Viral video yang memperlihatkan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri menebar benih padi di kawasan Danau Semayang yang sedang surut.
Dalam potongan video yang beredar, Aulia terlihat menebarkan benih padi langsung ke area danau yang masih terdapat genangan air.
Aksi tersebut sontak membuat netizen bertanya-tanya, terlebih benih yang ditebar disebut mencapai 1 ton.
Potongan video yang diunggah akun Instagram @reset.feeds itu langsung viral, dalam waktu kurang dari 24 jam, unggahan itu telah mengumpulkan sekitar 32,5 ribu likes, 10,4 ribu komentar, dan 9,3 ribu kali share.
Lantas, apa sebenarnya yang dilakukan Bupati Kukar?
Pemerintah Kabupaten Kukar ternyata memiliki penjelasan terkait aksi tersebut. Dilansir dari laman resmi Pemkab Kukar, penebaran benih padi itu dilakukan di kawasan Danau Semayang pada Selasa, 1 September 2026.
Sebanyak 1 ton benih padi bantuan Pemkab Kukar ditebar untuk memanfaatkan kondisi danau yang sedang mengalami penyusutan.
Pemkab Kukar menyebut surutnya air Danau Semayang merupakan fenomena yang jarang terjadi. Bupati Aulia mengatakan siklus tersebut diperkirakan terjadi sekitar 10 tahun sekali dan kejadian serupa pernah terjadi pada 2017.
Menurut Aulia, kondisi tersebut justru membuka peluang bagi masyarakat untuk memanfaatkan lahan yang muncul akibat surutnya air danau.
Ketika air danau surut, ternyata ada potensi yang bisa kita manfaatkan untuk menanam padi, ini bentuk kearifan lokal,”
kata Aulia dilansir dari Pemkab Kukar pada 9 September 2026.
Ia menyebut pemanfaatan lahan surut tersebut merupakan upaya optimalisasi lahan sekaligus bagian dari penguatan ketahanan pangan dan peningkatan nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Masa tanam padi diproyeksikan berlangsung sekitar 3,5 bulan. Setelah masa tanam selesai, Pemkab Kukar bersama masyarakat dan pihak terkait berencana menggelar panen raya di lokasi tersebut.
Pakai Metode Khusus
Penebaran benih di area yang masih terdapat air tersebut juga disebut bukan dilakukan tanpa metode. Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Kalimantan Timur (BRMP Kaltim) Kementerian Pertanian Ahmad Subhan menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menggunakan sistem Tabilatdar atau Tanam Benih Langsung Dalam Air.
Metode tersebut lazim diterapkan pada lahan rawa. Benih ditebar ketika permukaan air mulai surut sehingga tanaman dapat tumbuh mengikuti kondisi lahan.
Ini merupakan sistem yang memang biasa diterapkan di lahan rawa. Ketika air mulai surut, benih ditebar dan kemudian tumbuh,”
ujar Ahmad.
Benih yang digunakan juga merupakan varietas unggul Inpari 32 dari Kementerian Pertanian.
Pemkab Kukar juga menyebut metode tersebut bukan sekadar percobaan. Menurut Aulia, sudah terdapat tanaman padi yang tumbuh subur di sejumlah kawasan sekitar Danau Semayang.
Netizen Nyinyir
Meski sudah ada penjelasan dari Pemkab Kukar, aksi tersebut tetap mengundang komentar beragam dari netizen.
Sejumlah warganet justru melontarkan sindiran dan mempertanyakan apakah benih yang ditebar di kawasan tersebut benar-benar bisa tumbuh.
Sabar tunggu hasilnya kawan siapa tau jadi kangkung,”
tulis @kale.zura.
Komentar lain bahkan menyindir aksi tersebut dengan membandingkannya dengan kemampuan super.
Konon beliau punya kekuatan super. Bisa membuat padi hidup di danau, sungai dan planet mars,”
sindir @ildapht_.
Ada pula netizen yang mempertanyakan apakah benih tersebut tidak akan hanyut mengingat masih terdapat air di lokasi.
Lah, la itu sungainya aja masih banyak airnya kok ditanam bibit, apa nggak hanyut malahan. Mana 1 ton lagi, ngambang pula,”
tulis @user.gic_.
Komentar bernada heran juga datang dari akun @isatkoeoke.
Baru kali lihat menebar benih seperti memberikan makan ikan cupang ….pejabat sekarang ini kog makin aneh,”
komentarnya.
Sementara itu, akun @riohertanto75 mempertanyakan kemungkinan benih padi membusuk jika langsung ditebar di atas air.
Benih padi butuh media apung untuk bisa tumbuh diatas air. Kalau langsung di tebar harusnya benih padi itu akan membusuk,”
tulisnya.




















