Belakangan, Whip Pink yang berisi gas nitrous oxide (N₂O) atau laughing gas menjadi perbincangan setelah ditemukan sebagai salah satu barang bukti meninggalnya selebgram Lula Lahfah.
Dokter Spesialis Paru dari Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan, Dr. dr. Erlina Burhan, M.Sc, Sp.P(K) akan menjelaskan mengenai sifat gas nitrous oxide, penggunaannya yang benar, dan risiko bila disalahgunakan.
Dokter Erlina mengatakan nitrous oxide atau N₂O, adalah gas yang telah lama digunakan di berbagai bidang.
Dalam dunia medis, N₂O digunakan sebagai anestetik ringan dengan pengawasan ketat. Di luar medis, gas ini juga digunakan dalam dunia industri, termasuk industri pangan.
Di masyarakat, N₂O sering dikenal dengan sebutan laughing gas. Istilah ini muncul karena gas tersebut dapat menimbulkan efek euforia singkat bila terhirup. Namun, ini adalah istilah populer, bukan istilah medis, dan tidak menggambarkan risiko yang sebenarnya,”
ujar dr Erlina seperti dikutip dari akun X @erlinaburhan, Senin 2 Februari 2026.
Ia pun memberi contoh Whip Pink, yang merupakan salah satu contoh produk tabung bertekanan yang berisi gas nitrous oxide.
Nama ini merupakan nama dagang atau sebutan pasar. Yang perlu dipahami, Whip Pink bukan jenis gas yang berbeda, namun isinya tetap N₂O.
Gas N₂O disimpan di dalam tabung bertekanan. Tekanan ini memungkinkan gas keluar dengan stabil saat digunakan. Sistem tabung bertekanan ini dirancang untuk penggunaan tertentu, bukan untuk paparan langsung ke tubuh,”
katanya.
Menurut dr Erlina, dalam penggunaan yang benar, gas N₂O dikeluarkan melalui alat kuliner yang dirancang khusus, seperti whipped-cream dispenser.
Alat ini mengatur pelepasan gas agar bercampur dengan bahan makanan untuk membentuk tekstur atau foam, dan gas tidak ditujukan untuk dihirup.
Dalam penggunaan yang tepat, gas N₂O memang tidak ditujukan untuk dihirup. Gas berperan membantu membentuk tekstur atau foam pada bahan makanan, lalu dilepaskan ke udara, sehingga tidak dimaksudkan untuk dihirup atau masuk ke saluran napas manusia,”
jelasnya.
Sayangnya, produk ini diduga disalahgunakan. Penyalahgunaan terjadi saat N₂O dihirup dengan tujuan mencari efek euforia singkat atau “fly”. Cara penggunaan inilah yang membuat N₂O dikenal sebagai laughing gas.
Penting diketahui, penyalahgunaan inhalasi N₂O tidak hanya berisiko, tetapi juga secara eksplisit tidak didukung oleh produsen.
Dalam ketentuan penggunaan, tertulis jelas bahwa penggunaan untuk tujuan inhalasi dilarang.
Dari sisi pernapasan, risiko utama penyalahgunaan N₂O adalah kekurangan oksigen atau hipoksia. Saat N₂O dihirup, oksigen di udara tersaingi, sehingga tubuh tidak mendapatkan oksigen yang cukup.
Akibat hipoksia, seseorang dapat mengalami pusing, lemas, hingga kehilangan kesadaran. Pada kondisi yang lebih berat, hipoksia dapat menyebabkan cedera serius, termasuk kerusakan otak. Risiko ini nyata dan dapat terjadi secara tiba-tiba,”
tuturnya.
Karena N₂O disimpan sebagai gas bertekanan, penyalahgunaan juga dikaitkan dengan risiko cedera rongga dada.
Beberapa laporan menyebutkan kejadian seperti pneumomediastinum atau pneumotoraks, yang merupakan kondisi medis berbahaya dan membutuhkan penanganan.
Pada sistem kardiovaskular, penyalahgunaan N₂O, terutama bila dilakukan berulang, dikaitkan dengan risiko tromboemboli.
Kondisi ini mencakup bekuan darah di tungkai (DVT) atau emboli paru, yang dapat mengancam nyawa.
Pada sistem saraf, N₂O dapat menyebabkan defisiensi fungsional vitamin B12. Vitamin ini penting untuk menjaga lapisan pelindung saraf. Kekurangannya dapat menyebabkan kerusakan saraf yang bersifat menetap.
Gejala gangguan saraf akibat penyalahgunaan N₂O meliputi kebas dan kesemutan di tangan dan kaki, kelemahan, gangguan keseimbangan, serta kesulitan berjalan. Pada sebagian orang juga dapat muncul kebingungan, perubahan perilaku, hingga halusinasi,”
paparnya.
Efek lain yang perlu diperhatikan adalah risiko luka pada mulut dan saluran napas akibat gas yang sangat dingin saat keluar dari tabung.
Gangguan fungsi vitamin B12 akibat penyalahgunaan N₂O juga dapat menyebabkan anemia megaloblastik.
Karena itu, dampak penyalahgunaan N₂O tidak hanya berupa pusing sesaat, tetapi dapat meluas dan bersifat serius.
Dokter Erlina pun menegaskan bahwa meskipun sering disebut laughing gas, risiko kesehatan dari nitrous oxide sama sekali tidak lucu.
Produk seperti Whip Pink itu untuk keperluan kuliner, dan ketika digunakan dengan cara salah, dampaknya bisa membahayakan,”
tandasnya.

