Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengingatkan kemungkinan terjadi peningkatan kasus influenza A, khususnya subtipe H3N2.
Saat ini kasus tersebut dilaporkan mendominasi kawasan Asia Tenggara.
Ahli Epidemiolog dan Ahli Kesehatan, dr Dicky Budiman menjelaskan penyakit influenza A bermutasi sangat cepat dan dapat menyerang manusia serta hewan, terutama burung dan babi.
Menurutnya virus tersebut bisa lebih berbahaya dari influenza biasa.
Bisa lebih berat terutama kelompok rentan (anak-anak dan lansia). karena gejalanya bisa lebih berat dan penyebarannya cepat,” ujar dr Dicky saat dihubungi Owrite,id melalui pesan singkat, Selasa (21/10/2025).
Karena lebih mudah menular melalui droplet, kontak tangan yang terkontaminasi, bahkan data epidemiolog menunjukkan seseorang bisa menularkan satu hari sebelum gejala muncul,” sambungnya.
Terutama bagi anak-anak, lanjutnya, karena sistem imun yang belum matang, mereka lebih mudah terkontaminasi.
Anak-anak kan memiliki ruang lingkup yang kecil, mereka sekolah ketemu banyak orang. Jadi penyebarannya lebih cepat,” ucapnya.
Dokter Dicky menjelaskan, gejala influenza A ini antara lain, demam tinggi, nyeri hebat, batuk kering, dan badan terasa lemas.
Durasi pemulihan lebih lama, 5 sampai 10 hari, dan bisa menyebabkan komplikasi paru atau penumonia, terutama pada anak kecil, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit kronis, diabet dan jantung,” jelasnya.
Menurut dr Dicky, bila seseorang mengalami sesak napas, napas cepat, bibir biru, dan lemas, segara dibawa ke rumah sakit.
Itu tanda awal dari influenza A,” tandasnya.
