Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Cari Tahu

Si Kecil Sering Rewel Karna Tumbuh Gigi? Lima Jenis Teether Ini Bisa Jadi Solusi

Anak suka gigit-gigit? Jangan salah bisa jadi ia sedang masuk ke fase tumbuh gigi. Orang tua bisa redakan gusi anak yang gatal dengan teether, tapi teether punya banyak jenis. Berikut pembahasannya!

1000039268

Si kecil rewel, sering memasukkan tangan ke mulut, atau lagi suka gigit-gigit benda di sekitar? Melihat ini pasti masih banyak orang tua baru yang merasa bingung dengan apa yang terjadi pada buah hatinya.

Padahal bisa jadi anak sedang masuk ke fase tumbuh gigi yang membuat gusinya terasa gatal dan tidak nyaman hingga melampiaskannya dengan suka menggigit barang di sekitarnya.

Nah, sebenarnya ada satu cara yang bisa membantu meredakannya yaitu menggunakan teether. Teether adalah mainan khusus bayi yang dirancang khusus untuk digigit guna memberikan rasa nyaman pada gusi.

Iklan

Melansir dari Siloam Hospitals, teether bisa mulai digunakan saat bayi memasuki fase oral, yaitu sekitar usia 4 bulan.

Namun, setiap bayi memiliki perkembangan berbeda, sehingga penggunaannya perlu disesuaikan dengan kesiapan si kecil.

Punya Beragam Jenis

Teether sendiri punya beragam jenis yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan anak-anak. Penasaran apa saja itu?

Berikut rekomendasi teether untuk bayi.

  1. Teether Silikon, Teether berbahan silikon food grade bisa jadi pilihan untuk si kecil yang sudah mulai gemar menggigit benda. Bahannya yang cenderung lembut, fleksibel, dan punya beragam bentuk sangat mudah digenggam.

Tapi perhatikan juga pemilihan teether, pilih produk yang memang dirancang khusus untuk bayi, tidak memiliki bagian kecil yang mudah terlepas, serta mudah dibersihkan. Dengan begitu, si kecil bisa menggigit teether dengan lebih nyaman di bawah pengawasan orang tua.

  1. Frozen Teether, Pernah mendengar frozen teether? Jenis teether yang satu ini bisa memberikan sensasi dingin untuk membantu meredakan rasa sakit pada gusi bayi.

Cara pemakaiannya mudah, tinggal masukkan teether ke dalam kulkas sesuai dengan petunjuk di kemasan sebelum diberikan ke si kecil.

Tapi perlu diingat, pastikan produk teether dibeli memang bisa dimasukkan ke freezer, karena tidak semua teether disimpan ke dalam kulkas. Teether yang terlalu keras bisa melukai gusi bayi.

  1. Teether Bertekstur, Teether bertekstur memiliki permukaan berupa tonjolan atau gerigi lembut yang memberikan sensasi berbeda ketika digigit. Tekstur ini bisa membantu bayi mengeksplorasi sensasi melalui mulut sekaligus memberikan tekanan ringan pada gusi yang terasa tidak nyaman.

Pilih teether dengan tekstur yang tidak terlalu keras dan ukuran yang sesuai dengan genggaman bayi. Hindari produk dengan ujung tajam atau tonjolan yang mudah terlepas agar lebih aman digunakan.

  1. Teether Karet, Alami Bagi orang tua yang mencari alternatif bahan selain silikon, teether dari karet alami bisa dipertimbangkan. Bahan ini umumnya memiliki tekstur lentur sehingga nyaman untuk digigit bayi.

Meski begitu, periksa kualitas bahan dan kondisi produk sebelum digunakan. Pilih teether yang memang dirancang khusus untuk bayi, tidak mudah robek, serta bebas dari bagian kecil yang berisiko tertelan. Bersihkan dan simpan sesuai petunjuk produsen agar tetap higienis.

  1. Teething Feeder, Teething feeder merupakan alat berbentuk pegangan dengan bagian berlubang atau berjaring yang dapat diisi makanan lunak. Orang tua bisa memasukkan buah matang, seperti pisang atau alpukat, sehingga bayi dapat mengeksplorasi rasa dan tekstur makanan sekaligus.

Selain membantu bayi berlatih mengenal makanan, buah juga mengandung vitamin, mineral, dan serat. Namun, teething feeder bukan pengganti teether biasa dan tidak menghilangkan risiko tersedak sepenuhnya. Gunakan sesuai usia dan kemampuan makan bayi, serta awasi si kecil sepanjang waktu.

Tips Memilih Teether yang Aman Orang tua wajib memperhatikan kebersihan teether sebelum diberikan ke buah hati. Cuci sesuai petunjuk produk agar tidak menjadi tempat berkembangnya kuman.

Pastikan teether tidak memiliki bagian tajam, mudah pecah, atau berisiko tertelan. Selain itu, hindari memberikan makanan keras, seperti wortel mentah dan apel utuh, karena dapat meningkatkan risiko tersedak.

Dengan memilih teether yang tepat dan mengawasi si kecil saat menggunakannya, orang tua bisa membantu bayi melewati fase tumbuh gigi dengan lebih nyaman.

Iklan