Tenda biru sepanjang 100 meter terpancang tegak di area kompleks Polda Metro Jaya. Di bawahnya ada ratusan orang bersila. Beberapa di antaranya celingak-celinguk memperhatikan kondisi sekitar, ada juga yang menundukkan kepala seakan meratapi nasib.
Kumpulan itu mengenakan kaos lengan pendek kelir oranye yang dipadukan dengan celana pendek warna serupa. Di bagian punggung tertulis ” Tahanan Reskrim”. Mereka merupakan pelaku kejahatan jalanan seperti curanmor, begal dan lain-lain, yang beberapa waktu lalu marak mengintai Ibu Kota dan wilayah aglomerasi Bekasi, Depok, dan Tangerang Kota.
Wakapolda Metro Jaya Brigjen Dekananto mengatakan di antara mereka, terdapat 35 pelaku yang “hobi” bolak balik mendekam di balik jeruji, sementara 694 orang lain merupakan “pemain baru”.
“Telah diamankan 729 tersangka, beberapa tersangka adalah residivis yang berhasil diungkap oleh jajaran Reskrim dan juga cukup banyak para pelaku baru curanmor yang diungkap,”
kata Dekananto saat konferensi pers, Jumat, 31 Juli 2026.


Operasi kepolisian bersandi “Brantas Jaya” ini mencatat 769 kasus kejahatan dalam kurun waktu 4-18 Juli. Curanmor menjadi tindak pidana yang mendominasi, bahkan modus operandi kuno hingga aksi nekat kerap dilancarkan pelaku.
Meski memakai modus lama bermodalkan kunci T, pelaku berhasil menggondol kendaraan bermotor milik korbannya.
Adapula para pembegal yang berani mengacungkan senjata tajam kepada pelaku. Hingga yang paling ekstrem membawa beceng untuk menakut-nakuti korban.
“Ada 12 air gun, Ada 27 bilah senjata tajam, ada 119 kunci T dan 150 unit telepon genggam yang digunakan para pelaku untuk berkomunikasi antar jaringan,”
ujar Dekananto.
Dalam kesempatan tersebut, pihak kepolisian memajang 428 unit sepeda motor—mulai dari bermerek Shogun ‘tua’ yang tinggal kerangka hingga jenis Vespa matis modern. Seluruh kendaraan tersebut tertata rapi dan dikelilingi garis polisi. Bahkan ada juga 21 mobil, 11 pucuk senjata api, dan uang tunai Rp10.763.000 yang turut dipajang.


Jaringan Lintas Provinsi
Usut punya usut, kata jenderal polisi bintang satu itu, para pelaku tidak beraksi sendiri atau bergerak sebagai kelompok kecil. Beberapa di antaranya merupakan sindikat spesialis curanmor.
Hal itu berdasar hasil pengungkapan Polda Metro Jaya bahwa ada jaringan pelaku curanmor lintas Sumatra dan Jawa Barat.
“Karena pengungkapan kasus curanmor ini menjadi atensi Bapak Kapolda agar jajaran Polda Metro Jaya serius untuk mengungkap jaringan, termasuk jaringan lintas provinsi,”
kata Dekananto.
Lantas ia mengklaim setelah penindakan ratusan kasus kejahatan jalanan itu, kepolisian berhasil menekan angka kejahatan jalanan. Namun, kegiatan razia stasioner dan patroli rutin masih akan tetap berjalan.



























