PT MRT Jakarta resmi meluncurkan sistem pembayaran tiket menggunakan kartu kredit nirsentuh (EMV Contactless) di seluruh stasiun MRT Jakarta. Mulai hari ini, pengguna dapat langsung menempelkan (tap) kartu kredit Visa dan Mastercard di gerbang pembayaran tanpa perlu membeli kartu khusus atau mengisi saldo uang elektronik.
Peluncuran ini menjadikan MRT Jakarta sebagai moda transportasi publik pertama di Indonesia yang menerima pembayaran langsung menggunakan kartu kredit nirsentuh. Langkah tersebut diharapkan mempermudah mobilitas masyarakat sekaligus memberikan pengalaman yang lebih praktis bagi wisatawan mancanegara yang telah terbiasa menggunakan sistem pembayaran serupa di berbagai kota dunia.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, sistem pembayaran baru ini merupakan bagian dari upaya menjadikan Jakarta sejajar dengan kota-kota global yang telah mengadopsi pembayaran transportasi berbasis EMV.
Hari ini secara resmi sistem pembayaran tiket menggunakan kartu kredit nirsentuh atau EMV Contactless di MRT Jakarta diluncurkan. Ini merupakan yang pertama di Indonesia, sehingga masyarakat dapat langsung menggunakan kartu kredit seperti Visa dan Mastercard tanpa perlu membeli kartu khusus. Sebagai kota global, Jakarta harus sejajar dengan kota-kota yang sudah menerapkan sistem ini,”
ujar Pramono dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat, 31 Juli 2026.
Berlanjut ke Transportasi Lain


.beritajakarta.id)
Ia berharap sistem serupa nantinya diterapkan di moda transportasi lain seperti LRT Jakarta, Transjakarta, Transjabodetabek, hingga LRT yang dibangun pemerintah pusat sehingga masyarakat cukup menggunakan satu sistem pembayaran yang terintegrasi saat berpindah moda transportasi.
Sementara itu, Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Tuhiyat mengatakan kehadiran metode pembayaran berbasis EMV ini juga ditujukan untuk meningkatkan kenyamanan pelanggan, terutama wisatawan asing yang jumlah kunjungannya ke Jakarta terus meningkat.
Metode pembayaran digital berbasis EMV ini merupakan bagian dari upaya MRT Jakarta mendukung sistem pembayaran yang inklusif bagi seluruh pelanggan, termasuk pengguna dari luar Indonesia yang terbiasa menggunakan transaksi EMV,”
kata Tuhiyat.
Jakarta Sejajar Kota Dunia


Menurutnya, penerapan sistem tersebut membuat Jakarta sejajar dengan lebih dari 150 kota metropolitan di dunia, seperti Singapura, Tokyo, Shanghai, dan New York yang telah lebih dulu menyediakan pembayaran EMV pada transportasi publiknya.
Sejak beroperasi pada 2019, MRT Jakarta mencatat pertumbuhan jumlah pengguna yang terus meningkat. Hingga Maret 2026, rata-rata jumlah pelanggan harian telah mencapai lebih dari 130.000 orang dengan total lebih dari 197 juta pelanggan. Angka tersebut diproyeksikan terus bertambah seiring pembangunan Fase 2 MRT Jakarta yang ditargetkan membuka Stasiun Thamrin dan Stasiun Monas pada akhir 2027.

























