Kementerian Lingkungan Hidup dan Department for Environment, Food & Rural Affairs (DEFRA) Kerajaan Inggris Raya dan Irlandia Utara resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) di Belem, Brasil, Senin, 17 November 2025.
Penandatanganan ini menjadi langkah konkret memperkuat kerja sama bilateral dalam perlindungan lingkungan, yang mencakup perbaikan tata kelola, penguatan konservasi keanekaragaman hayati, penanganan pencemaran, serta percepatan pengelolaan sampah dan polusi plastik melalui pendekatan ekonomi sirkular.
Pelaksanaan kerja sama akan dilakukan melalui pertukaran teknis dan pejabat, proyek bersama, pelatihan, riset kolaboratif, dan koordinasi lintas kementerian dengan pembentukan Komite Pengarah Bersama sebagai forum koordinasi dan evaluasi.
MoU ini menandai awal kolaborasi yang praktis dan setara antara Indonesia dan Inggris untuk memperkuat tata kelola lingkungan, mempercepat solusi pengelolaan sampah dan plastik, serta membuka akses pembiayaan inovatif bagi pelestarian ekosistem kita,”
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, dalam keterangan tertulis, Rabu, 19 November 2025.
Perjanjian ini menetapkan area kerja sama strategis, di antaranya penguatan legislasi dan penegakan lingkungan, peningkatan pengelolaan kualitas udara dan air, penanganan limbah berbahaya, serta pengembangan ekonomi sirkular guna mengurangi polusi plastik dan polusi laut.
Menteri Hanif berujar bahwa dokumen ini merupakan awal kolaborasi untuk memperkuat tata kelola lingkungan, mempercepat solusi pengelolaan sampah dan plastik, serta membuka akses pembiayaan inovatif.
Inggris menyambut baik kerja sama ini dengan memberikan komitmen pendanaan dan dukungan teknis, seperti peluang pendanaan karbon dan pengembangan pasar karbon alam (dukungan UK PACT untuk karbon kredit kehutanan); inisiatif Forest Carbon Partnership Facility (FCPF) di Kalimantan dan Jambi; dukungan Climate and Clean Air Coalition senilai hingga $5 juta USD untuk inisiatif bersih udara, termasuk proyek penangkapan metana dari Palm Oil Mill Effluent (POME); dan potensi partisipasi pada inisiatif pendanaan multilateral seperti Friends of Cali Fund dan Tropical Forest Forever Facility (TFFF).
Dalam upaya mengatasi polusi plastik, dua pihak sepakat untuk menjajaki pilot instrumen Extended Producer Responsibility (EPR) dan program peningkatan kapasitas di tingkat daerah.
DEFRA pun menyatakan dukungan untuk mendorong perusahaan-perusahaan yang berpusat di Inggris agar memperbaiki pengelolaan kemasan di Indonesia melalui transfer kebijakan, teknologi, dan fasilitasi pertemuan buyer-seller internasional.
Selain itu, Indonesia menegaskan peran strategisnya dalam perlindungan gambut tropis. Parliamentary Under-Secretary of State for Nature DEFRA Mary Creagh menyambut baik hal ini.
Saya sangat tertarik mendengar Menteri berbicara tentang peran Indonesia dalam melindungi gambut tropis, sebuah topik yang sangat dekat di hati saya, melindungi lahan gambut di Inggris,”
Mary.
Menindaklanjuti hal tersebut, mereka bakal menyusun lampiran operasional yang memuat program prioritas 12–18 bulan, mekanisme pembiayaan proyek, serta kerangka acuan kegiatan untuk Komite Pengarah Bersama.


