Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Daerah

Gaya Hidup dan Pengaruh Medsos jadi Pemicu Angka HIV/AIDS Sidoarjo Melonjak Hingga 7.129 Kasus

Jumlah kasus HIV/AIDS di Kabupaten Sidoarjo mengalami peningkatan. Hingga April 2026, tercatat sebanyak 7.129 kasus HIV/AIDS atau bertambah 215 kasus dibandingkan Desember 2025 yang mencapai 6.914 kasus.

Gambar ilustrasi HIV/AIDS
Gambar ilustrasi HIV/AIDS (Foto: Antara)

Jumlah kasus HIV/AIDS di Kabupaten Sidoarjo mengalami peningkatan. Hingga April 2026, tercatat sebanyak 7.129 kasus HIV/AIDS atau bertambah 215 kasus dibandingkan Desember 2025 yang mencapai 6.914 kasus.

Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Kecamatan Porong dan Kecamatan Krian menjadi wilayah dengan jumlah kasus HIV/AIDS tertinggi di Kabupaten Sidoarjo.

Meningkatnya angka tersebut memunculkan pertanyaan di masyarakat mengenai penyebab kasus HIV/AIDS yang terus bertambah. Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur Benjamin Kristianto menilai, jika kenaikan data tersebut tidak selalu menunjukkan terjadinya penularan baru.

Iklan

Sebagian kasus yang tercatat, menurutnya kemungkinan merupakan infeksi yang sudah terjadi sejak beberapa waktu lalu tetapi baru diketahui setelah masyarakat menjalani pemeriksaan kesehatan atau skrining.

Ditambah semakin luasnya pelaksanaan deteksi dini membuat lebih banyak orang yang sebelumnya tidak mengetahui status kesehatannya akhirnya teridentifikasi. Karena itu, peningkatan angka kasus juga dapat dipengaruhi oleh semakin baiknya upaya penemuan kasus di lapangan.

Meski demikian, Benjamin juga menyoroti sejumlah faktor yang dinilainya turut meningkatkan risiko penyebaran HIV/AIDS. Salah satunya adalah perubahan pola pergaulan masyarakat yang dipengaruhi perkembangan internet dan media sosial.

Jadi kita tahu bahwa saat ini media, internet, dan media sosial memiliki pengaruh yang luar biasa. Karena itu, tidak heran jika persoalan ini terjadi hampir di semua daerah,”

katanya, dikutip dari laman DPRD Provinsi Jawa Timur.

Pilihan EditorSyifa Fauziah

Hari AIDS Sedunia, Kenali Faktor Risiko dan Cara Mencegahnya

Menurut Benjamin, sebagian anak muda kerap meniru gaya hidup yang mereka lihat di media sosial tanpa memahami risiko yang mungkin ditimbulkan.

Bahkan yang dikhawatirkan masih ada budaya anak muda yang meniru apa yang mereka lihat di media. Misalnya kehidupan malam, pergaulan bebas, atau kebiasaan berganti pasangan yang dianggap sebagai simbol modernitas,”

ujarnya.

Selain itu, kemudahan masyarakat berkenalan melalui berbagai platform digital membuat interaksi menjadi semakin luas sehingga pengawasan terhadap kelompok berisiko semakin sulit dilakukan.

Melihat kondisi tersebut, Benjamin menekankan pentingnya memperkuat upaya pencegahan melalui edukasi kesehatan reproduksi dan deteksi dini. 

Menurutnya, skrining kesehatan secara berkala menjadi langkah penting agar infeksi dapat diketahui lebih cepat sehingga penderita segera memperoleh penanganan dan terapi.

Ia berharap, pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan terus memperluas edukasi kepada masyarakat, meningkatkan cakupan pemeriksaan HIV, serta mempermudah akses terhadap layanan kesehatan. 

Dengan langkah tersebut, penyebaran HIV/AIDS di Kabupaten Sidoarjo diharapkan dapat ditekan sekaligus meningkatkan kualitas hidup orang yang hidup dengan HIV.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial

  • Redaktur Pelaksana

    Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal