Sepekan sudah Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) dilanda bencana banjir bandang hingga tanah longsor. Bencana tersebut menyebabkan kerusakan hingga akses jalan terputus.
Akibat kondisi ini, banyak yang bertanya-tanya berapa alokasi anggaran yang digelontorkan pemerintah untuk menangani situasi tersebut. Lantas berapa anggaran yang dialokasikan pemerintah?
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno mengatakan dalam kondisi bencana terdapat beberapa prioritas pemerintah mulai dari evakuasi, layanan logistik, pengungsian, hingga kesehatan.
Seluruh kebutuhan itu dibiayai oleh negara melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan skema Dana Siap Pakai (DSP).
Dalam kondisi bencana, yang utama adalah penyelamatan masyarakat, evakuasi, layanan logistik, pengungsian, kesehatan, dan lain-lain. Ini dibiayai negara melalui BNPB dengan skema dana siap pakai,”
Pratikno saat dihubungi owrite Senin, 1 Desember 2025.
Menko PMK menjelaskan, BNPB membelanjakan dana siap pakai sesuai dengan kebutuhan selama tanggap darurat.
Namun demikian, ia tidak mengungkapkan berapa anggaran yang akan digelontorkan pemerintah atas bencana tersebut.
BNPB membelanjakan dana siap pakai ini sesuai kebutuhan selama tanggap darurat. Besaran dananya adalah sebesar kebutuhan untuk kepentingan tanggap darurat, yang tentu saja harus dibelanjakan secara akuntabel,”
Pratikno.
Sebagai informasi, pada tahun 2025 alokasi anggaran BNPB sebesar Rp2,01 triliun. Namun, pada tahun 2026 alokasi anggaran turun tajam hanya sebesar Rp491 miliar.
Sementara dalam kesempatan terpisah, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bahwa pemerintah siap menambah anggaran untuk penanganan bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar.
Ia mengaku, anggaran tersebut sudah disediakan oleh Kementerian Keuangan.
BNPB ini masih ada Rp500 miliar lebih, di BNPB yang siap. Terus kalau nanti butuh dana tambahan kita siap juga menambah, dan sudah ada anggarannya,”
Purbaya di Park Hyatt.
Terkait berapa besaran dana yang akan dialokasikan oleh pemerintah untuk bencana tersebut. Purbaya mengatakan bahwa besaran anggaran akan disesuaikan dengan permintaan BNPB.
Ini tergantung permintaan BNPB, kan Anda tahu saya kaya. Tapi uangnya cukup, tinggal BNPB mengajukan ABT (Anggaran Belanja Tambahan) ke kita, nanti kita proses,”
Purbaya.
Ia juga menuturkan, alokasi anggaran tersebut bersumber dari pos darurat bencana. Lanjutnya, anggaran yang disiapkan cukup hingga masa rehabilitasi atau proses pemulihan usai bencana.
Pos darurat bencana kalau nggak salah, ada. Yang jelas, saya lupa kayaknya darurat bencana ada gitu,”
Purbaya.
Sebelumnya, Pemerintah pada Jumat pagi, 28 November 2025 sudah mengirim bantuan penanganan bencana alam ketiga provinsi terdampak yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Pagi ini sekitar pukul setengah delapan pagi, telah diberangkatkan, atas instruksi langsung Bapak Presiden tadi malam kepada seluruh jajaran terkait, untuk memberangkatkan pagi ini empat pesawat: tiga pesawat Hercules, kemudian satu pesawat A400 yang awal bulan ini tiba di tanah air untuk terbang ke tiga provinsi yang terdampak bencana,”
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya.
Ia menjelaskan, keempat pesawat tersebut akan diterbangkan menuju bandara-bandara terdekat dari lokasi terdampak.
Jadi akan ke Padang, Sumatera Barat, kemudian ke bandara terdekat di Tapanuli, itu tepatnya nanti akan ke bandara Silangit, Sumatera Utara, kemudian satu ke bandara di Banda Aceh dan Lhokseumawe Aceh Utara karena adalah bandara terdekat dengan lokasi terdampak,”
Teddy.
Ia menuturkan, dalam beberapa hari terakhir bantuan sudah diberikan. Adapun alur bantuan terus berlangsung melalui pesawat TNI maupun maskapai sipil.
Seluruh kebutuhan yang dikirim disesuaikan dengan kondisi aktual di lapangan, yang berdasarkan komunikasi langsung pemerintah pusat dan kepala daerah.
Untuk bantuan yang diterbangkan pada hari ini terdiri dari peralatan darurat hingga kebutuhan vital.
Jadi hari ini diberangkatkan sesuai kebutuhan yakni tenda sebanyak sekitar 150, kemudian ada perahu karet karena sangat penting untuk evakuasi ada sekitar 64, kemudian genset, alat bantu listrik, kemudian yang terpenting juga alat komunikasi diberangkatkan sekitar 100 alat komunikasi kesana agar sinyal komunikasi bisa dimulai kembali. Kemudian juga bahan makanan siap saji, kemudian tim medis dari TNI, kemudian juga dari Kementerian Kesehatan,”
Teddy.
Di sisi lain, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman akan menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera. Bantuan yang digelontorkan ini berupa beras dan minyak goreng.
Amran mengatakan, nantinya setiap keluarga terdampak akan menerima 20 kilogram (kg) beras, dan 4 liter minyak goreng. Badan Pangan Nasional (Bapanas) serta Perum Bulog sudah menyiapkan bantuan dalam jumlah besar dan akan segera dikirimkan ke wilayah terdampak.
Ini saudara-saudara kita di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Ada bencana banjir. Pemerintah akan mengirim bantuan. Yang pertama adalah beras dan minyak goreng,”
Amran.
Adapun total bantuan yang disalurkan meliputi 10.614 ton beras dan 1.954 ton minyak goreng untuk Provinsi Aceh, 16.894 ton beras dan 3.108 ton minyak goreng ke Provinsi Sumatera Utara, serta 6.795 ton beras dan 1.250 ton minyak goreng untuk Provinsi Sumatera Barat.




