan apakah ada hukuman yang dijatuhkan terkait insiden seusai final Piala Dunia 2026.


















