Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 7 Mei 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • Spill
  • iran
  • BMKG
  • Sepak Bola
  • prabowo
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / TII Sebut Kebebasan Akademik Masih Belum Aman
Nasional

TII Sebut Kebebasan Akademik Masih Belum Aman

owrite-adi-briantikaIvan OWRITE
Last updated: November 25, 2025 10:08 am
Adi Briantika
Ivan
Share
Gambar ilustrasi
Gambar ilustrasi (Foto: pixabay.com)
SHARE

Direktur Eksekutif The Indonesian Institute (TII) Adinda Tenriangke Muchtar, berpendapat kebebasan akademik di Indonesia masih jauh dari aman dan belum menjadi prioritas pemerintah, institusi pendidikan, maupun aparat penegak hukum.

Apalagi terdapat aparat penegak hukum yang cenderung menggunakan pendekatan represif, alih-alih membuka ruang untuk dialog kebijakan (policy dialogue).

Aparat harus mulai membiasakan diri dengan policy dialogue. Jangan sedikit-sedikit tangkap. Kritik itu bagian dari demokrasi, bukan ancaman,”

Adinda, Senin, 24 November 2025.

Ia juga menyoroti maraknya fenomena doxing yang menimpa warga, aktivis, hingga akademisi yang menyampaikan kritik di ruang publik.

TII mendesak negara untuk memastikan proses hukum yang transparan dan membangun literasi hukum di masyarakat, agar hukum tidak digunakan untuk membungkam suara-suara kritis.

Dari sisi institusi pendidikan, Sekretaris Departemen Ilmu Politik Universitas Indonesia Teuku Harza menyorot kelemahan pada Statuta UI.

Menurutnya, statuta saat ini hanya menekankan tanggung jawab akademik tetapi belum mengatur perlindungan yang memadai bagi kebebasan akademik.

Ini membuat kampus rentan ketika ada tekanan eksternal maupun internal,”

Teuku Harza.

Kekhawatiran terhadap tekanan eksternal juga dirasakan langsung oleh mahasiswa.

Abira Massi, mahasiswa Ilmu Politik UI, berbagi pengalamannya bahwa ancaman terhadap kebebasan berekspresi justru lebih sering datang dari luar kampus.

Tekanannya lebih banyak bukan dari dalam kampus, tapi dari eksternal. Saya pernah mengkritik seorang politisi yang bikin konten, lalu timnya meminta agar postingan saya di-take down,”

Abira.

Maka TII menilai rangkaian kasus ini menunjukkan bahwa kebebasan akademik belum dipahami sebagai pilar penting demokrasi.

Kampus, pemerintah, dan aparat penegak hukum dinilai perlu memperkuat mekanisme perlindungan bagi mahasiswa, dosen, dan peneliti agar ruang akademik tidak menjadi arena penuh tekanan dan intimidasi.

Berikut kasus-kasus relevan dalam isu tersebut:

​1. Doxing terhadap kritikus

​Isu doxing yang disorot oleh TII terbukti sering menimpa kalangan aktivis dan peneliti, yang dapat berdampak pada akademisi.

​Peneliti ICW Jadi Korban Doxing: Seorang peneliti dari Indonesia Corruption Watch (ICW), Diky Anandya, menjadi korban doxing dan bahkan ancaman pembunuhan setelah mengkritik Presiden (berkaitan dengan nominasi OCCRP).

Kasus ini dilaporkan ke Bareskrim Polri pada Januari 2025. Kasus ini sangat relevan karena mencerminkan bagaimana kritik publik seringkali berbasis riset akademik dibalas dengan serangan digital yang mengancam keselamatan dan data pribadi.

​Seorang mahasiswa di Riau menjadi korban doxing usai mengkritik rekrutmen Polri pada Agustus 2025. Ini secara spesifik menghubungkan mahasiswa (insan akademik) dengan kritik terhadap aparat penegak hukum yang kemudian direspons dengan penyebaran data pribadi.

​2. Pelanggaran Kebebasan Akademik di Lingkungan Kampus

​TII catat 86 kasus pelanggaran (April-Juni 2025) kebebasan akademik. Pelanggaran terbanyak terjadi di ranah ekspresi akademik dan budaya (52 kasus). Korban terbanyak adalah mahasiswa (44 kasus), diikuti lembaga kemahasiswaan dan dosen.

