Sejumlah merek kecantikan mengeluhkan tingginya potongan biaya dari platform e-commerce. Hal ini kemudian menjadi pemicu sejumlah brand skincare lokal, yang mulai mengajak konsumennya untuk berbelanja langsung melalui website resmi mereka.
Hal ini pun tak luput menjadi ramai dibahas di media sosial. Juga terkait kenaikan biaya layanan dan komisi marketplace terus meningkat sepanjang 2026. Di Indonesia marketplace yang cukup dikenal masyarakat saat ini seperti Shopee, TikTok Shop, Tokopedia, hingga Lazada.
Selain kenaikan biaya, seller juga mengeluhkan penurunan jangkauan organik produk di marketplace. Banyak penjual merasa dipaksa menggunakan layanan iklan berbayar agar produk tetap muncul dan bersaing di halaman pencarian.
Kondisi ini membuat seller kecil dengan keuntungan tipis menjadi pihak yang paling terdampak. Di tengah biaya operasional yang terus meningkat, sebagian brand mulai mempertimbangkan penjualan langsung melalui website resmi untuk mengurangi ketergantungan pada platform marketplace.
Sebagai ilustrasi, jika sebuah jaket dijual seharga Rp250 ribu dengan potongan diskon Rp50 ribu, maka harga bersih menjadi Rp200 ribu. Dari nilai tersebut, seller masih dikenakan potongan biaya admin sekitar Rp20 ribu sehingga pendapatan yang diterima tinggal Rp180 ribu. Nilai itu belum termasuk biaya packing, iklan, maupun ongkos operasional lainnya.
Rincian kenaikan Biaya Marketplace 2026
| Marketplace | Persentase Biaya Admin |
| TikTok Shop | Hingga 30% |
| Shopee | 2% – 10% |
| Lazada | 4% – 8% |
| Tokopedia | 1,5% – 5% |
Brand Mulai Fokus Bangun Web
Brand kecantikan lokal Somethinc misalnya, menyebut kenaikan harga bahan baku dan biaya admin e-commerce berdampak langsung terhadap industri kecantikan.
Melalui unggahan di Instagram resminya, Somethinc mengatakan perubahan biaya platform memaksa perusahaan melakukan berbagai penyesuaian, meski tetap berupaya mempertahankan kualitas produk dan inovasi.
Demi memberikan skincare-makeup high-performance terbaik untuk kamu & menjaga Somethinc tetap accessible untuk semua, kami ingin mengajak Somethinc Squad untuk berbelanja melalui www.somethinc.com,”
tulis somethinc pada akun Instagram officialnya pada 5 Mei 2026.
Keluhan serupa juga disampaikan oleh Trueve. Brand tersebut menyebut perubahan kebijakan platform dan kenaikan komisi marketplace memberikan dampak besar terhadap operasional perusahaan.
Menurut Trueve, kenaikan biaya membuat perusahaan tidak lagi mampu menutupi seluruh beban operasional tanpa melakukan penyesuaian harga produk. Mereka pun mengumumkan perubahan harga mulai Mei 2026.
Web Perusahaan jadi Solusi
Sementara itu, co-founder True to Skin, Cliffton, menyebut perlambatan ekonomi, kenaikan harga bahan baku hingga hampir 30 persen, serta kenaikan biaya layanan TikTok Shop menjadi tantangan besar bagi bisnis mereka tahun ini.
Perubahan berlaku mulai 1 Mei 2026 ini jujur membawa dampak yang besar bagi semua seller. Kami paham, di balik sebuah bisnis ada banyak hal yang perlu dipertahankan mulai dari operasional, tim, hingga banyak keluarga yang bergantung pada pekerjaan ini. Namun dengan kenaikan biaya yang terus berjalan, kami juga tidak bisa terus menutupi seluruh kenaikan tersebut. Karena itu, dengan berat hati kami perlu melakukan penyesuaian harga untuk seluruh produk Trueve,”
tulis postingan akun @trueve.id pada 30 Aprl 2026.
True to Skin mengaku biaya platform terus bertambah, mulai dari biaya logistik, komisi dinamis, program promosi, hingga affiliate. Karena itu, mereka memutuskan memperkuat penjualan melalui website resmi perusahaan agar dapat menawarkan harga lebih murah dan promo eksklusif kepada konsumen.
Karena itu, kami mengambil langkah baru dan kami akan segera launch website resmi kami sendiri. Di sana, kami bisa memberikan harga yang lebih special, banyak freebies, dan juga Free Ongkir khusus untuk kalian yang sudah support kami selama ini,”
tulisnya dalam postingan Instagram @truetoskinofficial pada 28 April 2026.
Brand kecantikan Noera juga menyampaikan keluhan serupa. Dalam pernyataannya di media sosial, Noera mengatakan kenaikan biaya layanan, logistik, dan komisi marketplace berdampak signifikan terhadap operasional perusahaan.
Pembaruan Skema Biaya Layanan Program Gratis Ongkir Yang juga berdampak pada struktur biaya operasional kami. Perubahan ini adalah bagian dari kebijakan platform yang berlaku untuk seluruh seller, dan Noera pun tidak luput dari dampaknya,”
tulisnya dalam Instagram @noerabeautycare pada 30 April 2026.
Fenomena mulai berpindahnya brand dari marketplace dinilai menjadi sinyal perubahan strategi penjualan digital di Indonesia.
Jika sebelumnya marketplace menjadi kanal utama penjualan online, kini sejumlah brand mulai membangun ekosistem penjualan mandiri melalui website resmi untuk mengurangi ketergantungan pada platform pihak ketiga.



