Upaya pemulihan listrik pasca bencana banjir dan longsor di Aceh terus dikebut. Sekitar 500 personel PT PLN (Persero) tiba di sejumlah titik kritis jaringan transmisi pada Minggu, 30 November 2025, melalui jalur darat maupun udara dengan dukungan penuh dari TNI.
Personel tersebut disebar di tiga lokasi utama di tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV, yakni SUTT 150 kV Arun – Bireuen, SUTT 150 kV Bireuen – Peusangan, dan SUTT 150 kV P. Brandan – Langsa.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengatakan keterlibatan TNI menjadi faktor penting dalam mempercepat proses pemulihan.
Kami sangat berterima kasih kepada TNI yang turut andil memperkuat upaya ini. Kolaborasi yang terjalin menjadi faktor penting dalam proses pemulihan jaringan trasmisi yang mengalami kerusakan,”
kata Darmawan dalam keterangan yang diterima owrite, Senin 1 Desember 2025.
Kerusakan infrastruktur akibat banjir dan longsor membuat akses ke sejumlah wilayah masih terputus. Untuk memastikan personel dan material tower emergency dapat segera menjangkau area terdampak, PLN menggunakan jalur udara bersama TNI Angkatan Udara.
Pendistribusian ke wilayah terisolir menggunakan helikopter menjadi salah satu langkah strategis agar personel dan perlengkapan dapat segera sampai ke lokasi terdampak,”
jelas Darmawan.
Sementara itu, wilayah yang masih memungkinkan dijangkau darat ditempuh menggunakan truk bersama TNI Angkatan Darat.
Darmawan juga menegaskan bahwa pemulihan dilakukan tanpa henti demi percepatan pemulihan pasokan listrik.
Para personel terus bekerja nonstop dengan semangat tinggi untuk memastikan sistem kelistrikan pulih secara cepat dan aman,” tegasnya.
General Manager PLN UIP3B Sumatera, Amiruddin, memastikan keberadaan tim dan material darurat sudah berada di titik-titik kerusakan tower.
Personel dan material darurat sudah berada di titik-titik kritis tower yang terdampak. Kami berupaya agar pembangunan tower darurat segera terselesaikan dan pasokan listrik Aceh segera pulih secepat mungkin,”
pungkas Amiruddin.

