Sejumlah pengelola mal dan perkantoran di Jakarta mendadak memasang pagar untuk mengantisipasi gangguan keamanan.
Salah satunya diunggah oleh akun Instagram @metropolitanid_ yang memperlihatkan pusat perbelanjaan Kota Kasablanka sedang dibangun pagar setinggi kurang lebih 2,5-3 meter. Terlihat seorang pekerja sedang mengelas sisi depan mal, pada Rabu malam, 29 Juli 2026.
Dinarasikan dalam akun tersebut, pemasangan pagar untuk mengantisipasi gangguan keamanan hingga potensi penjarahan ketika ada demonstrasi.
Kemudian, unggahan di akun X @txtdaritaxpayer memperlihatkan Menara BNI, di Pejompongan, Jakarta Pusat, juga dipasang pagar putih mengelilingi gedung.
Antisipasi Aparat
Menanggapi hal tersebut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan pihaknya tengah memantau di dunia maya dugaan informasi aksi, sehingga menyebabkan sejumlah pengelola mal dan gedung memasang pagar tinggi.
“Direktorat Operasional tetap memantau dunia maya melalui Direktorat Siber dan Direktorat Kriminal Umum, kami akan melihat ajakan-ajakan. Ini hanya sekedar melempar flyer atau memang akan ada gelombang aksi?”
ucap Budi kepada wartawan, Jumat, 31 Juli 2026.
Polda Metro Jaya juga berkoordinasi dengan tim analisis dan intelijen Kodam Jaya mengenai situasi dan kondisi terkini. Namun, Budi menegaskan kondisi saat ini terpantau terkendali.
“Situasi sampai saat ini masih tetap dapat dikendalikan, ini berkat kerja sama Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya,”
kata Budi.
Kapolda Metro Jaya Komjen Asep Edi Suheri pun telah memitigasi dengan membentuk Tim Preventive Strike untuk menanggulangi kelompok-kelompok yang berpotensi melakukan kerusuhan.
“Langkah mitigasi sudah dilakukan, begitu juga dengan peningkatan patroli skala sedang, skala kecil, skala besar, di wilayah penyangga,”
imbuh dia.

























