Wakil Presiden FIFA Patrice Motsepe angkat bicara mengenai desakan untuk mengganti Presiden FIFA Gianni Infantino di tengah polemik yang sedang berkembang. Motsepe menilai, setiap upaya pergantian kepemimpinan harus dilakukan melalui mekanisme resmi FIFA.
Motsepe menjadi salah satu petinggi FIFA yang pertama kali memberikan pernyataan kepada media setelah muncul kontroversi terkait rencana penjualan saham Piala Dunia.
Motsepe yang juga menjabat sebagai Presiden Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) mengaku telah berkomunikasi dengan Wakil Presiden FIFA sekaligus Presiden UEFA Aleksander Ceferin di Salzburg.
Sebelumnya, UEFA bersama AFC dan CONCACAF diketahui mendorong sikap terhadap Infantino melalui sebuah surat yang berisi tekanan terkait polemik kepemimpinan FIFA.
Namun, Motsepe meminta semua pihak tidak mengambil langkah di luar mekanisme organisasi. Menurutnya, pemilihan Presiden FIFA akan berlangsung pada tahun depan dan keputusan mengenai masa depan Infantino seharusnya diserahkan kepada anggota FIFA.
Anda harus sangat berhati-hati. Ada pemilihan yang akan berlangsung tahun depan. Bukankah seharusnya kita membiarkan proses itu berlanjut? Dan biarkan 211 anggota yang memutuskan,”
ucap Motsepe dalam wawancara dengan Sky.
Ikuti Mekanisme FIFA
Motsepe menegaskan, bahwa persoalan terkait kepemimpinan FIFA harus diselesaikan sesuai aturan yang berlaku. Ia menyebut 211 asosiasi anggota FIFA memiliki hak untuk menentukan siapa yang layak memimpin organisasi tersebut.
Jika ada yang punya masalah terhadap siapa pun, baik itu Gianni, atau siapa pun, ikuti prosesnya, ikuti proses FIFA, sesederhana itu,”
ujar Motsepe.
Ia kemudian menegaskan, bahwa cara paling tepat untuk menentukan masa depan Infantino adalah melalui pemilihan.
Jika Anda ingin menyingkirkannya, adakan pemilihan; biarkan 211 asosiasi anggota yang memutuskan. Lakukan itu dan pemungutan suara akan menunjukkan apakah mereka percaya kepadanya atau tidak,”
kata Motsepe melanjutkan.
Tak Bela atau Kritik Infantino
Motsepe memilih berada di posisi netral. Ia tidak secara terbuka menyatakan dukungan maupun kritik terhadap Infantino.
Menurutnya, Infantino tetap berhak memberikan penjelasan mengenai berbagai persoalan yang sedang menjadi sorotan. Motsepe juga menekankan pentingnya proses yang adil bagi setiap pihak.
Setiap orang berhak atas penilaian yang adil, perlakuan yang adil,”
tutur Motsepe.
Ia juga mengakui, terdapat sejumlah persoalan yang perlu dibenahi di tubuh FIFA. Namun, menurutnya, adanya permintaan maaf dan keterbukaan terhadap masukan menjadi bagian dari proses tersebut.
Ada banyak hal yang bermasalah dan negatif yang harus mereka benahi. Tetapi dia sudah minta maaf dan mengatakan mungkin ada cara berbeda yang seharusnya dilakukan, tetapi kami juga menerima saran,”
tukasnya.
Patrice Motsepe saat ini merupakan salah satu dari delapan Wakil Presiden FIFA. Posisi tersebut juga ditempati para pemimpin konfederasi sepak bola dari berbagai kawasan.
UEFA memiliki alokasi khusus tiga kursi dari total delapan posisi Wakil Presiden FIFA. Ketentuan tersebut berkaitan dengan sejarah, jumlah asosiasi anggota, serta ukuran konfederasi Eropa.
Dengan posisinya sebagai Wakil Presiden FIFA sekaligus Presiden CAF, pernyataan Motsepe menjadi salah satu pandangan penting di tengah dinamika yang melibatkan Infantino menjelang pemilihan Presiden FIFA berikutnya.























