Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Cari Tahu

Bukan Cuma Bikin Senam Jantung: Ini Petaka Menonton Film Horor bagi Tubuh

Jika tetap ingin menikmati film horor, kenali batas diri terlebih dahulu. Pilih subgenre yang sesuai dengan toleransi.

Ilustrasi nonton film.
Ilustrasi nonton film. (Unsplash/Vitaly Gariev)

Film horor menjadi salah satu tontonan yang banyak dipilih untuk mencari sensasi tegang dan memacu adrenalin.

Adegan mengejutkan, suara mendadak, hingga cerita penuh ketegangan dirancang untuk membuat penonton merasa seolah-olah sedang menghadapi bahaya, meskipun sebenarnya mereka berada dalam kondisi aman.

Saat menonton, tubuh tetap dapat memberikan respons terhadap ketakutan tersebut. Dalam penelitian Psychophysiology tahun 2007 menunjukkan bahwa film yang memicu rasa takut dapat menimbulkan perubahan pada respons kardiovaskular, aktivitas kulit, dan pernapasan.

Iklan

Artinya, meskipun penonton mengetahui bahwa ancaman dalam film tidak nyata, tubuh tetap dapat merespons rangsangan menakutkan tersebut secara fisiologis.

Dampak Buruk

Melansir dari laman Healthline pada 3 Oktober 2026, berikut tujuh dampak buruk dari menonton film horor.

  1. Memicu Respons Stres pada Tubuh

Respons ini dapat ditandai dengan detak jantung yang lebih cepat, pupil mata melebar, hingga otot menjadi tegang. Hormon seperti adrenalin, norepinefrin, dan kortisol turut berperan dalam respons tersebut.

Bagi orang yang menikmati sensasi menegangkan, respons ini biasanya hanya berlangsung sementara. Namun, pada orang yang lebih sensitif terhadap rasa takut atau stres, pengalaman tersebut bisa terasa lebih mengganggu.

2. Membuat Tidur Lebih Sulit

Sensasi tegang dan peningkatan aktivitas tubuh setelah menyaksikan adegan menakutkan dapat membuat seseorang lebih sulit merasa rileks. Tidak hanya itu, gambaran dari film juga dapat terbawa hingga waktu tidur bahkan memicu mimpi buruk.

3. Meningkatkan Kecemasan

Mereka yang memiliki sensitivitas kecemasan lebih tinggi dapat memberikan respons yang lebih kuat terhadap adegan menakutkan. Rasa takut terhadap sensasi tubuh seperti jantung berdebar, napas berubah, atau tubuh menegang dapat membuat pengalaman menonton terasa semakin tidak nyaman.

4. Memicu Gambaran yang Tidak Diinginkan

Adegan yang terlalu mengganggu dapat tetap teringat setelah film selesai. Hal ini terutama dapat terjadi pada penonton yang mudah terpengaruh oleh gambar atau cerita tertentu. Jika setelah menonton seseorang terus merasa takut atau tidak nyaman, mengambil jeda dari film horor dapat menjadi pilihan.

5. Mengganggu Rutinitas

Bukan hanya isi film yang perlu diperhatikan, tetapi juga durasi menonton. Menonton film secara maraton hingga berjam-jam dapat membuat waktu tidur berkurang dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Dampak Tidak Selalu Sama

Film horor sebenarnya tidak otomatis memberikan dampak buruk bagi semua penonton. Sebagian orang justru menikmati ketegangan, merasa terhibur, atau menggunakan film sebagai cara menghadapi rasa takut dalam lingkungan yang aman.

Namun, batas toleransi setiap orang berbeda. Jika sebuah film membuat seseorang terus cemas, sulit tidur, mengalami mimpi buruk, atau merasa tidak nyaman setelah menonton, tidak ada keharusan untuk melanjutkan.

Tips Tetap Nyaman

Jika tetap ingin menikmati film horor, kenali batas diri terlebih dahulu. Pilih subgenre yang sesuai dengan toleransi, misalnya menghindari film penuh darah jika adegan gore mudah mengganggu pikiran.

Menonton bersama teman juga dapat membuat suasana terasa lebih aman. Selain itu, menonton pada siang hari atau dengan lampu menyala dapat membantu mengurangi rasa takut, terutama bagi orang yang tidak nyaman berada dalam suasana gelap.

Hal yang tidak kalah penting, jangan memaksakan diri menyelesaikan film. Jika sebuah adegan membuat sangat tidak nyaman, penonton dapat menutup mata, mengambil jeda, atau berhenti menonton.

Iklan