Rajin menyikat gigi belum tentu membuat gigi terbebas dari lubang. Ada sejumlah kebiasaan saat menyikat gigi yang justru dapat membuat perlindungan terhadap karies tidak optimal.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkap tiga hal yang perlu diperhatikan masyarakat, mulai dari frekuensi menyikat gigi, penggunaan pasta gigi berfluoride, hingga kebiasaan setelah selesai menyikat gigi.

Budi mengatakan, menyikat gigi sebaiknya dilakukan dua kali sehari, termasuk sebelum tidur. Menurut dia, kebiasaan menyikat gigi pada malam hari penting karena produksi air liur menurun ketika seseorang tidur.

Pertama, sikat gigi tuh wajib 2x sehari. Jangan cuma pagi doang karena takut mulut bau pas di kantor. Sikat gigi malam sebelum tidur itu justru paling krusial! Saat malam hari, air liur kita berkurang, kalau nggak disikat, bakteri bakal pesta semalaman di mulut kering kalian,”

ujar Budi dikutip dari Instagram @bgsadikin, Rabu, 23 September 2026.

Mengandung Fluoride

Kesalahan kedua berkaitan dengan jenis pasta gigi yang digunakan. Budi mengingatkan masyarakat untuk memilih pasta gigi yang mengandung fluoride karena kandungan tersebut berperan dalam membantu memperkuat lapisan luar gigi.

Siapa di sini yang kalau sikat gigi, odolnya masih ditaruh full sepanjang bulu sikat? No no ya! Padahal, pakai pasta gigi itu cukup seukuran biji polong aja buat orang dewasa,”

katanya.

Selain jumlah pasta gigi, cara memperlakukannya setelah menyikat gigi juga perlu diperhatikan. Budi menyarankan masyarakat tidak langsung berkumur dengan banyak air setelah menyikat gigi agar fluoride tidak segera terbilas.

Nah, yang ketiga ini paling sering salah: habis sikat gigi kurang lebih 2 menit, cukup diludahkan saja. Jangan langsung kumur pakai air banyak-banyak, karena nanti fluoride-nya keburu kebilas dan nggak bekerja maksimal,”

tutur Budi.

Budi juga mengajak masyarakat memeriksakan kesehatan gigi secara berkala di Puskesmas. Pemeriksaan tersebut dapat dimanfaatkan melalui program #CekKesehatanGratis