​Aktor pelanggaran adalah pejabat kampus dan aparat Ironisnya, TII menemukan bahwa aktor pelanggaran terbanyak adalah pejabat kampus (42 kasus), sementara aparat penegak hukum terlibat dalam 25 kasus. Hal ini menguatkan poin TII bahwa perlindungan tidak hanya harus datang dari eksternal, tetapi juga dari internal kampus.

3. Tekanan otoritas terhadap akademisi. ​

Menjelang Pilpres 2024, beberapa rektor dari universitas ternama terekam memberikan apresiasi terhadap capaian pemerintah saat itu, yang oleh KIKA dinilai menciptakan kesan bahwa akademisi terlibat dalam propaganda politik. Hal ini mencerminkan tekanan politik yang dapat mengaburkan independensi dan integritas akademik.

Tag:Adinda Tenriangke MuchtarAparat Penegak HukumKebebasan Akademik NasionalTII
Share This Article
Email Salin Tautan Print
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Ivan OWRITE
ByIvan
Redaktur
Follow:
Editor senior di OWRITE Media, meliput pemberitaan Politik dan Peristiwa.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza
Olahraga

Mauricio Souza Lempar Handuk, Peluang Persija Juara Disebut Tinggal 1 Persen

Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, mulai realistis terkait peluang timnya dalam perebutan gelar BRI Super League 2025/2026. Menurutnya, kesempatan Macan Kemayoran untuk menjadi juara kini sangat kecil. Persija saat ini…

By
Hadi Febriansyah
Ivan
3 Min Read
Gambar ilustrasi marketplace
Ekonomi Bisnis

Layanan Iklan Berbayar Tapi Jangankauan Organik Turun, Brand Ogah ‘Stay’ di Marketplace

Sejumlah merek kecantikan mengeluhkan tingginya potongan biaya dari platform e-commerce. Hal ini kemudian menjadi pemicu sejumlah brand skincare lokal, yang mulai mengajak konsumennya untuk berbelanja langsung melalui website resmi mereka.…

By
Ani Ratnasari
Amin Suciady
5 Min Read
Komite Stabilitas Sistem Keuangan.
Ekonomi Bisnis

Dinamika Timur Tengah Picu Volatilitas, KSSK Mitigasi Risiko Lonjakan Harga Energi

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan stabilitas sistem keuangan Indonesia pada kuartal I-2026 masih terjaga di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah. Namun, Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) mewaspadai risiko…

By
Anisa Aulia
Adi Briantika
1 Min Read

BERITA LAINNYA

Petugas menyusun ompreng berisi makanan bergizi gratis ke dalam mobil sebelum didistribusikan kepada penerima manfaat di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Ternate di Ternate, Maluku Utara
Nasional

SPPG Masuk Kampus Tuai Kritik, Perguruan Tinggi Dinilai Terancam Kehilangan Marwah

Pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di lingkungan perguruan tinggi untuk mendukung…

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
By
Hadi Febriansyah
Ivan
4 jam lalu
Kapolri Sigit mengatakan ada fenomena celah hukum baru akibat eskalasi global saat ini.
Nasional

Kapolri Ingatkan Bareskrim Antisipasi Modus Kejahatan Transnasional Baru

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkap banyak modus baru bermunculan akibat dinamika…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteowrite-adi-briantika
By
Rahmat
Adi Briantika
4 jam lalu
Kepala Badan Intelijen Srategis (Kabais) TNI, Letjen Robi Herbawan
Nasional

Profil Roby Herbawan, Kabais Pengganti Letjen Yudi Abrimantyo

Teka-teki siapa yang menjabat Kepala Badan Intelijen Srategis (Kabais) TNI akhirnya terjawab.…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteAmin Suciady
By
Rahmat
Amin Suciady
4 jam lalu
Kepala Badan Intelijen Srategis (Kabais) TNI, Letjen Robi Herbawan
Nasional

Panglima TNI Tunjuk Letjen Robi Herbawan Jabat Kabais

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menunjuk Letjen TNI Robi Herbawan sebagai Kepala…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteAmin Suciady
By
Rahmat
Amin Suciady
4 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up