Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Cari Tahu

Mitos dan Fakta tentang MSG, Benarkah Berbahaya bagi Kesehatan?

MSG telah lama digunakan untuk memberikan cita rasa gurih pada makanan sangat umum, masyarakat mengaitkan MSG dampak negatif bagi kesehatan..

Ilustrasi MSG
Ilustrasi MSG (Foto: Unsplash Maria Kovalets)

MSG telah lama digunakan untuk memberikan cita rasa gurih pada makanan. Meskipun penggunaannya sangat umum, masih banyak masyarakat yang mengaitkan MSG dengan berbagai dampak negatif bagi kesehatan.

Anggapan tersebut membuat sebagian orang memilih menghindari makanan yang mengandung MSG tanpa mengetahui dasar ilmiahnya.

Untuk membantu meluruskan informasi yang beredar, melansir dari laman Halodoc (22 Juni 2026), berikut beberapa mitos dan fakta tentang MSG yang perlu diketahui.

Iklan

Apa Itu MSG?

Monosodium glutamat (MSG) adalah penyedap rasa untuk memberikan cita rasa gurih atau disebut umami.

Rasa ini pertama kali diidentifikasi oleh ahli kimia asal Jepang, Kikunae Ikeda, pada tahun 1908 saat meneliti kaldu rumput laut kombu.

MSG tersusun dari asam glutamat, yaitu asam amino yang secara alami juga terdapat dalam berbagai bahan makanan seperti tomat, keju, jamur, rumput laut, dan daging. Agar mudah digunakan sebagai penyedap, asam glutamat dipadukan dengan natrium (sodium) sehingga membentuk monosodium glutamate atau yang kita sering dengar MSG.

Di Indonesia, MSG diproduksi melalui proses fermentasi menggunakan bahan nabati yang kaya karbohidrat, seperti tebu, singkong, atau jagung.

Proses tersebut mirip dengan pembuatan yogurt, cuka, maupun bir, sehingga menghasilkan MSG yang aman digunakan sebagai penyedap makanan.

Mitos dan Fakta MSG tentang MSG

Meski telah digunakan selama puluhan tahun dan dinyatakan aman oleh berbagai lembaga kesehatan, MSG masih sering dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan. Berikut beberapa mitos tentang MSG beserta penjelasan ilmiahnya.

1. Mitos, MSG Merusak Otak atau Menurunkan Kecerdasan

Faktanya berbagai penelitian menunjukkan bahwa MSG tidak memberikan efek buruk pada sistem saraf pusat. Menurut International Glutamate Information Service, asam glutamat yang menjadi komponen utama MSG juga merupakan zat yang secara alami terdapat di dalam otak.

2. Mitos, MSG Menyebabkan Sakit Kepala

Faktanya tidak ada bukti ilmiah dari MSG picu sakit kepala. Dalam studi The International Classification of Headache Disorders (ICHD) edisi ketiga tahun 2018, MSG telah dihapus dari daftar pemicu sakit kepala karena penelitiannya dianggap tidak ada hubungan konsisten antara MSG dan migrain.

3. Mitos, MSG Menyebabkan Hipertensi

Faktanya tidak ada bukti bahwa MSG secara langsung menyebabkan hipertensi. Meski sama-sama mengandung natrium (sodium), kadar natrium dalam MSG lebih rendah dari garam. Menurut Prof. Hardinsyah dari Departemen Gizi Masyarakat IPB, MSG hanya mengandung sekitar 12% natrium, sedangkan garam dapur mengandung sekitar 39% natrium, kadar yang aman untuk dikonsumsi.

4. Mitos, MSG Menyebabkan Kanker

Faktanya penelitian menunjukkan bahwa senyawa karsinogen lebih mungkin terbentuk pada makanan yang dibakar pada suhu sangat tinggi, bukan karena penambahan MSG. Ketua Yayasan Kanker Indonesia, Prof. dr. Aru W. Sudoyo, SpPD, KHOM, FACP, juga pernah menyatakan bahwa tidak ada kaitan antara konsumsi MSG dan penyakit kanker.

Berbagai mitos tentang MSG masih banyak dipercaya hingga saat ini. Padahal, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa MSG aman dikonsumsi selama digunakan dalam batas wajar sebagai bagian dari pola makan yang seimbang.

Oleh karena itu, penting untuk menyaring informasi yang beredar dan mengacu pada sumber ilmiah maupun rekomendasi dari lembaga kesehatan agar tidak mudah terpengaruh oleh mitos yang belum terbukti kebenarannya.

Iklan