Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah tidak akan terlambat membayar cicilan utang program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) ke bank BUMN.
Purbaya mengungkapkan, pemerintah sudah berkomitmen melakukan pembayaran Rp40 triliun setiap tahun, selama enam tahun ke depan. Menurutnya, pembayaran cicilan menjadi bagian penting untuk menjaga keberlangsungan sistem perbankan nasional.
Kita setiap bayar Rp40 triliun cicilan juga dengan kesiapan perbankan. Jadi, nggak ada keterlambatan pembayaran cicilan pemerintah, jadi kita akan jaga kondisi sistem perbankan kita,”
kata Purbaya di Jakarta, dikutip Kamis, 3 September 2026.
Tak Ada Kredit Macet Perbankan


Ia menekankan, tidak akan ada kredit macet di perbankan terkait pembangunan Kopdes Merah Putih. Sebab, dia akan mencari jurus jitu agar pembayaran cicilan pemerintah tidak tersendat.
Nggak ada (kredit macet). Nanti kita akan carikan cara khusus untuk memastikan semuanya bisa berjalan dengan lancar. Kita lihat nanti ada nggak cara untuk memastikan kewajiban pemerintah yang harus dibayarkan,”
jelasnya.
Dana Tunai Rp500 Triliun
Bendahara Negara ini mengungkapkan, pemerintah saat ini memiliki dana tunai lebih dari Rp500 triliun. Sehingga, ia meyakini pembayaran cicilan pemerintah ke perbankan akan berjalan dengan lancar.
Pokoknya ada Rp510 triliun lebih cash-nya sekarang. Jadi kalau dibilang uang saya Rp8,1 triliun, ya nggak. Sudah disiapkan kok Rp40 triliun,”
katanya.
Adapun pernyataan Purbaya ini merespons beredarnya dokumen hasil verifikasi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang menyebut estimasi dana pemerintah untuk memenuhi kewajiban cicilan tersebut hanya sebesar Rp8,1 triliun.






















