Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 25 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Purbaya
  • MBG
  • prabowo
  • iran
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Cari Tahu / Mengenal Sejarah dan Makna Tradisi Ogoh-Ogoh Jelang Nyepi 2026
Cari Tahu

Mengenal Sejarah dan Makna Tradisi Ogoh-Ogoh Jelang Nyepi 2026

Syifa FauziahAmin-Suciady-Owrite
Last updated: Maret 17, 2026 12:38 pm
By
Syifa Fauziah
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Asred
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Follow:
Amin Suciady
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya,...
Follow:
3 bulan lalu
Share
Ogoh-ogoh
Ogoh-ogoh (Foto: owrite/Syifa)
SHARE

Perayaan Nyepi tahun ini akan berlangsung pada 19 Maret 2026. Jelang Nyepi, biasanya umat Hindu akan menggelar tradisi pawai ogoh-ogoh. 

Daftar isi Konten
  • Sejarah Ogoh-Ogoh
  • Makna Unik dibalik Ogoh-Ogoh
  • Pawai Ogoh-Ogoh

Ogoh-ogoh sendiri awalnya merupakan ritual Buta Yadnya (Bhuta Yajna). Buta Yadnya merupakan rangkaian upacara untuk menghalau kehadiran buta kala yang merupakan manifestasi unsur-unsur negatif dalam kehidupan manusia.

Dalam rangkaian Buta Yadnya, terdapat tradisi pawai ogoh-ogoh yang kemudian berkembang menjadi festival tahunan yang semarak dan menjadi daya tarik pariwisata.

Dilansir dari Indonesia Kaya, Buta Yadnya terdiri dari dua tahapan, yaitu ritual mecaru (pecaruan) dan ngrupuk (pengerupukan). Mecaru merupakan upacara persembahan aneka sesajian (caru) kepada buta kala. 

Upacara ini dilakukan dari tingkatan keluarga, banjar, kecamatan, kabupaten, kota, hingga tingkat provinsi.

Ngrupuk adalah ritual berkeliling pemukiman sambil membuat bunyi-bunyian disertai penebaran nasi tawur dan menyebarkan asap dupa atau obor secara beramai-ramai.

Ritual ngrupuk yang biasa dilakukan bersamaan dengan arak-arakan ogoh-ogoh ini bertujuan agar buta kala beserta segala unsur negatif lainnya menjauh dan tidak mengganggu kehidupan umat manusia.

Untuk lebih jelasnya, owrite akan merangkum sejarah dan makna tradisi ogoh-ogoh. Berikut ulasannya, Selasa, 17 Maret 2026.

Sejarah Ogoh-Ogoh

Dalam bahasa Bali, ogoh-ogoh berarti sesuatu yang digoyang-goyangkan. Ogoh-ogoh ini adalah patung Lelakut yang berfungsi untuk mengusir burung oleh petani di sawah. 

Ogoh-ogoh dibuat sebagai simbol Butha Kala yang umum ditampilkan dengan tubuh besar, kuku panjang, dan bertaring, wajah yang seram, dan rambut yang berantakan.

Butha Kala dalam ajaran Hindu Dharma adalah istilah yang digunakan untuk merepresentasikan kekuatan alam semesta dan waktu yang begitu besar dan tak terbantahkan. 

Konon, tradisi ini berasal dari tradisi Barong Landung dan atraksi Ndong-Nding Di Kabupaten Gianyar dan Karangasem dan sudah mengakar sejak dulu. 

Makna Unik dibalik Ogoh-Ogoh

Kesenian ogoh-ogoh sudah melekat pada kepercayaan agama Hindu Dharma serta adat istiadat masyarakat Bali. Kehadiran ogoh-ogoh berkaitan dengan upacara Tawur Kesanga (penyucian jiwa dan raga dari berbagai perbuatan dosa). 

Ketika sebuah ogoh-ogoh selesai dibuat, Ogoh-ogoh tersebut akan didoakan terlebih dahulu, dan diarak keliling desa dengan suara riuh menuju Sema, tempat pembakaran jenazah. 

Di sanalah setiap ogoh-ogoh yang sudah diarak akan dibakar untuk menetralisir energi negatif yang ada di dalamnya.

Selain mengandung unsur pengharapan dan doa, tradisi ogoh-ogoh juga menjadi sarana pemersatu bagi masyarakat Bali. Hal ini menjadi manifestasi dimensi sosial masyarakat Bali yang penuh kekeluargaan.

