Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, menyampaikan optimismenya terhadap masa depan sepak bola Indonesia, terutama dalam hal hubungan antarsuporter.
Harapan tersebut muncul setelah Yunus menyaksikan langsung atmosfer di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, ketika 18 perwakilan suporter klub Indonesia mendeklarasikan komitmen untuk mendukung kembalinya suporter tandang.
Pembukaan Super League 2026/2027 di Bali pun menjadi momen istimewa. Sebelum pertandingan Bali United melawan PSS Sleman, deklarasi suporter away digelar sebagai bagian dari upaya menciptakan iklim kompetisi yang lebih positif.
Salah satu pemandangan menarik terlihat di tribun Stadion Kapten I Wayan Dipta. Suporter Bali United dapat menyaksikan pertandingan bersama sekitar 3.000 pendukung PSS Sleman dari Brigata Curva Sud (BCS).
Kedua kelompok suporter berada dalam satu stadion dan menciptakan atmosfer pertandingan yang penuh semangat tanpa harus diwarnai permusuhan.
Bagi Yunus Nusi, kondisi tersebut merupakan gambaran yang selama ini diharapkan PSSI untuk sepak bola Indonesia.
Saling menjaga, baik yang suporter tim home maupun yang away datang. Dan tadi kenyataan dibuktikan enak ditonton, mereka bergairah saling menyahut dalam euforianya, dan ini yang kita harapkan, ini yang diharapkan oleh sepak bola Indonesia. Ke depan kita berharap seperti ini,”
ujar Yunus Nusi kepada awak media di Bali, Jumat, 4 September 2026.
Momen perdamaian tersebut semakin lengkap dengan deklarasi yang dilakukan oleh 18 perwakilan suporter. Yunus berharap deklarasi tersebut tidak berhenti sebagai seremoni pembukaan Super League 2026/2027.
Ia ingin semangat yang sama diterapkan secara konsisten dalam kompetisi sepak bola Indonesia lainnya.
Hari ini ada deklarasi 18 perwakilan suporter, mereka ada di Stadion I Wayan Dipta dan mendeklarasikan diri. Semoga ini akan menjadi momentum yang terbaik untuk sepak bola Indonesia, khususnya di kompetisi Super League dan Championship, yang termasuk nanti di Liga 3,”
ungkapnya.
Menurut Yunus, keharmonisan antarsuporter dapat menjadi salah satu modal penting untuk menciptakan kompetisi yang lebih aman dan nyaman bagi seluruh pencinta sepak bola.
Persija vs Persib
Yunus Nusi kemudian menyinggung salah satu rivalitas terbesar dalam sepak bola Indonesia, yakni pertandingan Persija Jakarta kontra Persib Bandung.
Persija dijadwalkan menjamu Persib pada pekan kedua Super League 2026/2027 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, 12 September 2026.
Pertandingan tersebut memiliki perhatian khusus karena Persija sudah cukup lama tidak menjamu Persib di Jakarta. Pertemuan terakhir kedua tim di Jakarta terjadi pada 10 Juli 2019.
Setelah itu, Persija lebih sering memainkan laga kandang kontra Persib di luar Jakarta. Dengan kembali dibukanya kesempatan bagi suporter tandang, pertandingan Persija vs Persib diharapkan dapat menjadi momentum berikutnya untuk menunjukkan bahwa rivalitas tidak harus berujung pada konflik.
Yunus bahkan berharap semangat perdamaian yang terlihat di Bali dapat diterapkan dalam laga penuh gengsi tersebut.
Simbol Perdamaian di SUGBK
Yunus Nusi mengaku telah menyampaikan gagasan kepada Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, agar pertandingan Persija vs Persib memiliki agenda simbolis yang memperlihatkan persatuan suporter.
Ia menginginkan adanya perwakilan suporter kedua klub yang berjalan bersama mengelilingi lapangan sebagai pesan bahwa rivalitas tetap bisa berlangsung secara sehat.
Saya berharap demikian, ada beberapa perwakilan yang datang untuk bersama-sama berangkulan, mutar di lapangan menyampaikan bahwa tidak ada rivalitas yang negatif di antara suporter Persib Bandung dan Persija Jakarta,”
ungkapnya.
Yunus juga menyampaikan gagasan agar suporter tidak perlu menjadikan warna klub sebagai alasan untuk saling bermusuhan.
Kita harapkan mereka datang pakai kaos biru kalau bisa. Ya ayo kita sapa suporter. Untuk apa kita musuhan, ribut, toh kita hanya untuk menyenangkan diri mau nonton sepak bola, mau nonton tim kita, ayo kita bangun kebersamaan ini,”
tuturnya.
Meski berharap perdamaian dapat tercipta dalam pertandingan Persija vs Persib, Yunus Nusi belum memberikan kepastian mengenai kehadiran Bobotoh secara langsung di SUGBK.
PSSI masih akan menunggu keputusan dari pihak kepolisian karena persoalan tersebut berkaitan erat dengan aspek keamanan pertandingan.
Dengan demikian, semangat perdamaian yang muncul dalam laga Bali United vs PSS Sleman diharapkan dapat menjadi awal baru bagi sepak bola Indonesia.
Tantangan berikutnya adalah membawa semangat tersebut ke pertandingan dengan tingkat rivalitas tinggi, termasuk Persija vs Persib.



















