Persija Jakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam menciptakan inovasi, tidak hanya di ranah teknis sepak bola, tetapi juga lewat karya seni visual.
Dalam momen bersejarah menjelang ulang tahun ke-97, Macan Kemayoran resmi memperkenalkan buku foto bertajuk PERSIJA: WE RISE AGAIN.
Peluncuran buku tersebut dilakukan pada Selasa, 25 November 2025 di kantor Persija Jakarta. Karya visual ini menjadi bentuk penghargaan atas perjalanan Persija dalam menghadapi beragam tantangan sepanjang lima tahun terakhir.
Perjalanan Panjang 2020–2025 Diabadikan 140 Foto
Buku ini memuat 140 foto pilihan yang merekam dinamika Persija sejak tahun 2020 hingga 2025. Masa tersebut bukanlah periode yang mudah.
Klub harus menghadapi berbagai tantangan mulai dari pandemi Covid-19 yang menghentikan kompetisi, hingga proses transformasi besar yang dibingkai dalam slogan To The Next Level.
Kini, jelang usia satu abad, Persija mengabadikan seluruh momentum perjalanan dan kebangkitan itu dalam sebuah karya visual yang penuh makna.
Direktur Persija, Mohamad Prapanca, menyampaikan bahwa buku tersebut adalah simbol keteguhan hati dan kebersamaan.
PERSIJA: WE RISE AGAIN adalah catatan tentang tekad dan cinta yang tak pernah padam. Setiap foto menjadi bukti bahwa Persija bukan hanya klub sepak bola, tetapi representasi semangat perjuangan,”
Mohamad Prapanca.
“Jepretan Ini Adalah Puisi Perjalanan Kita”
Legenda Persija sekaligus Direktur Teknik klub, Bambang Pamungkas, juga memberikan apresiasi terhadap karya ini. Ia menyebut setiap foto di buku tersebut bagaikan potongan puisi yang merangkum perjalanan panjang Persija.
Kamera itu milik kami, tetapi kisahnya milik kita semua,”
Bambang Pamungkas.
Kolaborasi Khairul Imam & Kukuh Wahyudi
Buku ini merupakan hasil kerja kolaboratif antara fotografer resmi Persija, Khairul Imam, dan Media Officer Persija, Kukuh Wahyudi, yang juga bertindak sebagai penulis.
Imam menegaskan bahwa buku ini adalah bentuk bahasa visual untuk menggambarkan perjalanan Persija yang lebih dalam.
Semoga buku ini menjadi arsip berharga bagi klub dan para Jakmania,”
Khairul Imam.
Kukuh menambahkan bahwa sepak bola tidak hanya tentang pertandingan, tetapi juga ruang kreatif untuk berkarya.
Kami harap buku ini memberi kontribusi positif bagi perkembangan fotografi dan dunia sepak bola di Indonesia.”
Khairul Imam.
Edisi Sangat Terbatas: Hanya 97 Buku
Menariknya, buku PERSIJA: WE RISE AGAIN diterbitkan sebagai collectible item—hanya 97 eksemplar, menyesuaikan dengan ulang tahun ke-97 Persija.
Buku ini merupakan edisi pertama dari rangkaian tetralogi yang akan berlanjut hingga ulang tahun Persija ke-100 pada tahun 2028.
Kurator buku, Peksi Cahyo, menyebut terbitnya buku ini sebagai angin segar bagi dunia sepak bola nasional.
Ingatan kita terlalu pendek jika hanya disimpan di media sosial. Dokumentasi seperti ini adalah standar baru yang harus dimiliki.”
Peksi Cahyo.

