Maskot merupakan salah satu ikon yang selalu hadir dalam perhelatan Piala Dunia FIFA. Selain menjadi simbol turnamen, maskot juga berfungsi untuk memperkenalkan budaya, karakter, dan identitas negara tuan rumah kepada dunia.
- 1. World Cup Willie (Inggris 1966)
- 2. Juanito (Meksiko 1970)
- 3. Tip and Tap (Jerman Barat 1974)
- 4. Gauchito (Argentina 1978)
- 5. Naranjito (Spanyol 1982)
- 6. Pique (Meksiko 1986)
- 7. Ciao (Italia 1990)
- 8. Striker (Amerika Serikat 1994)
- 9. Footix (Prancis 1998)
- 10. Ato, Kaz, dan Nik (Korea Selatan–Jepang 2002)
- 11. Goleo VI dan Pille (Jerman 2006)
- 12. Zakumi (Afrika Selatan 2010)
- 13. Fuleco (Brasil 2014)
- 14. Zabivaka (Rusia 2018)
- 15. La’eeb (Qatar 2022)
- 16. Maple, Zayu, dan Clutch (Piala Dunia 2026)
Tradisi maskot Piala Dunia dimulai sejak tahun 1966 dan terus berlanjut hingga Piala Dunia 2026.
1. World Cup Willie (Inggris 1966)
Maskot pertama dalam sejarah Piala Dunia ini berupa singa jantan yang mengenakan kaus bertuliskan World Cup. Singa dipilih karena merupakan simbol tradisional kerajaan Inggris. World Cup Willie menjadi pelopor penggunaan maskot dalam ajang olahraga internasional
2. Juanito (Meksiko 1970)
Juanito digambarkan sebagai anak laki-laki yang mengenakan seragam sepak bola warna bendera mexico dan sombrero khas Meksiko bertuliskan “MEXICO 70” di kepalanya.
3. Tip and Tap (Jerman Barat 1974)
Untuk pertama kalinya Piala Dunia memiliki dua maskot sekaligus. Keduanya menggunakan jersey tim Jerman Barat yang masing-masing bertuliskan WM dan 74. Kata WM sendiri merupakan singkatan dari Weltmeisterschaft yang diterjemahkan menjadi Piala Dunia. Tip dan Tap merupakan dua anak laki-laki yang melambangkan persahabatan dan sportivitas.
4. Gauchito (Argentina 1978)
Gauchito terinspirasi oleh para gaucho atau gembala hewan lokal Argentina. Hal ini karena karakter tersebut berpakaian ala koboi Argentina atau gaucho seperti topi bertuliskan “Argentina 78”, syal, dan aksesoris pakaian sehari-hari gaucho yang melengkapi jersey belang-belang warna bendera Argentina di tubuh seorang anak laki-laki.
5. Naranjito (Spanyol 1982)
Nama Naranjito berasal dari naranja yang merupakan kata bahasa Spanyol untuk menyebut buah jeruk, sesuai dengan desain keseluruhan maskot. Ini menjadikan Naranjito menjadi salah satu maskot paling ikonik dalam sejarah Piala Dunia.
6. Pique (Meksiko 1986)
Meksiko kembali menjadi tuan rumah dan memilih cabai bernama Pique sebagai maskot. Nama Pique yang tersemat pada maskot berasal dari kata bahasa Spanyol picante yang dapat bermakna lada atau rasa pedas. Pique mengenakan sombrero dan berkumis khas masyarakat Meksiko.
7. Ciao (Italia 1990)
Ciao menjadi maskot paling unik karena berbentuk figur abstrak yang tersusun dari balok berwarna bendera Italia dan kepalanya berupa bola sepak. Kata ciao yang digunakan sebagai namanya merupakan kata sapaan dalam bahasa Italia yang dapat berarti “halo” atau “selamat tinggal”.
