Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan keyakinannya bahwa perang antara Rusia dan Ukraina akan segera mencapai titik akhir.
Dalam acara penyambutan Thanksgiving di Gedung Putih, Trump menyebut proses perdamaian kini berada di tahap yang sangat dekat menuju kesepakatan.
Kita akan segera mencapainya,”
Trump, tanpa merinci poin-poin kesepakatannya.
Trump menegaskan bahwa pembahasan terbaru terkait konflik tersebut menunjukkan perkembangan besar yang belum pernah terjadi sebelumnya.
AS Dianggap Lebih Menguntungkan Ukraina
Sumber yang mengetahui isi proposal terbaru Amerika Serikat mengungkapkan bahwa dokumen terbaru ini jauh lebih baik bagi Ukraina dibandingkan draft sebelumnya.
Salah satu perubahan terbesar ada pada jumlah pasukan yang boleh dipertahankan Ukraina.
Jika sebelumnya Ukraina dibatasi hanya memiliki 600 ribu personel militer, kini rancangan baru mengizinkan mereka mempertahankan hingga 800 ribu pasukan.
Ukraina, AS, dan Eropa telah menyusun proposal yang kini jauh lebih bisa diterapkan,”
sumber tersebut.
Perjanjiannya telah berubah signifikan ke arah lebih positif.”
sumber tersebut.
Perubahan ini diyakini bertujuan memperkuat posisi pertahanan Ukraina di tengah ancaman serangan lanjutan dari Rusia.
Rusia Belum Menunjukkan Niat Gencatan Senjata
Berbeda dengan Trump yang menunjukkan optimisme, Presiden Prancis Emmanuel Macron justru menilai sebaliknya.
Berdasarkan pertemuan tiga pihak AS, Ukraina, dan negara-negara Eropa di Jenewa pekan lalu, ia menyimpulkan bahwa Rusia belum menunjukkan keinginan untuk menghentikan perang.
Sudah sangat jelas bahwa Rusia tidak memiliki kemauan untuk menyetujui gencatan senjata hari ini,”
Macron.
Macron menilai tekanan internasional perlu terus ditingkatkan agar Rusia mau membuka pintu negosiasi perdamaian.
Macron juga menyatakan dukungannya terhadap keputusan AS dan Eropa untuk mencabut pembatasan jumlah pasukan Ukraina.
Menurutnya, langkah tersebut sangat penting untuk menjaga keseimbangan militer dan menghindari potensi serangan agresif dari Rusia di masa mendatang.
Ia menekankan bahwa Ukraina harus tetap memiliki kemampuan memadai untuk mempertahankan negaranya, terutama ketika situasi belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

