Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Minggu, 21 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Purbaya
  • MBG
  • prabowo
  • iran
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Daerah / (Part I) Nyala Nyali Ruang Sidang: Vonis Bebas Delpedro cs dan Kebangkitan ‘Oposisi Jalanan’
Daerah

(Part I) Nyala Nyali Ruang Sidang: Vonis Bebas Delpedro cs dan Kebangkitan ‘Oposisi Jalanan’

owrite-adi-briantikaAmin-Suciady-Owrite
Last updated: Maret 10, 2026 1:33 pm
Adi Briantika
Amin Suciady
Share
Terdakwa kasus dugaan penghasutan unjuk rasa, Delpedro Marhaen (kiri), Muzaffar Salim (kedua kiri), Syahdan Husein (kedua kanan) dan Khariq Anhar (kanan) bersiap menjalani sidang putusan di Pengadilan Tipikor, Jakarta
Terdakwa kasus dugaan penghasutan unjuk rasa, Delpedro Marhaen (kiri), Muzaffar Salim (kedua kiri), Syahdan Husein (kedua kanan) dan Khariq Anhar (kanan) bersiap menjalani sidang putusan di Pengadilan Tipikor, Jakarta (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S./rwa)
SHARE

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memvonis bebas empat orang, yakni Delpedro Marhaen, Khariq Anhar, Syahdan Husein, dan Muzaffar Salim, dalam perkara dugaan penghasutan yang memicu kerusuhan dalam demonstrasi pada Agustus 2025. 

Daftar isi Konten
  • Respons Pembebasan 
  • Jangan Serampangan

Putusan yang dibacakan pada 6 Maret 2026 ini mematahkan seluruh dakwaan yang dialamatkan kepada mereka. Ketua Umum YLBHI Muhamad Isnur mengapresiasi integritas pengadilan yang dinilai mampu melihat fakta persidangan secara objektif.

Putusan ini sekaligus membenarkan keyakinan Tim Advokasi Untuk Demokrasi (TAUD) bahwa keempat pemuda tersebut tidak bersalah sejak awal. Dalam putusannya, majelis hakim menyatakan bahwa seluruh pasal yang didakwakan oleh jaksa tidak terbukti dan gugur secara hukum. Rincian putusan tersebut meliputi:

1. Dakwaan Pertama (Pasal 28 Ayat (2) UU ITE): Dinyatakan batal demi hukum pada tahap putusan sela;

2. Dakwaan Kedua hingga Keempat: JPU mendakwa menggunakan Pasal 28 Ayat (3) UU ITE, Pasal 246 KUHP, dan Pasal 76H UU Perlindungan Anak. 

Majelis hakim secara tegas menyatakan seluruh dakwaan ini tidak terbukti. Bagi YLBHI, vonis bebas ini bukan sekadar putusan hukum biasa, melainkan konfirmasi atas adanya upaya pembungkaman terhadap suara-suara kritis.

Sejak awal Tim Advokasi Untuk Demokrasi sudah yakin mereka tidak bersalah, dan putusan hakim semakin membuktikan bahwa ini adalah agenda kriminalisasi atau pembungkaman aktivis secara sistematis,”

kata Isnur.

Ia mendesak agar pemerintah mengambil langkah pertanggungjawaban atas kerugian yang dialami oleh keempat korban. 

Seharusnya pemerintah melakukan rehabilitasi dan meminta maaf kepada korban-korban kriminalisasi dan pembungkaman ini,” 

tegas dia.

YLBHI menilai putusan ini adalah kemenangan kecil bagi kebebasan sipil di Indonesia. Lebih jauh, ini menjadi tamparan sekaligus pembuktian bahwa negara harus segera mengubah pendekatannya dalam merespons kritik, yakni dengan melindungi kebebasan berekspresi dan menjaga amanah reformasi melalui anak-anak muda yang kritis.

Selain itu, Isnur juga mengingatkan aparat penegak hukum perihal tugas yang belum selesai. Bebasnya keempat aktivis ini menunjukkan bahwa pelaku kekerasan yang sebenarnya masih berkeliaran.

