Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 15 Mei 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • iran
  • Spill
  • Sepak Bola
  • BMKG
  • prabowo
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Tak Ditahan, Refly Harun: Roy Suryo Bisa Lebih Produktif
Hukum

Tak Ditahan, Refly Harun: Roy Suryo Bisa Lebih Produktif

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
Last updated: November 14, 2025 1:38 pm
Hadi Febriansyah
Ivan
Share
Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun, Roy Suryo bersama pengacara lainnya saat memberikan keterangan pers.
Foto: OWRITE/Hadi Febriansyah
SHARE

Pemeriksaan panjang terhadap Roy Suryo, ahli forensik digital Rismon Sianipar, dan pegiat media sosial Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa akhirnya selesai pada Kamis (13/11/2025).

Daftar isi Konten
  • 377 Pertanyaan
  • Resmi di Tangan Penyidik
  • Diancam 12 Tahun Penjara
  • Tidak Ditahan
  • Penyidik Dinilai Perlakukan Roy Suryo Cs dengan Baik

Ketiganya diperiksa sebagai tersangka dalam perkara dugaan fitnah yang menyeret nama Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, terkait isu ijazah palsu.

Walau penyidik melayangkan ratusan pertanyaan, Polda Metro Jaya memutuskan untuk tidak melakukan penahanan.

Pakar hukum tata negara sekaligus juru bicara Roy Suryo cs, Refly Harun, menyampaikan rasa syukurnya atas keputusan penyidik. Ia memuji proses pemeriksaan yang berlangsung kondusif dan penuh kerja sama.

Alhamdulillah penyidik bersikap baik. Mas Roy, Rismon, dan Dokter Tifa juga kooperatif,”

Refly di Jakarta, Kamis (13/11/2025).

Refly menambahkan bahwa dengan tidak ditahannya para tersangka, aktivitas mereka bisa kembali normal.

Mas Roy akan lebih produktif, bisa menulis, berpikir, dan berkarya seperti biasa. Hari ini biarkan mereka cooling down dulu,”

Refly.

377 Pertanyaan

Polda Metro Jaya sebelumnya menyampaikan laporan perkembangan proses pemeriksaan. Ketiganya menjalani pemeriksaan intensif selama 9 jam 20 menit.

Rinciannya, Rismon Sianipar mendapatkan pertanyaan terbanyak dengan 157 pertanyaan, Roy Suryo menjawab sekitar 134 pertanyaan, dan Dokter Tifa menerima 86 pertanyaan dari penyidik.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, membenarkan jalannya pemeriksaan yang berlangsung kondusif.

Alhamdulillah, semuanya berjalan lancar,”

Refly.

Selain ketiga tokoh tersebut, masih terdapat lima tersangka lain dalam klaster pertama yang belum menjalani pemeriksaan, yaitu Eggi Sudjana,Kurnia Tri Rohyani, Damai Hari Lubis, Rustam Effendi, dan Muhammad Rizal Fadillah.

Semua tersangka dijerat dengan Pasal 310 KUHP, Pasal 311 KUHP, serta Pasal 27A jo. Pasal 32 jo. Pasal 35 UU ITE hasil revisi tahun 2024.

Resmi di Tangan Penyidik

Penyidik kini telah memegang salinan lengkap ijazah Presiden Jokowi mulai dari tingkat SD, SMP, SMA, hingga ijazah kuliah Universitas Gadjah Mada (UGM).

Berkas tersebut diserahkan setelah Presiden Jokowi menjalani pemeriksaan di Polresta Solo pada 23 Juli 2025.

Diancam 12 Tahun Penjara

Pakar Hukum Tata Negara itu menyebutkan, Roy Suryo, bersama Rismon Sianipar dan Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa, tidak langsung ditahan setelah menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya.

Ketiganya diperiksa sebagai tersangka dalam kasus dugaan pencemaran nama baik dan fitnah terkait isu ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.

Menurut Refly, seluruh proses pemeriksaan berlangsung kondusif dan penuh kerja sama.

“Alhamdulillah penyidik bersikap baik, dan Mas Roy, Rismon, serta Dokter Tifa sangat kooperatif,”

Refly.

Ia menegaskan, ketiga tersangka memilih untuk tidak memberikan pernyataan langsung kepada media dalam waktu dekat. Keputusan itu dilakukan untuk menghormati strategi hukum serta pertimbangan teknis lainnya.

Tidak Ditahan

Pasal yang disangkakan kepada para tersangka mencakup Pasal 35 UU ITE, yang memiliki ancaman pidana hingga 12 tahun penjara. Namun, penyidik memutuskan tidak melakukan penahanan.

