Setiap manusia pasti pernah mengalami rasa cemas dan khawatir terhadap suatu hal. Kecemasan dapat memengaruhi setiap individu dengan cara yang berbeda-beda. Namun, pada sebagian orang, rasa cemas bisa berkembang menjadi gangguan yang ditandai dengan pikiran dan kekhawatiran berlebihan yang terus muncul hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.
Kalau kamu mengalami kondisi tersebut, bisa jadi kamu sedang anxiety. Lalu, apa itu anxiety?
Apa itu Anxiety?
Melansir dari Merriam Webster, anxious atau Anxienty berarti cemas, gelisah, atau khawatir. Perasaan ini muncul secara alami ketika tubuh menghadapi potensi ancaman atau stress.
Anxiety biasanya menggambarkan kondisi ketika seseorang merasa takut atau khawatir secara berlebihan terhadap situasi tertentu, bahkan terkadang tanpa alasan yang jelas.
Rasa cemas sebenarnya merupakan hal normal yang bisa dialami siapa saja. Misalnya saat menghadapi ujian, wawancara kerja, atau menunggu hasil penting. Namun, jika rasa cemas muncul terus-menerus hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, kondisi tersebut perlu diperhatikan.
Ciri-ciri Seseorang Mengalami Anxiety
Orang yang sedang merasa anxiety biasanya mengalami beberapa gejala, baik secara emosional maupun fisik. Berikut beberapa tandanya:
1. Gampang lelah
Perasaan cemas terus-menerus dapat menguras banyak energi, baik fisik maupun mental. Meskipun tubuh tidak melakukan aktivitas berat, kondisi tubuh yang cemas akan memakan banyak energi. Apalagi disertai kurang tidur juga dapat memperparah rasa lelah.
2. Sulit Tenang
Meski berada di situasi aman, Namun, pada anxiety, kecemasan bisa terjadi secara berlebihan, bahkan tanpa alasan yang jelas. Pikiran pun dipenuhi skenario terburuk, sehingga sulit untuk merasa tenang
3. Jantung Berdebar
Anxiety dapat memicu respons tubuh yang disebut fight or flight yang bisa menyebabkan jantung berdebar lebih cepat atau tidak teratur. Hal ini terjadi karena ketika mengalami anxiety atau stres, tubuh akan melepaskan hormon stres seperti adrenalin, sehingga membuat tekanan darah naik dan detak jantung menjadi lebih cepat.
4. Susah Tidur
Ciri-ciri anxiety dapat dilihat dari adanya gangguan tidur, seperti sulit tidur (insomnia), mimpi buruk, sering terbangun di tengah malam. Pikiran yang terus-menerus bekerja dan rasa khawatir yang berlebihan membuat tubuh sulit relaks, sehingga tidur pun terganggu.
5. Emosional lebih sensitif
Orang yang memiliki ciri-ciri anxiety cenderung lebih sensitif secara emosional. Perasaan cemas yang menumpuk bisa membuat seseorang menjadi mudah menangis, marah, atau frustasi karena merasa kewalahan, takut, dan banyak beban pikiran. Pada kondisi tertentu, anxiety juga bisa membuat seseorang mengalami perubahan suasana hati atau mood swing.
6. Sulit Fokus
Seseorang bisa merasa pikirannya terus mengarah ke berbagai kemungkinan buruk dan pengalaman kurang baik di masa lalu, sehingga sulit untuk berkonsentrasi. Bahkan, tugas sederhana pun bisa terasa berat karena sulit mengatur fokus.
Penyebab Anxienty
Ada beberapa faktor yang dapat memicu rasa anxienty, di antaranya:
- Memiliki anggota keluarga yang pernah mengalami gangguan kecemasan
- Pernah mengalami peristiwa traumatis, seperti kecelakaan, kehilangan orang terdekat, atau menjadi korban bullying atau pelecehan seksual
- Mengalami stres berkepanjangan, misalnya karena masalah finansial atau tekanan emosional di pekerjaan
- Menderita depresi atau gangguan kepribadian
- Menderita penyakit tertentu, seperti penyakit tiroid, tumor langka yang memproduksi hormon stres, atau sindrom iritasi usus besar
- Mengalami kecanduan alkohol atau penyalahgunaan NAPZA
- Menggunakan obat-obatan tertentu
- Mengonsumsi minuman berkafein secara berlebihan
Selain itu, faktor biologis dan kondisi mental tertentu juga dapat memengaruhi tingkat kecemasan seseorang.
Cara Mengatasi Anxienty
Meski terasa mengganggu, anxiety dapat dikurangi dengan beberapa cara sederhana berikut:
1. Atur Pola Napas
Lakukan teknik pernapasan 4-7-8, yaitu tarik napas selama 4 detik, tahan selama 7 detik, lalu hembuskan perlahan selama 8 detik. Dengan mengatur napas secara perlahan dan fokus menenangkan tubuh dapat membantu mengurangi rasa panik.
2. Olahraga rutin
Cobalah fokus pada hal yang bisa dikendalikan, bukan kemungkinan buruk yang belum tentu terjadi.
3. Istirahat yang Cukup
Coba relaksasi dengan mendapatkan pijatan, aromaterapi, atau mendengarkan musik yang lembut dan tenang.
4. Membatasi konsumsi kafein, seperti kopi dan minuman berenergi.
5. Cerita ke Orang Terpercaya
Berbagi cerita dengan keluarga, sahabat, atau pasangan dapat membantu meringankan pikiran.
6. Konsultasi ke Psikolog
Jika rasa anxienty sudah mengganggu aktivitas sehari-hari, tidak ada salahnya berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater.
Menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik. Jika merasa anxienty berkepanjangan, jangan ragu mencari bantuan dan dukungan dari orang sekitar maupun tenaga profesional.