Berdasar perkara ini, seharusnya kekerasan dan penjarahan disebabkan oleh aktor-aktor lain, yang sampai hari ini belum diungkap dan diproses,”

ujar dia.

Respons Pembebasan 

Setelah persidangan, Delpedro pun buka suara atas vonis ini. 

Kami ucapkan terima kasih pada majelis hakim yang telah menggunakan prinsip hak asasi manusia, demokrasi, dan kebebasan berpendapat dalam putusannya,”

kata Delpedro.

Vonis bebas ini ia anggap bukan milik mereka berempat maupun tahanan politik di Jakarta, melainkan milik semua tahanan politik di Indonesia.

Delpedro harap seluruh hakim yang sedang mengadili perkara tahanan politik serupa di Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan wilayah lain bisa menggunakan yurisprudensi atau pertimbangan yang arif dan bijaksana.

Delpedro dkk didakwa karena telah dianggap mengunggah 80 konten kolaborasi periode 24-29 Agustus, yang bersifat menghasut dengan tujuan menimbulkan kebencian terhadap pemerintah.

Para terdakwa dituduh mengunggah informasi elektronik dalam media sosial demi mengajak para pelajar untuk terlibat dalam kerusuhan.

Dalam persidangan, jaksa dinilai tidak mampu menghadirkan bukti yang menunjukkan adanya upaya manipulasi, fabrikasi maupun rekayasa fakta yang dilakukan oleh para terdakwa.

Dalam kasus ini jaksa menuntut mereka 2 tahun penjara. Kemudian, hakim memerintahkan jaksa untuk memulihkan hak-hak para terdakwa dalam kemampuan, kedudukan, harkat serta martabatnya sebagai tindak lanjut putusan. 

Jangan Serampangan

Vonis Delpedro cs mendapat apresiasi dari Institute for Criminal Justice Reform (ICJR). Putusan tersebut merupakan cerminan dari komitmen peradilan terhadap prinsip negara hukum dan HAM.

ICJR pun menyoroti kecermatan Majelis Hakim dalam menilai unsur-unsur delik pidana yang didakwakan. Hakim secara tegas menyatakan perbuatan yang dituduhkan kepada para terdakwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan.

Penekanan Majelis Hakim pada konteks kebebasan berekspresi dalam perwujudan HAM dan batasan-batasan pada unsur pasal sangat penting untuk diperhatikan,”

kata Direktur Eksekutif ICJR Erasmus Napitupulu.

Erasmus menambahkan, pertimbangan hukum dari hakim tersebut memainkan peran kunci dalam menjaga marwah peradilan.

Pertimbangan tersebut sangat krusial untuk memastikan hukum pidana tidak digunakan secara serampangan dan tetap berada dalam koridor due process of law,”

ucap dia. 

Berkaca dari perkara Delpedro cs alias ‘The Jakarta 4’, ICJR mendesak agar putusan ini dipelajari secara serius oleh seluruh aparat penegak hukum, khususnya kepolisian dan kejaksaan.

Putusan ini dinilai harus menjadi pembelajaran penting agar praktik kriminalisasi dalam penanganan perkara serupa tidak terulang di masa depan.

ICJR memberikan beberapa catatan penting bagi aparat penegak hukum:

1. Bukti valid, bukan tafsir paksaan: Proses penyidikan dan penuntutan harus benar-benar didasarkan pada kecukupan dan validitas alat bukti serta konstruksi hukum yang jelas. Penegakan hukum tidak boleh didasarkan pada tafsir yang dipaksakan atau karena adanya tekanan politik;

2. Evaluasi internal: ICJR mendorong adanya evaluasi internal di tubuh kepolisian dan kejaksaan terkait penanganan perkara ini;

3. Hentikan kriminalisasi ekspresi: Evaluasi juga harus mencakup seluruh praktik kriminalisasi terhadap tahanan politik maupun segala bentuk kriminalisasi atas ekspresi kritik yang sah. Hal ini bertujuan untuk memastikan profesionalitas, proporsionalitas, dan penghormatan HAM di setiap tahapan peradilan pidana.