Refly pun menyambut baik keputusan tersebut.

Alhamdulillah, paling tidak hari ini mereka tidak ditahan. Padahal pasal yang dikenakan ancamannya cukup berat,”

Refly.

Ia juga meminta publik menghormati keputusan mereka untuk sementara waktu tidak memberikan komentar atau pernyataan terbuka.

Menurut Refly, hal tersebut menjadi bagian dari proses introspeksi dan perenungan dalam perjuangan demokrasi dan konstitusi.

Penyidik Dinilai Perlakukan Roy Suryo Cs dengan Baik

Selama pemeriksaan, Refly mengatakan penyidik memberikan perlakuan yang baik kepada ketiga tersangka. Ia bahkan menyampaikan cerita ringan dari Roy Suryo terkait fasilitas ibadah selama proses itu.

Mas Roy bilang diperlakukan sangat baik, bahkan salat lima waktu sampai jadi sepuluh waktu, hahaha,”

Refly sambil tersenyum.

Tag:Pemeriksaan PanjangRefly HarunRoy Suryo
Share This Article
Email Salin Tautan Print
hadi-febriansyah-owrite
ByHadi Febriansyah
Reporter
Follow:
Jurnalis OWRITE yang meliput pemberitaan seputar dunia Olahraga mulai dari Sepak Bola, hingga Bulu Tangkis.
Ivan OWRITE
ByIvan
Redaktur
Follow:
Editor senior di OWRITE Media, meliput pemberitaan Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Prajogo Pangestu Lepas 1 Miliar Saham CUAN, Biar Apa?
By Anisa Aulia
Konglomerat Prajogo Pangestu. (Sumber: Barito Pasific)
1
Viral! Anggota DPRD Jember Diduga Main Game dan Merokok saat Rapat, Tuai Sorotan Warganet
By Hilwa Urwatul Wutsqa
Achmad Syahri As Siddiqi
2
Rupiah Amblas Lagi ke Rp17.614 per Dolar AS dan Cetak Rekor, Ini Biang Keroknya
By Anisa Aulia
Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Kwitang, Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Darryl Ramadhan/kye)
3
Trump Bongkar Obrolan Rahasia dengan Xi Jinping Soal Iran
By Iren Natania
Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
4
Amblas ke Rp17.614 per Dolar AS, Rupiah Jadi Salah Satu Mata Uang Terlemah di Dunia?
By Anisa Aulia
Karyawan memperlihatkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Indrianto Eko Suwarso/kye)
5

BERITA LAINNYA

Irjen Pol. Asep Edi Suheri.
Hukum

Kapolda Metro Jaya Kini Dijabat Komjen, Pelayanan Masyarakat Dipastikan Meningkat

Setelah kursi Kapolda Metro Jaya diduduki oleh jenderal bintang tiga, maka kepolisan…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteowrite-adi-briantika
By
Rahmat
Adi Briantika
3 jam lalu
Pemilik PT Asmin Koalindo Tuhup (AKT), Samin Tan (tengah) berjalan menuju mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Agung, Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Sulthony Hasanuddin)
Hukum

Terseret Kasus Samin Tan, Bos CBU Ditetapkan jadi Tersangka oleh Kejagung

Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan tersangka baru kasus korupsi tata kelola pertambangan yang…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteAmin Suciady
By
Rahmat
Amin Suciady
1 hari lalu
KPK menetapkan Bupati Pati tersebut sebagai tersangka dengan barang bukti berupa uang senilai Rp2,6 miliar. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/rwa.
Hukum

Kasus DJKA: KPK Gali Aliran Dana Sudewo ke Kemenhub

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan ada aliran uang dari tersangka korupsi pengadaan…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteowrite-adi-briantika
By
Rahmat
Adi Briantika
1 hari lalu
Terdakwa kasus penyiraman air keras kepada aktivis KontraS Andrie Yunus, Serda Edi Sudarko (kedua kanan), Lettu Budhi Hariyanto Cahyono (kiri), Lettu Sami Lakka (kedua kiri), dan Kapten Nandala Dwi Prasetya (kanan) menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Militer II-08, Jakarta, Rabu (6/5/2026). Sidang tersebut beragendakan mendengar keterangan delapan orang saksi yaitu lima orang anggota TNI dan tiga orang warga sipil yang dihadirkan Oditur Militer.
Hukum

Dalih Jiwa Korsa Kapten Nandala Serang Andrie Yunus: Biar Dia Kapok!

Anggota Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI sekaligus terdakwa kasus air keras, Kapten…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteowrite-adi-briantika
By
Rahmat
Adi Briantika
1 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up