Kalcer merupakan istilah gaul yang saat ini tren di kalangan generasi muda, terutama gen Z. Kata ini kerap digunakan untuk menggambarkan seseorang yang dianggap “paham tren”.
Dikutip dari website KPU Papua Pegunungan, Kata kalcer diadaptasi dari kata bahasa Inggris culture yang berarti budaya. Namun, dalam konteks bahasa gaul, kalcer memiliki makna yang lebih spesifik.
Istilah ini biasanya dipakai untuk menyebut sekelompok orang dengan gaya penampilan khas yang identik dengan kebiasaan, lingkungan, atau tren tertentu.
Misalnya, di Jakarta Selatan atau yang akrab disebut Jaksel, kita sering mendengar istilah “anak kalcer”.
Mereka dikenal dengan gaya fesyen serba oversize, memakai sneakers populer seperti Adidas Samba, dan sering terlihat mengendarai motor Vespa Matic.
Selain itu, bisa disebut anak kalcer karena kebanyakan dari mereka menghabiskan waktu di coffee shop. Aktivitasnya beragam, ada yang mengerjakan tugas kuliah, bekerja dengan laptop, atau sekadar nongkrong sambil menikmati kopi.
Tak heran jika kalcer sering menjadi bahan obrolan di kalangan Gen Z, khususnya di lingkungan anak hits Jaksel. Anak kalcer kerap dianggap memiliki karakter unik dan nyentrik karena gaya berpakaiannya terlihat berbeda dan tidak mengikuti arus utama.
Fenomena ini mencerminkan identitas sosial seseorang dengan menegaskan dirinya bagian dari sebuah komunitas yang gaul.
Bagi Generasi Z, penggunaan istilah kalcer tak sekadar mengikuti tren, melainkan juga cara untuk menunjukkan eksistensi diri.
Mereka membangun citra lewat fesyen, hobi nongkrong di kafe, serta kebiasaan yang akhirnya membentuk komunitas tersendiri.



