Kuasa hukum mantan Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim buka suara soal adanya sebuah grup WhatsApp ‘Mas Menteri Core Team’.
Sebab banyak orang berpendapat grup tersebut jadi awal mulanya terjadi korupsi pengadaan laptop Chromebook.
Banyak orang berpendapat seolah-olah WA grup itu dibuat ya dengan sengaja atau dengan modus memang untuk menggolkan Chrome gitu yang terkesan seperti itu, sehingga memang beberapa teman juga bertanya soal bener gak seperti itu ya, apakah betul WA Grup itu dibuat oleh Pak Nadiem waktu itu belum jadi Menteri ya, itu disengaja dibuat untuk dalam rangka ya menggolkan atau memang untuk menyetujui Chromebook,” ujar kuasa hukum Nadiem, Tabrani Abby kepada wartawan di kawasan SCBD, Senin (27/10/2025).
Tabrani menyebut, grup tersebut terbentuk sebelum diangkat menjadi menteri oleh Presiden ke-7 Joko Widodo. Awalnya nama grup tersebut Edu ORG dan Education Council, tepatnya pada 28 Agustus 2019.
Jadi kalau tepatnya disini ya 28 Agustus 2019 itu sebelum pelantikan itu ada WA Mas Menteri Core Team lalu Edu Org Tim yang tadi Edu Org Tim ya,” ungkapnya.
Di grup tersebut merupakan forum diskusi guna menyiapkan pelbagai kebijakan strategis sektor pendidikan.
Percakapan di grup adalah berisi ide terkait dengan fisik kebijakan pendidikan apabila nanti Pak Nadiemnya ditunjuk sebagai Menteri,” katanya.
Seiring berjalannya waktu, nama grup itu berubah menjadi ‘Mas Menteri Core Team’.
Itu sebelum dan pasca setelah Pak Nadiem diangkat jadi Menteri. Dalam kesempatan ini saya mau tegaskan bahwasannya ya WA itu, grup itu dibuat ya untuk mendiskusikan real gagasan tentang penggunaan teknologi di bidang pendidikan ya,” tegasnya.
Orang-orang yang bergabung di grup itu adalah orang ahli di bidang pendidikan hingga IT. Termasuk matan staf Nadiem yang ikut terseret di kasus ini.
Namun, Abby menegaskan tidak ada pembahasan mengenai pengadaan laptop Chromebook di grup itu.
Di WA itu sebenarnya kita punya ada seribu lembar lebih ya percakapan itu yang terecord yang sempat kita print tidak ada satu pun menyebut Chrome atau Chromebook,” ujarnya.
Jadi itu melulu soal bagaimana cara peningkatan pendidikan melalui teknologi yang itu,” tambah Abby.