8. Striker (Amerika Serikat 1994)
Maskot ini berupa anjing peliharaan yang mengenakan seragam sepak bola berwarna merah, putih, dan biru AS. Dalam pembuatannya, FIFA menggandeng studio Warner Bros untuk mendesain Striker untuk menarik penonton tuan rumah tersebut.
9. Footix (Prancis 1998)
Footix adalah ayam jantan berwarna biru yang terinspirasi dari simbol nasional Prancis. Namanya berasal dari kata “football” dan akhiran “-ix” yang sama seperti nama Asterix, tokoh dari komik populer berjudul sama asal negeri tersebut.
10. Ato, Kaz, dan Nik (Korea Selatan–Jepang 2002)
Piala Dunia 2002 menghadirkan tiga karakter futuristik yang berasal dari olahraga fiksi bernama Atmoball. The Spheriks atau trio Ato, Kaz, dan Nik adalah murni hasil rekaan CGI. Warna yang diusung ketiganya yaitu oranye, ungu, dan biru. Selain itu, Mereka menjadi maskot pertama yang berbentuk karakter digital.
11. Goleo VI dan Pille (Jerman 2006)
Goleo VI adalah singa yang mengenakan jersey sepak bola, sementara Pille merupakan bola sepak yang bisa berbicara. Namanya berasal dari kata goal yang digabungkan dengan leo, padanan kata singa dalam bahasa Latin. Goleo selalu ditemani oleh Pille, sidekick-nya berupa bola sepak yang bisa berbicara. Keduanya menjadi duet maskot yang sangat populer.
12. Zakumi (Afrika Selatan 2010)
Zakumi adalah macan tutul dengan rambut hijau. Dasar modelnya macan tutul adalah karena hewan tersebut merupakan hewan yang umum ditemukan di benua Afrika. Selain itu warna hijau dari rambutnya menggambarkan warna timnas dari tuan rumah piala dunia 2010 itu. Namanya berasal dari Za (kode Afrika Selatan) dan kumi yang berarti sepuluh dalam beberapa bahasa Afrika.
13. Fuleco (Brasil 2014)
Fuleco merupakan armadillo atau trenggiling Brasil yang terancam punah. Nama Fuleco merupakan gabungan dari kata futebol (Sepakbola) dan ecologia (Ekologi). Nama ini juga dipilih melalui hasil polling yang diikuti 1,7 juta warga Brasil.
14. Zabivaka (Rusia 2018)
Zabivaka adalah serigala Rusia berbulu cokelat yang mengenakan kaus berwarna putih dan biru bertuliskan ‘Rusia 2018’ serta celana pendek berwarna merah. Dalam bahasa Rusia, Zabivaka berarti “si pencetak gol”.
15. La’eeb (Qatar 2022)
Dalam bahasa Arab, nama La’eeb berarti “pemain yang sangat terampil”. Karakter ini digambarkan ceria, bersemangat, dan melambangkan dunia fantasi paralel tempat semua maskot turnamen berasal. La’eeb berbentuk karakter kain putih melayang yang terinspirasi dari ghutra atau keffiyeh, penutup kepala tradisional Timur Tengah.
16. Maple, Zayu, dan Clutch (Piala Dunia 2026)
Piala Dunia 2026 yang digelar bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko menghadirkan tiga maskot sekaligus. Maple adalah rusa besar atau moose dari Kanada, Zayu the Jaguar dari Meksiko, dan Clutch the Bald Eagle adalah elang botak yang mewakili Amerika Serikat. Ketiganya melambangkan persatuan tiga negara tuan rumah.
Sejak kemunculan World Cup Willie pada 1966, maskot Piala Dunia telah berkembang dari karakter sederhana hingga tokoh digital dan trio karakter modern. Setiap maskot tidak hanya menjadi hiburan bagi penggemar sepak bola, tetapi juga menjadi representasi budaya dan identitas negara penyelenggara yang dikenang sepanjang sejarah Piala Dunia.