Menyikapi potensi langkah hukum lanjutan dari pihak penuntut, ICJR memberikan peringatan khusus kepada jaksa agar mempertimbangkan langkahnya secara bijak dan objektif sebelum mengajukan upaya hukum seperti kasasi dan meminta Mahkamah Agung untuk menaruh atensi khusus pada perkara tersebut.

Kami meminta Mahkamah Agung untuk memberikan atensi kepada kasus ini guna menjaga konsistensi penerapan hukum dan memperkuat putusan yang telah tepat secara hukum dan keadilan,”

ujar Erasmus.

ICJR menegaskan, komitmennya untuk terus mengawal proses hukum ini demi memastikan prinsip keadilan dan perlindungan HAM tetap menjadi pijakan utama dalam sistem peradilan pidana di Indonesia.

Tag:del pedrodemonstrasiSpillunjuk rasaYLBHI
Share This Article
Email Salin Tautan Print
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Trending di OWRITE
Listrik Padam di Banyak Daerah, Bahlil Beri Ultimatum Keras ke Bos PLN
By Natania Longdong
Ilustrasi aktivitas masyarakat terganggung karena adanya pemadaman listrik.
1
Bahlil Bantah Krisis Batu Bara Pemicu Pemadaman Listrik Bergilir: Di Mana Kurangnya?
By Natania Longdong
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melaporkan perkembangan sejumlah proyek strategis dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, 11 Februari 2026.
2
Iran Tutup Selat Hormuz Lagi! Dunia Waswas Usai AS Gagal Kendalikan Israel
By Natania Longdong
Data pergerakan kapal di selat hormuz.
3
Jepang Menggila! Tunisia Dibantai 4-0, Rekor Bersejarah Piala Dunia Langsung Pecah
By Hardani Triyoga
Pemain Timnas Jepang lakukan selebrasi usai cetak gol ke gawang Tunisia.
4
Tekanan Internal Memuncak, Masa Depan Keir Starmer sebagai PM Inggris di Ujung Tanduk
By Natania Longdong
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer.
5

BERITA LAINNYA

Ilustrasi wanita disekap
Daerah

Penuh Misteri, Ini Kronologi Lengkap Dugaan Penyekapan Perempuan di Bandung yang Bikin Geger

Seorang perempuan berinisial YTT (29) diduga menjadi korban penyekapan dan penganiayaan selama…

Ani RatnasariIvan OWRITE
By
Ani Ratnasari
Ivan Syahruna Lubis
2 hari lalu
Gunung Semeru Erupsi
Daerah

Gunung Semeru Erupsi 6 Kali Siang Ini, Tinggi Kolom Abu Capai 1.000 Meter

Gunung Semeru kembali erupsi pada Jumat 19 Juni 2026. Menurut laporan terbaru…

Ani RatnasariIvan OWRITE
By
Ani Ratnasari
Ivan Syahruna Lubis
2 hari lalu
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump
Daerah

Politikus Spanyol Sindir Trump di Parlemen Eropa, Nyanyian ‘Tuan Genosida’ Bikin Heboh!

Anggota Parlemen Eropa asal Spanyol Irene Montero dengan lantang menyindir Presiden Amerika…

iren natania longdongHardani Triyoga
By
Natania Longdong
Hardani Triyoga
3 hari lalu
Humas Polda DIY, Ihsan (kiri) dan Kabid Propam Polda DIY, Satya Widhy Widharyadi menyampaikan klarifikasi terkait miskomunikasi yang terjadi
Daerah

Mahasiswa UMY Amankan Pria Diduga Intel, Begini Klarifikasi Polda DIY

Polda DIY memberikan klarifikasi terkait video viral di media sosial. Dalam video…

Ani RatnasariIvan OWRITE
By
Ani Ratnasari
Ivan Syahruna Lubis
4 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up