Selain itu, karena proses pembuatan ogoh-ogoh yang rumit, dalam proses pembuatannya, diperlukan kekompakan dari seluruh warga, sehingga menciptakan gotong royong dan saling peduli. 

Pawai Ogoh-Ogoh

Sejak tahun 1985, pawai ogoh-ogoh membawa semarak kemeriahan bagi masyarakat Bali. Seiring berjalannya waktu, ogoh-ogoh buka hanya sebagai perwujudan Butha Kala, tapi juga hadir dalam bentuk yang lebih kontemporer, seperti tokoh-tokoh yang dibenci masyarakat atau tokoh fiktif yang melambangkan kejahatan. 

Kemeriahan pawai Ogoh-ogoh menarik perhatian banyak orang, termasuk para wisatawan domestik dan internasional. Sehingga banyak yang menunggu pawai Ogoh-ogoh saat penyambutan Hari Raya Nyepi.

Tag:balibudayaogoh ogohTradisi
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Trending di OWRITE
Geger Pengakuan BEM UBK soal Duit Demo, Gibran Diminta Buka Fakta Sebenarnya, Berani?
By Hardani Triyoga
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (tengah) berbincang dengan perwakilan mahasiswa pengunjuk rasa usai pertemuan di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (15/6/2026).
1
Sadis Aniaya Pacar, Taufik Akan Diperiksa Kejiwaan dan Ditahan di Sel Khusus
By Rahmat Baihaqi
Petugas menggiring tersangka kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan berat Taufik Hidayat (tengah) setibanya di Polda Jabar, Bandung.
2
Harga Gas Industri Meroket, DPR Turun Tangan Usai 55 Ribu Buruh Terancam PHK
By Rika Pangesti
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco (kedua kanan) dan Cucun Ahmad Syamsurijal (kanan) tiba untuk menyampaikan keterangan pers terkait potongan komisi untuk layanan ojek online (ojol) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta
3
Prabowo Ungkap Ciri Koruptor: Biasanya Orang Pintar Tahu Cara Mencuri
By Rahmat Baihaqi
Presiden Prabowo hadir dalam Puncak Pekan Nasional Petani Nelayan, di Gorontalo, 24 Juni 2026.
4
2 Peserta SPPI Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal saat Latihan Militer, Begini Penjelasan Kemhan
By Rahmat Baihaqi
Gedung Koperasi Merah Putih Kelurahan Baruga yang telah rampung dibangun di Kendari, Sulawesi Tenggara
5

BERITA LAINNYA

Suporter Norwegia
Cari Tahu

Mengenal Viking Row, Selebrasi Unik Ala Suporter Norwegia yang Viral di Piala Dunia 2026

Dalam pagelaran Piala Dunia 2026, melahirkan tren unik dari para suporter. Salah…

Hilwa UrwatulSyifa Fauziah
By
Hilwa Urwatul Wutsqa
Syifa Fauziah
12 jam lalu
Anjungan Rumah Adat Betawi di TMII
Cari Tahu

Mengenal Rumah Adat Betawi, Warisan Budaya Jakarta yang Penuh Filosofi dan Makna

Salah satu warisan budaya Jakarta yang masih dapat ditemukan hingga kini adalah…

Ossid Duha Jussas SalmaSyifa Fauziah
By
Ossid Duha Jussas Salma
Syifa Fauziah
2 hari lalu
Papan Selamat Datang Museum Betawi
Cari Tahu

Di Balik Nama Setu Babakan, Tersimpan Kisah Kampung Budaya Betawi yang Ikonik

Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Jakarta menjadi momen yang tepat untuk mengenal…

Ossid Duha Jussas SalmaSyifa Fauziah
By
Ossid Duha Jussas Salma
Syifa Fauziah
2 hari lalu
Ilustrasi Slow burn relationship dinamika hubungan di mana perasaan cinta, ketertarikan, dan komitmen
Cari Tahu

Bukan Friendzone, Ini Tanda Kamu Sedang Menjalani Slow-Burn Relationship

Di era yang serba instan seperti sekarang ini, hampir semua hal bisa…

Ani RatnasariIvan OWRITE
By
Ani Ratnasari
Ivan Syahruna Lubis
3 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up